UNTUK INDONESIA
Kematian Anggota TNI di Medan Dianggap Janggal
Kematian prajurit TNI AD Serda IBG yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Sumut menimbulkan pertanyaan pihak keluarga.
Serda IBG dan luka di leher ketika dirumah duka dalam peti jenazah. (Foto: Tagar/Facebook)

Medan - Meninggalnya prajurit TNI AD berpangkat Serda berinisial IBG yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara menimbulkan pertanyaan. Sebab kematian dia disebut ada kejanggalan.

Awalnya, kematian Serda IBG disebabkan kecelakaan dalam melakukan latihan beladiri Tarung Derajat di lapangan bola markas Yonif 122 TS, di Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin 4 November 2019, lalu. Akan tetapi, penyabab itu akhirnya ada yang membantahnya. Keluarga korban heran dengan luka yang ada dileher IBG. Diduga luka tusuk.

Hingga mereka menduga bahwa kematian Serda IBG bukan kecelakaan latihan, mereka juga meminta agar pihak terkait untuk menolong menyelesaikan masalah yang terjadi. Selanjutnya, keluarga bermohon agar dapatkan kepastian kematian korban, apakah di keroyok atau sebab lainnya.

Kematian Serda IBG yang dianggap janggal menjadi viral dikalangan media sosial Facebook, melalui akun atas nama Pemuda Peduli Nias Kamis 7 November 2019, kemarin. Dalam akun tersebut, mendapat 111 komentar dan 392 kali dibagikan.

Kami dari keluarga mohon masukan dan tanggapan supaya bisa kami dapatkan kepastian kematian anak kami ini.

Akun atas nama Pemuda Peduli Nias membagikan kejanggalan kematian Serda IBG dalam salah satu group Forum Nias Utara. Bahkan dalam akun itu, tertera nomor HP milik keluarga korban yang bingung atau tidak tahu mencari jalan keadilan.

Begini isi kejanggalan kematian Serda IBG dalam akun Facebook Pemuda Peduli Nias "Di media dikatakan meninggal karena sparing namun ada luka di leher".

Selanjutnya ada juga tulisan mohon perhatian bapak-bapak yang terhormat bapak Presiden RI (Jokowi), bapak Panglima TNI, bapak Kasad, bapak Pangdam Bukit Barisan dan POMAD.

"Mohon perhatian bapak-bapak tentang kematian saudara atau anak kita (Serda IBG) yang mana meninggalnya di kesatuan agak meragukan yang lebih menyayangkan setelah mayatnya sampai di rumah orang tuanya di Binaka Gunungsitoli ibunya mimpi ketemu dengan anaknya dengan ketawa dan mengatakan ibu lihatlah tubuhku dan besoknya di buka bajunya ternyata didapatlah bekas luka tusukan," ciutan  dalam akun dan tertera nomor telepon 08126395XXXX

Kami minta mohon di otopsi dulu supaya kita tau penyebab kematian IBG, nanti terbukti kalau itu kecelakaan atau hanya motif belaka saja.

Selanjutnya, nomor tersebut juga mengaku dari keluarga Serda IBG memohon agar mendapatkan kepastian penyebab kematian Serda IBG, anak yang patuh terhadap orang tuanya itu.

"Kami dari keluarga mohon masukan dan tanggapan supaya bisa kami dapatkan kepastian kematian anak kami ini apakah yang di keroyok atau bagaimana? Kami tidak tau jalan untuk mencari keadilan," tulis nomor 08126395XXXX dalam akun Pemuda Peduli Nias.

Atas postingan itu, respon masyarakat banyak yang meminta agar pihak yang berkompeten melakukan penyelidikan penyebab kematian Serda IBG. Tidak lupa juga mereka mendoakan agar korban ditempatkan ditempat yang terbaik dan keluarga korban diberikan kesabaran serta ketabahan.

Misalnya akun Sinaga Bonor, dia memberikan komentar yang isinya "Diusut aja, tapi harus benar benar punya keluarga yang sanggup mengusut, karena Ini berat lawan nya. Kita harus punya pengacara yang kuat untuk mengusut ini. Harus diotopsi ini," kata dia.

Kemudian, akun Elpin Zega menyebut "Kalau keluarga merasa ada kejanggalan pada kematian (Serda IBG), untuk memastikannya harus di otopsi," respon dia.

Selanjutnya akun Tynus Mado Gea mengucapkan turut berduka cita dan meminta agar dilakukan otopsi "kami sekeluarga turut berduka atas kepergian saudara kami (IBG). Semoga keluarga IBG diberikan ketabahan dari yang maha kuasa,, tapi kami minta mohon di otopsi dulu supaya kita tau penyebab kematian IBG, nanti terbukti kalau itu kecelakaan atau hanya motif belaka saja," tulis dalam akunnya.

Sampai berita ini dikirim ke redaksi, belum ada keterangan resmi dari Kodam I Bukit Barisan.

Sebelumnya diketahui, Serda IBG disebut meninggal ketika sedang melakukan sparing bela diri dengan Pratu AR. Saat itu jam menunjukkan pukul 17:15 WIB, korban terkena tendangan, dibagian dada kiri oleh Pratu AR, dan terjatuh. Dia sempat bangkit, kemudian terjatuh lagi dan tak sadarkan diri.

Mendapati kejadian itu, pihak bagian kesehatan Kompi, langsung membawa Serda IBG ke Klinik Buah Hati di Dolok Masihul. Selanjutnya, sekira pukul18.00 WIB, Serda IBG dinyatakan meninggal dunia. []

Baca juga:

Berita terkait
KPU Medan Target 80 Persen Partisipasi Pemilih
KPU Kota Medan memasang target tinggi untuk jumlah partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020.
Komitmen Pengadilan Agama Medan Bebas KKN dan Pungli
Kemenpan RB memeriksa, melakukan evaluasi, mengeluarkan saran serta melihat sejumlah pelayanan yang ada di sana.
Pasutri di Medan Nekat Bawa Sabu ke Markas Polisi
Keduanya ditangkap karena mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu yang dimasukkan ke dalam nasi bungkus.
0
Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras
Polda Metro Jaya telah menyebar sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman cairan kimia terhadap dua pelajar SMPN 229 Jakarta.