UNTUK INDONESIA

Jokowi Diminta Pilih Kapolri yang Bisa Deteksi Dini Potensi Ancaman

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyerahkan lima nama jenderal bintang tiga Polri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara terkait tragedi tewasnya empat (4) orang warga Sigi dan enam (6) laskar pengawal Habib Rizieq Shihab. (foto: Tagar/YouTube Sekretariat Presiden).

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyerahkan lima nama jenderal bintang tiga Polri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama-nama itu akan dipilih untuk menggantikan posisi Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri.

Mereka adalah, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Edy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafly Amar.

Mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini potensi ancaman yang semakin kompleks dan asimetris dan mengatasinya jika sudah menjadi gangguan keamanan

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Melihat itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta memberikan beberapa poin penting untuk mendapatkan posisi tersebut.

Menurutnya, sosok Kapolri pengganti Idham Azis harus memiliki rekam jejak baik, pengalaman kerja komprehensif, dan kemampuan manajerial terutama untuk memimpin organisasi Polri yang cukup besar.

"Diterima oleh internal Polri dan mampu mengayomi dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sipil," kata Stanislaus kepada Tagar, Senin, 11 Januari 2021.

Dia menegaskan, hal yang terpenting adalah mempunyai kemampuan deteksi dini potensi adanya ancaman yang dapat mengganggu keamanan negara.

"Mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini potensi ancaman yang semakin kompleks dan asimetris dan mengatasinya jika sudah menjadi gangguan keamanan," ujarnya.

Pandangannya, dari kelima orang yang sudah diusulkan tersebut, Komjen Pol Gatot Edy Pramono mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Sebab, Gatot pernah menjabat di daerah yang rawan akan adanya potensi ancaman.

"Kelimanya pasti mampu, tapi yang paling dominan tentu yang pernah menduduki jabatan strategis di daerah yang potensi ancaman dan dinamikanya tinggi seperti pernah di Polda Metro Jaya seperti Komjen Gatot Eddy Pramono," tuturnya.

Kendati demikian, dia berharap Presiden Jokowi dapat memberikan pilihan kepada sosok yang mampu melindungi dan mengayomi masyarakat Indonesia.

"Diharapkan yang dipilih presiden adalah perwira tinggi Polri yang mampu melindungi dan mengayomi masyarakat, serta mampu membawa organisasi Polri lebih solid dan sesuai dengan slogannya profesional, modern dan terpercaya," ucap Stanislaus.[]

Berita terkait
Listyo Sigit Prabowo, Calon Kapolri yang Dekat dengan Ulama
Listyo Sigit Prabowo salah satu dari lima calon Kapolri ini berdasarkan perjalanan karirnya menunjukan kedekatannya akan para ulama.
Profil Gatot Eddy Pramono, Dijagokan Calon Kapolri
Gatot Eddy Pramono menjadi salah satu calon kuat Kapolri pengganti Idham Azis. Ia berpengalaman di bidang reserse.
Daftar Harta Kekayaan 5 Calon Kapolri
Berikut ini daftar kekayaan dari kelima calon Kapolri pengganti Idham Azis yang telah diusulkan Kompolnas kepada Jokowi.
0
ASN Aceh Dilarang Hadiri dan Gelar Pesta Perkawinan
Pemerintah Aceh mengeluarkan intruksi untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menyelenggarakan dan menghadiri pesta perkawinan.