UNTUK INDONESIA
Keamanan Bandara Ahmad Yani Semarang Ditingkatkan
Pengamanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah ditingkatkan.
Simulasi penanganan gangguan keamanan di Bandara Ahmad Yani Semarang beberapa waktu lalu. Pengamanan bandara ditingkatkan jelang libur Lebaran 2019. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang – Pengamanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah ditingkatkan. Langkah tersebut diambil guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang mudik seiring makin dekatnya libur Lebaran.

"Pengamanan masyarakat Jawa Tengah yang nanti tiba dan akan berangkat dari bandara ini harus aman dan nyaman," tegas General Manager Bandara Internasional Ahmad Yani Hardi Ariyanto kepada Tagar, Senin 27 Mei 2019.

Hardi menyebut standar pengamanan bandara selama ini sudah ada prosedur tetap. Hanya memang di momen-momen tertentu seperti saat kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta, intensitas pengamanan ditingkatkan. Terlebih di bulan Ramadan dan mendekati Lebaran saat ini.

"Sudah ada instruksi dari Kemenhub untuk meningkatkan pengamanan pasca 22 Mei. Dan kami sudah melakukan sebelum ada instruksi itu," ujar dia.

Salah satu strategi pengamanan bandara adalah pengawasan terhadap penumpang maupun mobil yang diindikasikan mencurigakan.

"Kami ambil random, mobil-mobil yang kami curigai distop, kami periksa, termasuk penumpang," terang dia.

Di jam-jam tertentu, pihak keamanan bandara juga lebih mengintensifkan pengawasan terhadap obyek yang sama.

"Personel yang di lapangan punya feeling, berdasar profilling penumpang untuk mana yang harus dihentikan dan diperiksa," sambung Hardi.

Dari pengamanan yang telah ditingkatkan tersebut, Hardi menyatakan belum ada penumpang yang menjurus hendak melakukan tindak pidana maupun membahayakan bandara. Bisa disimpulkan penumpang ataupun penjemput penumpang masuk kategori taat aturan.

"Masyarakat Jawa Tengah termasuk tertib dan aman," ujar dia.

Hal lain yang jadi fokus pengamanan jelang masa libur Lebaran adalah keamanan di run way. Pihaknya harus memastikan jalur pacu untuk take off dan landing pesawat benar-benar clear dari gangguan. Seperti potensi gangguan penerbangan dari aktivitas burung.

Ditambahkan selain pengamanan dari petugas internal bandara, koordinasi dengan stakeholder lain juga ditingkatkan. Pihak bandara bersama instansi TNI – Polri sudah sepakat mendirikan posko terpadu dan posko pelayanan kesehatan selama masa libur Lebaran.

"Posko Terpadu Angkutan Lebaran dilaksanakan mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019 atau selama 16 hari," kata dia.

Posko tersebut sebagai wadah untuk mengumpulkan dan monitoring trafik pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo. Selama pelayanan posko, para petugas juga dapat memonitor kejadian menonjol yang terjadi di bandara.

"Dan Posko Kesehatan berfungsi sebagai tempat untuk menangani pengguna jasa bandara yang membutuhkan pertolongan jika terserang penyakit saat berada di bandara. Terdapat dokter dan perawat yang bertugas setiap harinya," tukas Hardi.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Tantangan Berat Ketika Bos Gojek Jadi Mendikbud
Sebagai sosok yang berlatar belakang bukan dari profesional dunia pendidikan, Nadiem Makarim menghadapi tantangan berat di 100 hari kerja pertama.