UNTUK INDONESIA
Kades di Sumut Perintahkan Warganya Jadi Pengemis
Pjs Kades di Kabupaten Batubara izinkan warganya jadi peminta-minta di Pematangsiantar.
RG, 14 tahun dan HS, 15 tahun. Keduanya merupakan warga Jalan Sri Tanjung, Dusun VIII, Desa Bagan Dalam, Kabupaten Batubara, saat datang ke Pematangsiantar, Jumat 24 Januari 2020. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Pematangsiantar - Pjs Kepala Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, menyetujui warganya menjadi peminta sumbangan. 

Hal itu diketahui setelah dua anak di bawah umur datang meminta-minta di Pematangsiantar, Jumat 24 Januari 2020.

Dua anak itu yakni, RG, 14 tahun dan HS, 15 tahun. Keduanya merupakan warga Jalan Sri Tanjung, Dusun VIII, Desa Bagan Dalam, Kabupaten Batubara. 

Dalam surat perintah tugas tersebut, Pjs Kepala Desa Bagan Dalam Zulaika, memberikan tugas kepada NU, 45 tahun, Ibu kandung RG.

Selanjutnya NU memberikan tugas kepada anaknya itu untuk mengutip dana bantuan kepada donatur untuk keperluan anak yatim. Surat dengan tanda tangan Zulaika tersebut dengan masa berlaku 19 Desember 2019 hingga 19 April 2020.

Dengan kop surat Pemerintah Kabupaten Batubara, Kecamatan Tanjung Tiram, Kantor Kepala Desa Bagan Dalam, RG dan kedua saudaranya dinyatakan berasal dari keluarga kurang mampu.

Kita baru ada pelantikan kepala desa itu kemarin, mungkin itu Pjs yang lama

"Uda dua minggu kami kek gini (meminta-minta,red) Bang. Tiap hari balek pulang pergi ke kampung naik mobil Sepadan," kata RG di salah satu kafe di Pematangsiantar.

perinta tugas mengemisSurat perintah tugas Pjs Kepala Desa Bagan Dalam, Zulaika kepada warganya untuk mengutip sumbangan. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

RG mengaku membawa temannya HS untuk menemani meminta-minta di Pematangsiantar. "Bapak udah ninggal, kami dua udah ga sekolah lagi, ga ada uang orangtua," ucap keduanya mengaku putus sekolah saat duduk di bangku SMP.

Dengan membawa tas sandang dan map surat perintah tugas, keduanya meminta-minta berpindah tempat. "Pindah-pindah, kalau udah jam 2 siang kami balek ke kampung. Mau dapat Rp 100 ribu mau lebih Bang. Uangnya kami kasih Mamak, Mamaklah yang nanti ngasih kami uang jajan dan ongkos," kata mereka.

Setiap hari, keduanya pun mengaku meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Tiap hari lah kek gini Bang. Supaya ada makan kami di kampung," tandas keduanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Batubara Andri Rahadian, mengaku baru mendengar informasi tersebut.

"Saya baru tau juga ini. Kita baru ada pelantikan kepala desa itu kemarin, mungkin itu Pjs yang lama. Mungkin karena Pj itu dia ngga ngerti mungkin," kata dia lewat sambungan seluler kepada Tagar.

"Makasih infonya, nanti akan kita teruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk pembinaan," pungkas Andri. []

Berita terkait
Menghias Gereja Katolik di Siantar untuk Misa Imlek
Dua wanita tengah menghias gereja Katolik di Jalan Sibolga, Pematangsiantar, untuk persiapan ibadah perayaan Imlek.
Angpau dan Pengemis Musiman di Wihara Dharma Bhakti
Pengemis musiman di Wihara Dharma Bhakti mengharapkan angpau dari warga Tionghoa yang sedang merayakan Imlek.
Anak-anak Pengemis Jalanan Rentan Terseret Kriminal
Kondisi kehidupan anak-anak yang jadi pengemis di jalanan menyebabkan anak-anak tumbuh dewasa sebelum waktunya yang berimbas pada kriminalitas
0
Begal Sadis di Makassar Ditembak Polisi
Pelaku begal sadis yang sering melukai korbannya dalam menjalankan aksinya ditangkap Polsek Tamalanrea Makassar dan Tim Pegasus Jeneponto.