UNTUK INDONESIA
Komentar Polisi Soal Mayat Pria Membusuk di Bukittinggi
Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian pria yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di Kota Bukittinggi.
Ilustrasi mayat. (Foto: pixabay)

Bukittinggi - Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian mayat yang ditemukan tertelungkup di kawasan Terminal Wowo Pasar Banto, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat, 6 November 2020 siang. Selain itu, identitas korban hingga kini juga belum diketahui.

Yang pasti ada bekas kekerasan, hasil identifikasi biasanya diusahakan semampu dan secepat mungkin.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, pihaknya belum menemukan identitas jasad pria yang diduga telah meninggal dunia lebih dari satu hari itu. "Identitas mayat ini belum kami ketahui," katanya.

Pihaknya memang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, sampai kini belum bisa dipastikan pria tersebut tewas karena dibunuh atau tidak, meski pun ditemukan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

"Yang pasti ada bekas kekerasan, hasil identifikasi biasanya diusahakan semampu dan secepat mungkin," katanya.

Kuat dugaan, kata Chairul, jenazah tersebut sudah ditemukan tewas tergeletak selama tiga hari belakangan. "Kalau identitasnya jelas bisa dengan cepat ditemukan, kemungkinan jenazah itu sudah tiga hari," tuturnya.

Informasinya, jasad dengan kondisi sudah membusuk itu ditemukan pertama kali oleh seorang pria yang hendak buang air kecil di kawasan terminal Wowo, Kota Bukittinggi. Lantas, dia mencium bau aroma busuk dan mencari sumber bau tersebut.

Saksi terkejut alang kepalang ketika melihat sesosok manusia berjenis kelamin laki-laki tergeletak di depan Pos TPR Terminal Wowo. Dia pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. []


Berita terkait
Mayat Pria dengan Luka Tusuk Gegerkan Warga Bukittinggi
Sesosok mayat dengan sejumlah luka tusuk ditemukan di kawasan terminal Wowo, Kota Bukittinggi.
Janji Ramlan Menata Pedagang Kaki Lima di Bukittinggi
Ramlan Nurmatias berjanji akan menata pedagang kaki lima (PKL) agar tetap bersih, rapi dan estetis. Dia membantah isu PKL digusur di Bukittinggi.
Liburan, Omzet Pedagang Butik Bukittinggi Naik 300 Persen
Selama libur panjang akhir Oktober 2020, omzet pedagang butik atau pakaian seken di Bukittinggi meroket hingga 300 persen.
0
Komentar Polisi Soal Mayat Pria Membusuk di Bukittinggi
Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian pria yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di Kota Bukittinggi.