UNTUK INDONESIA
Hadirnya Bank Sampah di Kawasan Danau Toba
Kaum muda Kabupaten Humbahas mendirikan bank sampah di kawasan Danau Toba.
Jery Jeremias Lumbangaol bersama dengan Jona Marbun (tengah) usai memaparkan bank sampah di Kementerian Lingkungan Hidup. (Foto: Tagar/Karmawan Silaban)

Humbahas - Kaum muda Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, mendirikan bank sampah. Bagian dari upaya mengedukasi masyarakat sekitar kawasan Danau Toba untuk menangani sampah.

Disebut dengan Bank Sampah Toba, dirintis sejak September 2019 dan kini memiliki puluhan nasabah. Pelopornya, Jery Jeremias Lumbangaol, saat ditemui di Doloksanggul, Kamis 23 Januari 2020,menuturkan tentang bank sampah ini.

“Besar harapan kami masyarakat sekitar kawasan Danau Toba serta wisatawan yang datang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta pengolahan sampah. Karena Danau Toba bukanlah sekadar milik kita, tetapi titipan anak cucu yang harus dijaga,” kata pria yang juga pendiri Balai Pustaka FBBI Pollung.

Mengingat banyaknya klasifikasi sampah, Bank Sampah Toba perlu mengedukasi masyarakat, bahwa jika sampah dikelola dengan benar akan memberikan dampak positif dan lebih menguntungkan. 

"Percaya diri dan terpanggil untuk turut dalam penanggulangan sampah. Diharapkan dengan banyaknya kegiatan semacam ini, tak hanya jumlah sampah yang dapat berkurang, melainkan juga penanganan warga miskin di lingkungan kita. Penanganan sampah harus disosialisasikan ke masyarakat agar persoalan sampah di Danau Toba semakin berkurang," katanya.

Dia menyebut, sampah merupakan masalah semua orang. Timbul akibat teknologi serta aktivitas manusia. Oleh karena itu pihaknya kata Jery, bersama kaum muda dan Balai Pustaka FBBI Pollung sepakat melahirkan program penanganan sampah.

Para wisatawan dapat langsung barter sampah dengan souvenir produksi binaan Bank Sampah Toba

Bentuk kerja Bank Sampah Toba kata dia, sama dengan tabungan sampah lain. Masyarakat memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangganya, kemudian disetor ke Bank Sampah Toba. Selanjutnya dibukukan di buku rekening tabungan.

“Hasil pengumpulan sampah, diberlakukan sistim bunga tabungan sampah, dengan nilai total bunga nominal tabungan. Selanjutnya, bisa digantikan dengan barang pada setiap bulannya dan tidak dapat diuangkan,” katanya.

Pendiri Bank Sampah Toba lainnya, Jona Marbun mengatakan, pihaknya juga menyediakan unit khusus di lokasi wisata. Dengan demikian akan mendekatkan nasabah bertransaksi.

"Untuk pencairan khusus di lokasi wisata, para wisatawan dapat langsung barter sampah dengan souvenir produksi binaan Bank Sampah Toba yang ada di outlet tanpa membuka buku tabungan," ungkapnya.

Sama dengan bank lainnya, Bank Sampah Toba juga melakukan pengundian tabungan per semester dengan periode yang sudah ditetapkan, menyedikan berbagai macam hadiah dengan total puluhan juta rupiah.

Bank ini juga melakukan kelas pelatihan kreativitas sampah secara periodik ataupun tentatif. Di samping itu, melakukan penawaran kerja sama dengan berbagai pihak untuk pengelolaan sampah seperti perhotelan, kantor pemerintahan, perbankan, sekolah, gedung pertemuan, gereja dan lainnya.

Untuk menambah kreativitas, Bank Sampah Toba mengikuti pameran produk kreativitas sampah di berbagai daerah di kawasan Danau Toba. 

Melakukan Toba Recycle Store Mobile dan berintegrasi dengan kantor unit bank sampah tourisme mobile dalam bentuk mobil minibus yang bertugas secara periodik di beberapa titik objek wisata di kawasan Danau Toba semisal Sipinsur, Pantai Bulbul, Salib Kasih dan objek wisata lainnya.[]

Berita terkait
Kisruh Festival Danau Toba, Bupati Humbahas Bungkam
Rencana Gubernur Sumatera Utara menghapus Festival Danau Toba tahun 2020, tak mendapat respons dari Bupati Humbahas.
Dolok Singgolom di Tepian Danau Toba, "Dihiasi" Sampah
Sampah plastik yang dibawa pengunjung seperti kemasan makanan ringan, kemasan air mineral dan sampah lain dibuang di sembarang tempat.
Usaha menyelamatkan Danau Toba dari Sampah Plastik
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara bekerja sama dengan Gereja Cleve Jerman gelar seminar pengelolaan sampah yang benar.
0
Oppo Watch Meluncur 6 Maret, Siap Saingi Apple Watch
Oppo akan meluncurkan jam tangan pintarnya, Oppo Watch pada 6 Maret 2020. Smartwatch ini digadang-gadang akan menjadi kompetitor dari Apple Watch.