Keributan di Deklarasi KAMI di Magelang, 1 Brimob Terluka

Deklarasi KAMI di Kota Magelang diwarnai keributan. Satu Brimob terluka ketika massa ormas berusaha mendekat ke deklarasi
Deklarasi KAMI di Alun-alun Kota Magelang diwarnai keributan, Jumat, 18 September 2020. Satu anggota Brimob terluka akibat terkena lemparan sebuah benda keras. (Foto: Tagar/Solikhah Ambar Pratiwi)

Magelang - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar deklarasi di Alun-alun Kota Magelang, Jumat, 18 September 2020. Kegiatan tanpa izin ini diwarnai keributan hingga membuat seorang anggota Brimob terluka.  

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tampak hadir dalam deklarasi tersebut. Ia menyatakan KAMI merupakan gerakan moral yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun.

"Namanya KAMI ini kan gerakan moral. Deklarasi ini tidak dikendalikan, inisiatif sendiri-sendiri," kata Gatot.

Soal adanya penolakan KAMI, Gatot menilai hal itu sebagai sebuah peringatan dari Allah SWT. "Adanya spanduk-spanduk penolakan, menentang, atau apa pun menurut saya itu adalah peringatan dari Allah SWT agar kami lebih kuat, lebih tangguh, dan tidak berhenti," ujarnya.

Sementara tadi satu anggota Brimob terkena lempar sesuatu. Semoga bisa segera disembuhkan.

Menurut Gatot, selama para penentang KAMI mendukung Indonesia, mereka adalah saudara. "Saya tekankan, kalau ada yang menentang, apapun, mereka adalah saudara kita. Selama tujuan mereka adalah untuk Indonesia itu adalah kawan semua, tapi kalau bukan untuk Indonesia otomatis menjadi lawan kami," tutur Gatot.

Deklarasi yang berlangsung di tengah Kota Magelang tersebut awalnya berjalan lancar, namun kemudian muncul sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas). Mereka bergerak mendekati area deklarasi KAMI.

Ratusan personel gabungan dari Polres Magelang Kota, Brimob, TNI berusaha mencegah anggota ormas tersebut hingga sempat terjadi keributan. Satu anggota Brimob diketahui terluka akibat terkena lemparan batu.

"Sementara tadi satu anggota Brimob terkena lempar sesuatu. Semoga bisa segera disembuhkan," kata Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Nugroho Adi Setyawan.

Baca lainnya: 

Dia menyebutkan, sedikitnya 500 orang petugas gabungan yang mengamankan deklarasi KAMI. "Kami mengamankan masyarakat secara umum jangan sampai ada suatu kegiatan kemudian berdampak pada kepentingan publik," ujarnya.

Terkait dengan adanya deklarasi KAMI, Nugroho mengaku pihaknya tidak mengeluarkan izin. Terutama dengan kondisi pandemi covid-19 yang melarang adanya kegiatan yang bersifat pengumpulan massa.

"Kami tidak memberikan izin, Pemkot Magelang dan kami tidak memberikan izin," ucap Nugroho. []

Berita terkait
Megawati Sindir Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sindir deklarasi KAMI yang diinisaisi Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin tak ada partai.
Parpol Belum Tentu Lirik Din Syamsuddin - Gatot Nurmantyo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Din Syamsuddin, dan mantan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo belum tentu dilirik partai politik meski populer.
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo Tergiur Parpol?
Analis politik Pangi Syarwi Chaniago membaca arah kemungkinan Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo masuk partai politik tarung Pilpres 2024.
0
Ditemukan 215 Kerangka Anak-anak Penduduk Asli di Kanada
PM Kanada sebut penemuan lebih dari 200 kerangka anak-anak yang dikubur di bekas sekolah asrama penduduk asli bukan insiden terpisah