UNTUK INDONESIA
Kaki Korban Begal di Surabaya Terpaksa Diamputasi
Kaki Slamet Efendi harus diamputasi oleh dokter setelah mengalami luka sabetan senjata tajam pada kaki dan rela jarinya juga putus.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat rilis kasus begal sadis di RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat 6 Desember 2019. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Korban begal sadis atas nama Slamet Efendi yang terjadi di Jl. Satelit Selatan, pada Rabu 4 Desember lalu mengalami nasib tragis. Pasalnya kaki kanan harus diamputasi setelah mendapat luka sabetan senjata tajam dari pelaku MH 31 tahun yang Jumat dini hari ditembak mati oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Humas RSUD dr Soetomo, Pesta Parulian mengatakan kondisi Slamet Efendi sangat memprihatinkan. Karena mengalami trauma psikis, apalagi setelah menerima luka sabetan pada kaki dan rela jarinya juga putus.

"Keadaan korban lebih baik dari kemarin. Cuma ada faktor psikis yang harus dirawat ke depan. Karena dia kehilangan kaki dan tangannya, lantaran terpaksa dilakukan amputasi," kata Pesta, saat dikonfirmasi Jumat 6 Desember 2019.

Pesta menyampaikan, korban ini kakinya terpaksa diamputasi karena mendapatkan bacokan yang cukup parah di kaki. Namun untuk tangan, tidak sampai diamputasi, karena sudah langsung putus saat kejadian.

Cuma ada faktor psikis yang harus dirawat ke depan. Karena dia kehilangan kaki dan tangannya.

"Diamputasi di bawah lututnya. Tangannya itu beberapa jari. Dia mengalami traumatik amputasi di engkel atau telapak kaki. Karena tidak bisa lagi di repair maka dilakukan amputasi engkel sebelah kanan," imbuh dia.

Sementara itu, soal kondisi korban, Pesta mengatakan kondisinya sudah stabil. Bahkan, Slamet Efendi sudah mulai dipindah ke kamar biasa.

"Sekarang pasien dirawat di ruang biasa dan cukup stabil. Hanya saja tidak mau dikunjungi karena mungkin dia masih trauma. mudah-mudahan ke depannya bisa," ujar Pesta.

Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol, Sandi Nugroho mengatakan pihaknya terpaksa melakukan tembakan tegas kepada MH pelaku begal di Surabaya. Karena pada saat penangkapan pada Jumat 6 Desember pukul 04.00 Wib, tersangka melakukan perlawanan dengan menyabetkan senjata tajam.

"Dengan sangat terpaksa, Satreskrim Polrestabes Surabaya harus melumpuhkan pelaku begal yang telah meresahkan masyarakat. Kami terpaksa melakukan tembakan di dada kiri pelaku karena melawan dengan senjata tajam," kata Sandi saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Dr Soetomo, pagi tadi.

Sandi menjelaskan MH inilah yang membut Slamet Efendi mengalami luka bacok di kaki dan tangan, serta harus diamputasi. Dari kejadian ini, bukan hanya Slamet Efendi saja yang menjadi korban, tapi juga ada 11 korban lain.

"Ya kalau kalian ingat, dia yang mengambil motor scoopy milik Slamet Efendi. Dia (MH) mengambil dengan memaksa, dan membacok korban karena tak mau memberikan motornya," ucap Sandi. []

Baca juga:

Berita terkait
Januari, Calon Pengantin di Jatim Wajib Tes Narkoba
Kemenag Jatim memastikan jika persyaratan itu tak dipenuhi, maka bisa jadi rekomendasi pernikahan tak dikeluarkan oleh pihaknya.
Angin Kencang, Nenek di Jember Meninggal Dunia
BPBD Jember menyebutkan Saniya meninggal akibat tertimpa atap rumahnya saat terjadi angin kencang.
Wali Kota Malang Dukung Wacana Pemangkasan Eselon
Wali Kota Malang menilai wacana yang disampaikan Presiden Jokowi merupakan bagian dari cara agar ASN bisa bekerja secara profesional.
0
Surat Pengantar RT/RW Bukan Jaminan Dibolehkan Mudik
Kakorlantas Irjen Pol Istiono menegaskan surat dari RT atau RW bukan merupakan jaminan masyarakat dapat mudik ke kampung halaman.