UNTUK INDONESIA
Kiat Mahasiswa Semarang Kelola Sampah Karimunjawa
Mahasiswa KKN UIN Walisonongo Semarang memunguti sampah di pantai Karimunjawa, Jepara. Sampah diubah menjadi produk kreatif.
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan warga mengumpulkan sampah di Pulau Bengkoang, Kepulauan Karimunjawa, Jepara. (Foto: Istimewa)

Semarang - Prihatin dengan kondisi lingkungan di Kepulauan Karimunjawa, sekelompok mahasiswa Semarang, Jawa Tengah, tergerak melakukan pengelolaan sampah berbasis produk kreatif. Mereka mengubah sampah plastik menjadi barang berguna dengan metode ecobrick

Bermula dari kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Dusun Batulawang, Desa Kemujan, Pulau Karimunjawa Besar. Ternyata di sepanjang pesisir, banyak sekali ditemukan sampah plastik yang mencemari pantai. 

Maka, Moh Nizar Zulfi dan kawan-kawannya, para mahasiswa UIN Walisongo yang tengah KKN, tergerak untuk mengumpulkan sampah. Tak hanya berinisiatif membersihkan pantai, namun mereka juga memanfaatkan sampah jadi sesuatu yang berguna.

"Sampah di sana banyak, apalagi sampah botol-botol plastik," katanya, saat dihubungi Tagar, Rabu, 5 Februari 2020.

Awalnya, kegiatan mengumpulkan sampah hanya dilakukan di sepanjang pantai di Dusun Batulawang. Ternyata ada informasi bahwa di Pulau Bengkoang,yang berdekatan dengan tempatnya KKN juga banyak berserakan sampah. Mereka pun memutuskan menuju ke sana.

Sampah di sana banyak, apalagi sampah botol-botol plastik.

Pada Minggu pagi, 26 Januari 2020, ia bersama satu kawannya dan ditemani dua pemuda desa telah berada di Pelabuhan Legon Bajak. Butuh waktu perjalanan sekitar satu setengah jam, menggunakan perahu nelayan untuk sampai di Pulau Bengkoang.

Nizar mengatakan, sumber sampah yang terdapat di pulau tersebut berasal dari wisatawan yang berkunjung. Selain itu, sampah dari tempat lain yang terbawa arus laut.

"Pulau Bengkoang itu pulau tak berpenghuni. Sumber sampahnya dari wisatawan, yang berkunjung dan ada pula sampah yang terbawa arus laut," katanya.

Dari kegiatan pungut sampah di Pulau Bengkoang mereka berhasil mengumpulkan lima belas kantong platik penuh terisi botol plastik. Botol sampah akan dimanfaatkan sebagai ecobrick untuk membuat kursi dan meja. Ia menegaskan, barang yang akan dihasilkan dijamin kokoh.

Mahasiswa asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu menjelaskan, ecobrick bisa diartikan sebagi bata ramah lingkungan atau pengganti batu bata. Jika di Jepang ecobrick dibuat menjadi rumah dan lain sebagainya.

"Kalau di Indonesia sendiri miniaturnya ada di Yogja. Kalau enggak salah Desa Sukun. Itu sudah memanfaatkan ecobrick sebagai hiasan dan yang lainnya," katanya.

Hasil dari kerja mereka rencananya ditempatkan di alun-alun Kampung Bugis, Dusun Batulawang. Hal itu, lanjutnya, guna menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. "Kami membuat ecobrick juga untuk menggaet wisatawan, bahwa sampah itu bisa dibuat sesuatu yang unik," ujar dia. 

Jajang Muhariyansah, Koordinator Divisi Lingkungan Posko 76 KKN UIN Walisongo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya peduli lingkungan. Juga meningkatkan kreativitas masyarakat.

"Diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat Dusun Batulawang akan pentingnya peduli lingkungan yang semakin hari semakin tercemar akan banyaknya sampah. Juga agar masyarakat bisa meningkatkan kreativitas memanfaatkan sampah," tuturnya.

Ia pun berharap, setelah diadakan kegiatan ini, masyarakat bisa lebih kreatif dalam memanfaatkan sampah plastik sebagai media kreativitas warga. "Semoga ke depannya warga akan lebih kreativitas dalam memanfaatkan sampah plastik yang ada di lingkungannya masing-masing," ujar dia.

Anwar, pemuda Batulawang, mengungkapkan, selama ini warga hanya memanfaatkan botol plastik untuk menanam rumput laut saja. Ia mengaku belum ada inisiatif memanfaatkan sampah untuk ecobrick. "Biasanya warga di sini memanfaatkan sampah botol plastik untuk menanam rumput laut saja, tidak ada inisiatif lain untuk dibuat apapun," ujar dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Miris, Sampah Berserakan di Pantai Abdya Aceh
PPI Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh dipenuhi sampah plastik bekas yang berserakan.
Sampah Bergelimang Kotori Pantai Teluk Awur Jepara
Alih-alih melihat keelokan pantai, gunungan-gunungan sampah justru membuat risih.
Mahasiswa yang Kewalahan Bersihkan Sampah di Pantai..
Banyaknya sampah yang menumpuk membuat para mahasiswa kewalahan. Mahasiswa meminta bantuan Pemerintah Kabupaten jepara untuk menyediakan armada pengangkut sampah.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China