UNTUK INDONESIA
Keluarga Audrey Tidak Terima Visum, Ini Alasannya
Ini alasan kenapa keluarga Audrey tidak terima visum.
Audrey, diduga dikeroyok secara sadis oleh 12 siswi SMA. (Foto: Instagram/@its.chelsy)

Jakarta - #AudreyjugaBersalah kembali viral setelah #SaveforAudrey. Tagar itu berisi tentang keraguan netizen pada kasus pengeroyokan yang menimpa Audrey.

Menurut netizen, banyak kejanggalan antara pernyataan korban dan pelaku. Awalnya kasus itu muncul karena masalah asmara antara pelaku dengan sepupu Audrey.

Ternyata hasil visum tidak ditemukan luka atau memar di area sensitif Audrey. Fakta menunjukkan jika korban hanya di jambak, didorong hingga jatuh, dan dilempar sendal oleh pelaku.

Kapolres Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir membenarkan para tersangka tidak melukai alat kelamin korban, seperti yang dilaporkan korban sebelumnya.

"Fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sandal. Itu ada dilakukan, dan tidak melukai kelamin," ujar Anwar Nasir.

Namun, keluarga Audrey tidak percaya dengan hasil visum yang disampaikan pihak kepolisian. Pihak keluarga dan kuasa hukum menunjukkan foto-foto bagian tubuh korban berupa lebam dan memar.

"Kami mempunyai bukti bahwa anak kami mengalami kekerasan, ini buktinya," ucap kuasa Hukum Audrey, Umi Kalsum.

Pihak keluarga mengatakan, sejauh ini tidak pernah mendapatkan hasil visum maupun rekam medis. Sehingga pihak keluarga meminta visum ulang, hingga menggandeng 7 orang pengacara untuk mengawal proses hukum Audrey.

Di sisi lain, salah seorang guru mengungkapkan sifat asli Audrey yang dinilai anak baik dan jauh dari masalah di sekolah.

Guru yang tak mau disebut namanya itu menambahkan, Audrey tidak pernah terlibat masalah bahkan tidak pernah menghadap guru Bimbingan Konseling (BK). 

Selain jauh dari masalah, gadis 14 tahun itu juga dikenal sebagai siswi yang cerdas di lingkungan sekolah. Bahkan menurut pengakuan kepala sekolah, dia mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Nataru, 30 Ribu Mobil Padati Tol Pejagan-Pemalang
Persiapan dilakukan pengelola tol Pejagan-Pemalang, Jateng, menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. 30 ribu mobil per hari akan padati jalan tol.