Ini Profil Deutsche Sekuritas Indonesia yang Kini Tinggal Kenangan

Deutsche Sekuritas Indonesia merupakan Perusahaan Efek penjamin emisi atau kegiatan lain sesuai dengan ketentuan pengawasan pasar modal.
Deutsche Securities Indonesia. (Foto:tagar/The investor)

Jakarta - Deutsche Sekuritas Indonesia (DSI) merupakan Perusahaan Efek (broker-dealer), penjamin emisi (underwriter), atau kegiatan lain sesuai dengan ketentuan pengawas pasar modal. Perusahaan jenis ini memiliki izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dari Otoritas Jasa Keuangan.

Tersebar dibeberapa negara, Deutsche Sekuritas didirikan pada tahun 1990 di Indonesia, Perusahaan Sekuritas asal Jerman ini merupakan anak dari Deutsche Bank yang berdiri sejak tahun 1969. Diawal tahun 2019, nilai transaksi perdagangan yang diperantarai Deutsche Sekuritas Indonesia mencapai Rp 66,06 triliun.

Jumlah tersebut setara 2,83 % dari total nilai transaksi perdagangan seluruh anggota bursa pada periode yang sama. Volume transaksinya kala itu sebanyak 20,8 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,78 kali.

Hal itu menempatkan Deutsche Sekuritas Indonesia berada di urutan sembilan dalam daftar broker dengan nilai transaksi tertinggi. Peringkat tersebut tak berubah dari posisi terakhir pada tahun 2018.

Namun tercatat sejak 17 April 2020, Deutsche Sekuritas dinyatakan resmi mengundurkan diri sebagai anggota bursa. Hal ini terjadi akibat persaingan bisnis, baik di dalam negeri ataupun secara global.

Akibatnya, Bursa Efek Indonesia mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) perusahaan dengan berdasarkan surat pengumuman Bursa yang ditandatangani oleh Direktur BEI Kristian S. Manullang dan Laksono W. Widodo tersebut dijelaskan bahwa Deutsche Sekuritas Indonesia mendapatkan SPAB bernomor 236/JATS/BEJ.ANG/12-2004 tanggal 9 Desember 2004.

Deutsche Bank AG sebagai induk dari Deutsche Sekuritas melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai besar-besaran pada 2019 dengan memangkas sebanyak 18 ribu pegawai atau 20% dari total pegawainya.

Hal tersebut merupakan bagian dari strategi reorganisasi yang akan menelan biaya 7,4 miliar euro atau US$ 8,3 miliar (sekitar Rp 117 triliun) dalam tiga tahun. 

Dalam reorganisasi bisnisnya, Deutsche Bank akan membentuk divisi bisnis baru yakni corporate banking yang merupakan gabungan dari bisnis global transaction bank dan perbankan komersial, serta keluar dari bisnis perdagangan saham dan ekuitas yang kebanyakan dilakukan di kantor London dan New York.

Pemangkasan pegawai juga dilakukan di divisi perdagangan saham (shares trading) di London, New York, Tokyo, Sydney, dan Hong Kong. Deutsche Bank melakukan upaya restrukturisasi secara bertahap sejak 2015 karena terus membukukan kerugian.

Pada tahun 2015, perusahaan ini memiliki karyawan sebanyak mencapai 101,1 ribu orang. Lalu, Deutsche Bank mulai mengurangi jumlah karyawan di tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari restrukturisasi.

Terakhir, Deutsche Bank mengumumkan hanya akan mempekerjakan pegawai sebanyak 74 ribu orang pada 2020. Deutsche Bank juga menargetkan penurunan cost to income ratio (CIR) menjadi 70 %. Sejak 2015 hingga 2018, CIR Deutsche Bank mendekati 100 % dengan CIR tertinggi pada 2015, yakni sebesar 115,3 %.

Kini Deutsche Sekuritas Indonesia tidak lagi eksis dan hanya terdapat sedikit jejak peninggalan digital pada Deutsche Sekuritas yang mengakhiri perjalanannya dengan baik.

(Fasya Aldiza Mutasyifa)

Berita terkait
Profil Perusahaan CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Kode Broker YU
CGS-CIMB adalah suatu perusahaan yang didirikan dengan akte pendirian NO. 176, tanggal 26 Oktober 2005. Berikut selengkapnya tentang profil.
Cari tahu, Apa Arti Perusahaan Sekuritas
Para perusahaan sekuritas terbaik biasanya akan memperkerjakan para analisnya yang handal dan kredibel dalam bidang saham.
Cara Membuka Rekening Saham Panin Sekuritas
Jika kamu belum begitu melek soal investasi saham, kamu bisa menggunakan jasa perusahaan sekuritas.
0
Ini Profil Deutsche Sekuritas Indonesia yang Kini Tinggal Kenangan
Deutsche Sekuritas Indonesia merupakan Perusahaan Efek penjamin emisi atau kegiatan lain sesuai dengan ketentuan pengawasan pasar modal.