UNTUK INDONESIA
Untuk Indonesia
Kasus Aceh: Cut Fitri Islam ke Kristen, Kenapa Marah
Cut Fitri Handayani di Aceh, dari Islam pindah Kristen, keluarga marah, ada kelompok memaksa Fitri balik ke Islam, pemuka agama mengecam. Kenapa.
Cut Fitri Handayani di Kota Langsa, Aceh, dalam sebuah video membuat pengakuan telah pindah keyakinan dari Islam menjadi Kristen. (Foto: YouTube/Nazier Millionaire)

Oleh: Ade Armando*

Ada satu pertanyaan besar di Indonesia: boleh tidak sih seseorang itu pindah agama? Kalau pindah ke Islam sih jelas boleh, kan? Banyak contohnya. Tapi bagaimana kalau dari Islam pindah ke Kristen? Inilah pertanyaan yang sekarang mengemuka gara-gara seorang perempuan dari Langsa, Aceh, namanya Cut Fitri Handayani, memutuskan pindah ke Kristen. Ini ramai.

Dan ada testimoninya di video. Di testimoninya itu dia bilang dia menyatakan melakukan perpindahan agama itu dengan sadar, sehat jasmani, dan rohani, tanpa paksaan.

Fitri sendiri adalah seorang janda dengan dua putri yang kini sudah menikah dengan pria Kristen. Kasus ini menjadi ramai karena keluarga Fitri tidak terima. Mereka menuduh Fitri diculik pria yang dituduh sebagai seorang rentenir.

Keluarga Fitri, ramai-ramai, termasuk ibunya yang sudah tua, mendatangi kediaman Fitri yang sekarang menetap di Medan. Dua anak Fitri dirampas dan dibawa pulang ke Aceh. Fitri sendiri berusaha dipaksa kembali, tapi Fitri menolak.

Kemudian ada kelompok di Langsa yang menyatakan akan memaksa Fitri kembali ke Aceh dan memaksa dia pindah menjadi muslim kembali. Kelompok ini juga terekam di video yang beredar di YouTube. Mereka bilang mereka akan meminta Dinas Sosial, serta aparat hukum, dan FPI untuk memaksa Fitri kembali ke Aceh. Ada pula video pemuka agama yang mengecam langkah Fitri masuk Kristen.

Apa yang terjadi ini jelas penindasan Hak Asasi Manusia. Keluarga Fitri betapapun mereka mungkin kecewa dengan keputusan Fitri, tidak memiliki hak sedikit pun untuk memaksa Fitri meninggalkan agama barunya.

Lebih jauh lagi, mereka tidak punya hak sedikit pun untuk merebut kedua anak Fitri. Yang bisa meminta hak pengasuhan kedua anak itu hanya mantan suami Fitri. Negara bisa campur tangan, kalau Fitri terbukti melalaikan kewajibannya sebagai orang tua, atau kalau Fitri terbukti menyiksa anaknya, atau menelantarkan mereka, misalnya.

Tapi kalau cuma pindah agama, itu bukan alasan yang cukup untuk merebut kedua anak itu. Atau kalau mau, ya ajukanlah melalui proses beradab, datang ke pengadilan. Bukan dengan merebut paksa.

Tapi memang, ini adalah persoalan yang mungkin akan terus dihadapi. Banyak orang Islam marah ketika mendengar ada muslim pindah ke agama lain. Kemarahan itu sama sekali tidak bisa diterima.

Apa sih alasan yang bisa diterima untuk menolak perpindahan agama? Kita lihat UUD kita. Di Pasal 28 UUD 1945 jelas dikatakan "Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. Setiap orang berhak meyakini kepercayaan sesuai dengan hati nuraninya." Jadi, sesuai dengan hati nuraninya.

Saya percaya kita semua harus membela Fitri. Fitri berhak pindah masuk Kristen. Fitri berhak mengasuh anak-anaknya. Ulama Indonesia yang masih punya akal sehat harus bicara.

Baca juga: Kasus Aceh: Masuk Agamaku Yes, Keluar dari Agamaku No

Dalam kasus Fitri, orang Islam boleh saja mengatakan Kristen itu agama sesat, atau bahwa Fitri akan masuk neraka, atau sebutan-sebutan busuk lainnya. Tapi bagaimana kalau hati nurani Fitri mengatakan Kristen adalah agama yang benar. Biarlah Fitri yang bertanggung jawab atas pilihan-pilihan hidupnya.

Mengapa orang lain harus marah? Saya tahu di banyak komunitas Islam di luar negeri, masih ada praktik pembunuhan orang yang dianggap murtad dari Islam. Tapi tentu saja praktik semacam itu adalah perilaku barbarik yang hanya dimiliki kaum yang terbelakang. Kita kan di Indonesia, dan kita tentu tidak ingin menjdi sama primitifnya dengan mereka.

Kalau Anda tanya saya, saya akan jawab bahwa saya tidak percaya Fitri akan masuk neraka karena dia masuk Kristen. Saya muslim, tapi saya percaya Tuhan Mada Adil dan Dia akan menempatkan semua orang baik - terlepas dari agamanya - di surga.

Buat saya, tidak masuk akal bila Tuhan menjadikan surga hanya untuk umat agama tertentu. Tapi itu saya, setelah saya belajar Islam secara mendalam.

Nah, orang bisa saja berbeda pandangan dengan saya, tapi mereka yang percaya bahwa surga hanya diperuntukkan buat orang Islam juga harus tahu bahwa di masyarakat beradab saat ini, setiap manusia bertanggung jawab atas tindakannya masing-masing. Memilih agama adalah hak asasi manusia.

Mereka yang memaksa Fitri pindah dari Kristen jelas mengancam Hak Asasi Manusia. Mereka yang memaksa Fitri kembali ke Islam jelas tidak paham bahwa mereka hidup di Indonesia yang melandaskan diri pada UUD yang percaya pada Hak Asasi Manusia yang tidak diskriminatif.

Orang-orang Islam ini kan sadar bahwa saat ini banyak mualaf terkenal. Ada Irena Handono, Bernard Nababan, Insan Mokoginta, Bernard Abdul Jabbar, Steven Indra Wibowo, Felix Siauw, Yahya Waloni, Ahmad Kainama, Deddy Corbuzier. Mereka semua masuk Islam.

Dan ironisnya banyak dari mereka yang justru sekarang menjelek-jelekkan agama lamanya. Jadi, kalau orang yang menentang perpindahan Fitri ke Kristen mau konsisten, mereka seharusnya juga menolak perpindahan para mualaf itu ke Islam. Ironisnya, para mualaf itu justru dielu-elukan. Tapi begitu ada satu orang Islam masuk Kristen saja, langsung marah-marah.

Saya percaya kita semua harus membela Fitri. Fitri berhak pindah masuk Kristen. Fitri berhak mengasuh anak-anaknya. Ulama Indonesia yang masih punya akal sehat harus bicara. Majelis Ulama Indonesia harus bicara. Para ulama dari oraganisasi-organisasi Islam harus bicara. Para ulama Indonesia harus menegaskan tidak ada paksaan dalam Islam.

Para pemuka Islam memang berkewajiban mensyiarkan ajaran Islam.Tapi kalau ternyata ada umat Islam yang tidak percaya dengan syiar tersebut, ya itu adalah hak orang itu yang harus dijamin.

Apa yang terjadi dalam kasus Fitri jelas mencoreng nama Islam. Begitu cerita ini nanti memviral ke dunia, Islam akan tampak sebagai agama terbelakang yang jauh dari toleransi.

Saya justru percaya apa yang terjadi ini akan mendorong lebih banyak kalangan terdidik mencemooh dan meninggalkan Islam atau bahkan meninggalkan agama secara keseluruhan. Islam sebagai agama tidak akan dilihat lagi sebagai ajaran yang membawa nikmat dan kedamaian. 

Marilah kita berharap bahwa hak Fitri kembali dipulihkan. Mari bersama-sama kita tinggalkan cara beragama yang sempit, terbelakang, mengancam. Mari gunakan akal sehat. Karena hanya dengan akal sehat, agama akan membawa manfaat.

*Dosen di Universitas Indonesia

Baca juga:

Berita terkait
Panduan Kegiatan Keagamaan Rumah Ibadah di Semarang
Tagar menyajikan panduan lengkap penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah sesuai SE B/2209/451.1/VI/2020.
Harmoni Islam Yahudi Kristen Hindu dalam Lintasan Sejarah
Kalau kamu tidak tahu sejarah, kamu ibarat daun yang tak tahu dirinya bagian dari pohon. Harmoni Islam Yahudi Kristen Hindu dalam lintasan sejarah.
Panduan New Normal di Masjid Gereja Pura Wihara Kelenteng
Panduan new normal di masjid, gereja, pura, wihara, dan kelenteng. Tata cara melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama masa pandemi.
0
Keluh Petani Bunga di Kota Batu Beralih ke Sayuran
Para petani bunga mulai beralih menjadi petani sayuran dikarenakan harga bunga yang turun drastis di Kota Batu, Jawa Timur.