UNTUK INDONESIA
Audrey Viral Mendunia, Ini Tanggapan Mendikbud
Mendikbud menanggapi kasus Audrey yang viral mendunia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyesalkan penyebaran informasi hoaks yang berseliweran di media sosial terkait kasus penganiayaan Audrey (14), siswi SMP yang berkelahi satu lawan satu dengan tiga siswi SMA, bukan dikeroyok oleh 12 orang.

Muhadjir baru mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya paska berdiskusi dengan Kapolresta Pontianak Kompol Muhammad Anwar Nasir.

"Kasus ini sangat disayangkan dan tidak seperti yang viral di medsos setelah saya mendapat informasi langsung dari Kapolresta Pontianak Kompol Muhammad Anwar Nasir," kata Muhadjir di Pontianak, Kalimantan Barat sebagaimana dilansir Antara, Kamis 11 April 2019.

"Informasinya yang saya terima, korban ini mengejek di sosmed, kemudian terjadi perkelahian dan itu dilakukan dengan cara berkelahi satu lawan satu. Kalau dikeroyok 12 orang itu tidak benar," ujarnya menegaskan.

Muhadjir mengimbau kepada pihak kepala sekolah untuk pro aktif meredam masalah hoaks yang kadung tersebar di masyarakat, dengan memberikan klarifikasi melalui media massa dan media sosial.

"Mohon kerja sama kepala sekolah untuk meredam masalah ini dan memberikan informasi yang benar, baik pada media maupun melalui medsos," ucap pria yang didapuk menjadi Mendikbud menggantikan posisi Anies Baswedan sejak 7 Juli 2016.

Untuk memastikan bahwa luka penganiayaan yang menimpa korban A, pihak rumah sakit yang merawat korban juga dimintai untuk menggelar visum ulang.

Seperti diketahui kabar yang merebak di media sosial, alat kemaluan A berusaha dicolok dengan tujuan agar tidak perawan lagi. Kemudian ada kabar lain yang menyebutkan Audrey kepalanya dibentur-benturkan ke aspal.

"Contohnya terkait auratnya (korban) juga tidak benar, padahal itu yang membuat mengerikan. Kepada para kepala sekolah agar tidak membiarkan berita liar itu, sehingga merusak citra sekolah, apalagi sudah viral di dunia, sehingga luar biasa dampaknya. Maaf, nalar sehat mestinya korban bisa meninggal kalau isu tersebut benar " kata dia.

Di Pontianak, pria kelahiran Madiun itu bercerita jika dirinya sempat bertemu dengan psikiater yang mendampingi korban. Selain itu, KPAI juga sudah membuat laporan terhadap pelaku yang dengan sengaja menyebar berita hoaks hingga menimbulkan kegaduhan di publik.

"Saya juga sudah bertemu dengan psikiater yang saat ini mendampingi korban, dan Alhamdulillah secara kesehatan mental tidak perlu dikhawatirkan. Aman. Sedangkan KPAI juga sudah melaporkan pelaku yang dengan sengaja membuat berita gaduh di medsos," ucap Menteri berusia 62 tahun itu.

Muhadjir berharap agar kejadian kelam ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Untuk itu ia memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan pengawasan ke siswa-siswinya, jangan dilepas, sehingga terhindar dari bahaya narkoba dan perilaku negatif lainnya,

"Semua pihak untuk mengurangi dampak negatif media sosial pada anak-anak dan mudahan-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir di Kota Pontianak. Agar para kepala sekolah di Kalbar, untuk terus meningkatkan pengawasan anak-anak didiknya, terhadap sehingga terhindar dari narkoba dan perilaku negatif lainnya," tutup Muhajir. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Sosok Satrio Dewandono Pilot Garuda Suami Iis Dahlia
Ribut-ribut GA 9721 jenis A300-900 Neo yang ditangkap Bea Cukai karena membawa barang tak tercatat di manifes ternyata menyentuh Iis Dahlia