UNTUK INDONESIA
Kecelakaan Nganjuk-Madiun, CCTV dan Lampu Jalan Dicek
Polisi mengecek CCTV dan lampu penerangan dalam olah TKP kecelakaan di Jalan Nganjuk-Madiun, Jatim.
Ilustrasi kecelakaan (Foto: Antara)

Jakarta - Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Timur (Jatim) dan Dinas Perhubungan setempat mengecek CCTV rumah warga serta lampu penerangan lokasi kecelakaan maut Bus Mira jurusan Surabaya-Solo kontra mobil Innova di Jalan Nganjuk-Madiun, Selasa 10 September 2019.

Kondisi jalan sekitar lokasi kejadian juga diperiksa TAA Polda Jatim dan Dishub. Olah tempat kejadian perkara (TKP) ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Kami sudah tangani kejadian itu. Tepatnya di Desa Selorejo, Bagor antara bus Mira dengan Kijang Innova. Korban meninggalnya tiga orang.

"Kondisi jalan serta penerangan jalan seperti apa di TKP. Gambar juga dibuatkan saat detik-detik kecelakaan," kata Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta kepada awak media, Selasa, 10 September 2019.

Seperti diketahui sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan satu luka-luka akibat kecelakaan maut bus dengan mobil Inova pada Senin, 9 September 2019.

Kapolsek Bagor, Kabupaten Nganjuk AKP Tommy membenarkan kecelakaan itu menghilangkan tiga nyawa penumpang Innova. Mengetahui kejadian itu, dikatakannya kepolisian telah turun melakukan penyelidikan.

"Kami sudah tangani kejadian itu. Tepatnya di Desa Selorejo, Bagor antara bus Mira dengan Kijang Innova. Korban meninggalnya tiga orang," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Dijelaskannya, kronologi kejadian terjadi saat Panji Whisnu Kusuma, 21 tahun, sedang mengemudikan Innova plat AE 567 SC melintas dari arah Madiun ke Nganjuk, bersama tiga orang temannya dengan kecepatan tinggi.

Namun, setiba di lokasi kejadian di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Mobil yang mereka kendarai tiba-tiba oleng terlalu ke kanan, sehingga mobil tersebut berpindah dari posisi sebelumnya.

Naas, tak lama dari arah berlawanan ada bus PO Mira plat S 7190 US yang dikemudikan oleh Tri Sumaryanto, 53 tahun, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, menghantam mobil Innova tersebut.

Meski bus itu melaju dengan kecepatan sedang, Tri tidak lagi bisa mengelakkan karena mobil yang dikemudikan Panji sudah terlalu merapat tepat di depan bus.

Akibat kejadian itu, mobil Innova mengalami rusak parah pada bagian depan dan bagian kiri mobil. Sementara bus hanya mengalami kerusakan penyok dibagian kiri dan menghancurkan lampu kanan depan.

Korban meninggal sendiri yakni, Panji sang sopir Innova, Rizki Viko, 23 tahun, warga Kelurahan Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponoorogo dan Amalia Hestin Nugraheni, 17 tahun, warga Kelurahan Tumpak Pelem, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo.

Penumpang Innova yang saat ini mengalami luka-luka dan selamat dari kejadian itu yakni, Tohir.

Berita terkait
Kronologi Kecelakaan Maut Nganjuk-Madiun
Kecelakaan maut di jalur Nganjuk-Madiun menjadi perbincangan warganet (netizen) di media sosial. Pasalya beredar video yang diduga dari Amalia.
Ini Ucapan Korban Sebelum Kecelakaan Nganjuk-Madiun
Sebuah video berisi percakapan empat remaja viral di dunia maya, diduga direkam sebelum menjadi korban kecelakaan Nganjuk-Madiun.
Cerita Kecelakaan Nia Daniaty, Bikin 'Ngilu'
Kabar duka datang dari penyanyi kawakan Nia Daniaty. Mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Bojonegoro, Jawa Timur.
0
Karnaval Busana Serba Hitam Bulukumba Raih MURI
Karnaval ribuan orang memakai pakian serba hitam di Kabupaten Bulukumba meraih rekor MURI.