UNTUK INDONESIA
Karcis Parkir Palsu Marak Beredar di Semarang
Karcis parkir palsu marak beredar di sejumlah jalan protokol dan pusat ekonomi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Petugas Dishub Kota Semarang menemukan karcis parkir palsu dari salah satu juru parkir di Jalan Agus Salim, Rabu, 4 September 2019. (Foto : Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Karcis parkir palsu marak beredar di sejumlah jalan protokol dan pusat ekonomi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Karcis tak resmi itu, diduga dicetak oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

“Saya dapatnya dari Budi. Dia petugas Dishub, kalau datang ke sini pakai seragam Dishub,” kata juru parkir di Jalan Agus Salim, Sudarsono, 59 tahun kepada Tagar, Rabu 4 September 2019.

Sudarsono sudah menjadi juru parkir di jalan yang menjadi salah satu pusat perekonomian Semarang itu, sejak tahun 80-an. "Sejak koordinatornya di sini ganti ke Budi itu, ya kurang lebih sudah dua tahun. Sehari biasanya dapat sekitar Rp 100 ribu sehari, saya kebagian Rp 65 ribuan, sisanya saya setor ke Budi," ujar pria berompi orange itu.

Dia kepergok tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polrestabes Semarang membawa karcis palsu di Jalan Agus Salim. Awalnya petugas mencurigai seorang warga tanpa identitas resmi petugas parkir, seperti rompi dan tanda pengenal, tengah melayani parkir di ruas jalan dekat Bundaran Bubakan.

Pria paruh baya bertopi dan berbaju merah yang tak menyebutkan namanya itu, kemudian diamankan petugas kepolisian. Setelah dimintai keterangan, bapak bertato di lengan kanan dan kiri itu mengaku bukan petugas parkir resmi.

"Saya hanya bantu Pak Dar (Sudarsono) markiri saja,” ujar pria bertato itu..

Namun, tak lama datanglah Sudarsono untuk memberi penjelasan. "Saya tadi lagi makan. Kemudian dibantu teman saya itu untuk markiri," ujar Sudarsono.

Dari tangan keduanya petugas mendapati beberapa lembar karcis parkir warna putih. Setelah dicek, ternyata karcis itu bukan karcis parkir resmi yang dikeluarkan Dishub.

Karcis seperti ini untuk parkir kawasan, bukan parkir tepi jalan umum.

"Ini palsu. Kami tidak pernah mengeluarkan seperti ini. Dan ini bukan peruntukkannya. Karcis seperti ini untuk parkir kawasan, bukan parkir tepi jalan umum," tutur Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Semarang Joko Adi Santoso.

Bagi Adi dan jajaran Dishub, tidak sulit untuk bisa membedakan secara kasat mata karcis parkir palsu dan resmi. "Ada kode-kode tertentu yang tak bisa kami jelaskan ke publik. Dan porporasinya beda dengan parporasi di karcis resmi keluaran kami," kata Adi.

Adi mengaku temuan karcis palsu tersebut, bukan hal baru bagi Dishub. Karcis serupa kerap didapati, terutama di jalan-jalan yang padat dilalui kendaraan bermotor.

"Banyak kami temukan seperti ini. Biasanya di kawasan pusat ekonomi seperti di Jalan Agus Salim ini. Langkah segera adalah dengan mengamankan karcis itu agar tidak beredar," tuturnya.

Keberadaan karcis palsu tersebut jelas merugikan Pemkot Semarang. Sebab, uang parkir yang semestinya mengalir kas daerah jadi bocor, masuk ke oknum masyarakat tertentu.

"Itu termasuk kegiatan pungli, ada ancaman pidananya. Tapi hari ini kami lebih pada upaya sosialisasi dan pencegahan. Kami ingatkan agar para juri parkir memungut sesuai ketentuan dan memperbarui kartu parkirnya jika kadaluarsa," ucapnya.

Terkait dengan pengakuan Sudarsono, Adi menyatakan akan melakukan investigasi internal, apakah memang ada oknum Dishub yang mencetak dan mengedarkan karcis parkir palsu.

"Bisa saja orang itu hanya mengaku dari Dishub. Atau bisa saja orang itu pakai seragam Dishub tapi sebetulnya bukan dari Dishub. Nanti kami selidiki lebih lanjut," tutur dia. []

Baca juga:

Berita terkait
Dahnil Anzar, Tukang Parkir Jadi Jubir Prabowo Subianto
Juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali ditunjuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi jubirnya.
Jaksa Usut Pengemplang Pajak Parkir di BSM Binjai
Tim Information Tecnology BPKP RI berhasil mengkloning seluruh data parkir di Binjai Supermall (BSM) Kota Binjai.
Dugaan Korupsi Parkir, Kejaksaan Geledah BSM Binjai
Tim Penyidik Kejari Binjai bersama ahli IT dari Kejaksaan Agung menggeledah kantor Sky Parking BSM.
0
Alasan Driver Ojol Aksi Mogok Makan di Yogyakarta
Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Go Car dan Grab Car menggelar aksi mogok makan sejak Selasa, 22 Oktober 2019.