UNTUK INDONESIA
Kata Pedagang Saat Difitnah Jual Sate Busuk di Aceh
MA, seorang warga Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh membantah bahwa ia telah menjual sate yang menggunakan daging ayam busuk.
Polisi mendatangi lokasi pembuat sate yang diduga berasal dari daging ayam busuk di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 4 Juni 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Banda Aceh - MA, seorang warga Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh membantah bahwa ia telah menjual sate yang menggunakan daging ayam busuk. Menurutnya, bau kurang sedap dari sate olahannya hanya karena mengandung banyak lemak.

"Kalau dibilang daging busuk bangkai, saya sudah katakan seperti klarifikasi di komentar demi Allah itu bukan bangkai. Itu lemak ayam, kulit ayam segar yang kami campur dengan daging ayamnya. Jadi karena kami jual sate murah, kami pakai lemaknya," kata MA saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 5 Juni 2020.

Ia juga mengklarifikasi adanya belatung di box fiber seperti yang beredar dan viral di media sosial. Menurut MA, belatung itu keluar karena air dalam fiber tersebut sudah lama dan mengeluarkan bau tak sedap.

"Jadi yang viral itu fiber kuning itu bukan daging olahan, tapi itu air buangan. Minyak yang timbul dari lemak ayam tadi kami saring kami tahan, karena di situ tidak ada pembuangan. Jadi, nggak boleh buang di situ, kan kita harus ngerti masyarakat, nanti ngendap bau," ujarnya.

Air itu, kata MA, ditahan di dalam box fiber selama 3 hingga 4 hari, bahkan sampai satu minggu. Setelah itu, air tersebut dibuang ke sungai yang mengalir. Ini dilakukan supaya tidak mengganggu masyarakat lainnya.

"Karena kami tidak punya kendaraan lain, biasanya kendaraan gerobak itu kami lepas untuk membuang air tersebut," kata MA.

MA kembali menegaskan bahwa sate yang ia jual tidak berasal dari daging busuk. Ke depan, ia akan mengurus izin menjual sate tersebut pada BPOM supaya legal dan tidak difitnah oleh masyarakat.

Kalau dibilang daging busuk bangkai, saya sudah katakan seperti klarifikasi di komentar demi Allah itu bukan bangkai. Itu lemak ayam, kulit ayam segar yang kami campur dengan daging ayamnya.

Dia mengapresiasi langkah kepolisian dari Polsek Baitussalam yang telah meninjau lokasi pembuatan sate tersebut. Menurutnya, hal ini karena kewajiban kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Terima kasih sama kapolsek yang sudah tindak lanjuti, karena kapolsek pun tidak bersalah. Karena dia melakukan tugas seperti laporan warga, ada tetangga yang melapor," kata MA.

"Polsek bina kami lebih baik, agar tidak jorok dan semacamnya. Maklum kami tidak ada pembuangan, kami sewa rumah, baru 2 bulan di situ, kami pindah-pindah sewa juga. Karena kami tidak punya rumah, jadi seperti itu," ujar dia menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh menggerebek sebuah rumah di kecamatan tersebut yang diduga menjual sate yang menggunakan daging ayam busuk.

Saat digerebek, rumah yang dijadikan tempat pembuatan sate itu diketahui miliki MA, 30 tahun. Saat tiba di lokasi, polisi mencium bau tak sedap.

Baca juga: Polisi Gerebek Dugaan Penjual Sate Busuk di Aceh

Kepala Polsek Baitussalam, Inspektur Polisi Satu Safrizal menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, bisnis menjual sate tersebut sudah dilakukan selama 2 bulan. Namun, polisi belum menyimpulkan apakah dalam kurun waktu itu sate yang dijual berasal dari bahan yang sama.

“Tidak bisa dipastikan dagangan-dagangan dia yang dulu itu berupa daging busuk, kita tidak bisa suuzon pada masyarakat, karena kita juga memperhatikan perekonomian masyarakat,” kata Safrizal saat dikonfirmasi Tagar, Kamis, 4 Juni 2020 malam.

Ia menuturkan, penggerebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa ada dugaan pembuatan sate dari bahan daging busuk di sebuah rumah di Kecamatan Baitussalam. Dari laporan ini, polisi mendatangi lokasi dan benar adanya.

“Setelah koordinasi dengan muspika dan keuchik, bersama petugas puskesmas kita datang TKP, benar memang sate yang disajikan itu baunya tidak sedap,” kata dia. []

Berita terkait
Sapi Pemprov Aceh Kurus, Segini Anggarannya
Kurusnya sapi-sapi milik Pemerintah Aceh kini sudah menjadi polemik di masyarakat Aceh.
Ratusan Sapi Milik Pemerintah Aceh Kelaparan
Ratusan sapi itu merupakan milik Pemerintah Aceh di bawah tanggung jawab Dinas Peternakan (Disnak) Aceh.
Bangunan di Aceh Rusak Akibat Gempa Bumi
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Kota Sabang, Aceh pada Kamis, 4 Juni 2020 pagi.
0
Kata Pedagang Saat Difitnah Jual Sate Busuk di Aceh
MA, seorang warga Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh membantah bahwa ia telah menjual sate yang menggunakan daging ayam busuk.