UNTUK INDONESIA
Kakak Perempuan Romahurmuziy Angkat Bicara
Romahurmuziy ditangkap KPK, apa yang dirasakan keluarga besarnya? Ini penuturan kakak perempuan Romahurmuziy.
Nisrinun Ni'mah kakak Romahurmuziy. (Foto: Kompas/Wijaya Kusuma)

Jakarta, (Tagar 17/3/2019) - Nisrinun Ni'mah kakak perempuan Romahurmuziy atau Rommy mengatakan dirinya mengetahui penangkapan Rommy oleh KPK pertama kali dari tayangan televisi. 

Ia mengaku tidak menyangka, sulit percaya adiknya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Siang ini tadi saya dengar kabar dari pemberitaan televisi. Saya tidak menyangka. Apa yang sudah dituduhkan oleh KPK menimpa adik saya, Mas Rommy. Saya kaget," ujar Nisrinun kepada wartawan di kediamannya di Tempelsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, Jumat (15/3).

Nisrinun mengatakan adiknya itu merupakan pribadi yang sederhana dan jujur, kesederhanaan dan kejujuran merupakan pelajaran turun-temurun yang ditekankan dalam keluarga.

"Mudah-mudahan tidak terjadi pada adik saya. Keluarga dan kerabat, teman, support Mas Rommy yang berjuang sesuai garis lurus dari abah, keluarga, yang membentuk Mas Rommy dan putra-putrinya, kesederhanaan dan kejujuran," tuturnya.

Ia menambahkan, keluarga hanya bisa memanjatkan doa untuk keselamatan Rommy, berharap semua yang disangkakan kepada suami dari Dr Henny Widiyanti itu tidak benar.

"Kami keluarga berdoa mudah-mudahan tuduhan korupsi tidak terbukti terhadap adik ragil (bungsu) saya. Anak ke-7 dari keluarga besar kami, Mas Romahurmuziy," tutur Nisrinun penuh harap.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy ditangkap KPK dengan cara operasi tangkap tangan di Surabaya Jawa Timur, Jumat (15/3).

Keesokan harinya KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. Rommy kini menjadi tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Rommy dalam Balutan Rompi OranyeKetum PPP Romahurmuziy atau Rommy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). Ketum PPP Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Mundur dari PPP

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menegaskan, Muhammad Romahurmuziy diberhentikan tetap dari jabatan ketua umum atas permintaan sendiri, karena tersangkut kasus hukum.

"Mas Rommy (Romahurmuziy) menyatakan mengundurkan diri melalui pernyataan tertulis. Rapat kemudian menetapkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Suharso Monoarfa, sebagai Plt ketua umum," kata Arsul Sani, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu malam (16/3) dilansir kantor berita Antara.

Rapat Pengurus Harian (PH) DPP PPP yang dipimpin Arsul Sani, dilaksanakan di kantor DPP PPP Menteng, Jakarta Sabtu petang.

Menurut Arsul Sani, Suharso Monoarfa, kemudian akan dikukuhkan sebagai Plt ketua umum pada rapat kerja nasional (Rakernas) PPP yang akan diselenggarakan secepatnya.

Menurut Arsul, pemberhentian Romahurmuziy yang tersangkut kasus dugaan suap, sesuai aturan dalam AD/ART PPP, di mana kader partai yang tersangkut kasus hukum dan telah berstatus sebagai tersangka, akan diberhentikan. "Dalam rapat tadi sore forum menyepakati untuk menetapkan Suharso Monoarfa sebagai Plt ketua umum," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan, AD/ART PPP secara jelas mengatur, antara lain dalam hal ketua umum atau pengurus harian lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus tindak pidana korupsi atau misalnya kejahatan serius lainnya, termasuk narkoba, terorisme, oleh Kepolisian RI atau Kejagung RI, maka diberhentikan tetap atau diberhentikan sementara.

"Itu ketentuan yang ada di dalam Anggaran Rumah Tangga PPP pasal 11," kata Arsul.

Sebelumnya, KPK pada Sabtu siang, telah menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka kasus suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. Diduga Romahurmuziy menerima dana sekitar Rp 300 juta, untuk membantu meloloskan seleksi. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Nirina Zubir Ceritakan Kronologi Ibunya Meninggal
Nirina Zubir mengaku bersyukur ketikan menemukan ibunya Cut Indria Martini yang meninggal dunia di rumahnya.