UNTUK INDONESIA
Industri Rokok dan Tembakau di Indonesia Kian Berat
Industri rokok dan tembakau di Indonesia semakin berat. Sebelum pandemi saja, sudah 544 pabrik rokok tutup. Berikut usulan ke pemerintah.
Forum diskusi bertajuk Menilik Regulasi Industri Hasil Tembakau di Era Kenormalan Baru pada Selasa, 15 September 2020 di Sleman. (Foto: Istimewa)

Sleman - Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM SPSI), Sudarto mengatakan, perekonomian berat sedang dihadapi Indonesia, termasuk pabrik rokok. Sebelum pandemi, tepatnya dalam kurun waktu 2012 sampai 2018, sebanyak 544 pabrik rokok di Indonesia harus tutup.

Untuk itu dia menilai langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 harus tepat, jangan sampai tidak nyambung. Hal itu ia ungkapkan saat forum diskusi bertajuk Menilik Regulasi Industri Hasil Tembakau di Era Kenormalan Baru pada Selasa, 15 September 2020 di Sleman.

"Kondisi pandemi ini menyebabkan IHT terpukul dan berdampak pada pengurangan pekerja. Jangan sampai tidak nyambung, program stimulan pemerintah yang bertujuan membangkitkan ekonomi tapi justru membuat regulasi lain yanh menghambatnya," ungkapnya.

Baca Juga:

Pemerintah Indonesia, menurut Sudarto harusnya memberikan keadilan bagi para pelaku industri hasil tembakau. ‎Keadilan yang dimaksud adalah memberikan peluang seluas-luasnya bukan malah memperberat keadaan.

"Rencana regulasi di bidang IHT serta rencana revisi PP 109 tahun 2012 tentu membuktikan jika pemerintah tidak memberikan keadilan kepada pelaku IHT. Harusnya diberi peluang bukan malah memperberat," jelasnya.

Sebelum pandemi berlangsung, kondisi IHT dinilai Sudarto sudah cukup memberatkan. Pasalnya kenaikan cukai para produk rokok setiap tahun membuat sejumlah pabrik rokok gulung tikar lantaran produk tidak maksimal terjual yang berujung pada pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja.

Rencana regulasi di bidang IHT serta rencana revisi PP 109 tahun 2012 tentu membuktikan jika pemerintah tidak memberikan keadilan kepada pelaku IHT.

"Bahkan revisi PP 109 itu akan meminta gambar peringatan bahaya merokok diperluas pada bungkus rokok yang jelas itu nanti akan mematikan industri hasil tembakau," tandasnya.

Baca Juga:

Dia mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2012 hingga tahun 2018, sebanyak 544 pabrik rokok di Indonesia harus tutup. Jika dalam satu perusahaan terdapat sedikitnya 200 karyawan, maka dalam kurun waktu enam tahun terdapat 108 ribu pekerja yang di-PHK. "Belum lagi beberapa anggota di internal kami sekitar 68 ribu yang sudah mengudurkan diri dari lantaran sudah tidak bekerja di industri rokok," terangnya.

Sudarto meminta pemerintah untuk mencermati kembali penerapan regulasi, revisi PP maupun kenaikan cukai. Dengan menurunnya minat daya beli masyarakat akibat pandemi, industri tidak bisa bergerak lebih luas lantaran barang atau produknya tidak terbeli.

"Kami meminta pemerintah menunda dulu semua hal itu dan fokus dulu pada penanganan pandemi. Agar ekonomi kembali menggeliat dan daya beli masyarakat meningkat," tegasnya.

Baca Juga:

Sementara, Ketua AMTI, Budiono menuturkan petani tembakau dan cengkeh juga ikut terdampak akibat melemahnya IHT. Pasalnya, karena menurunnya daya beli, membuat pabrik pabrik rokok tidak banyak melakukan produksi dan hasil panen jadi tidak terserap maksimal.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, kebijakan kenaikan cukai pada tahun lalu membuat produk rokok turun 15 persen atau sekitar 55 miliar batang dari total produksi sebelumnya 350 miliar batang. "Jika satu batang berisikan satu gram tembakau, hitungan kami sekitar 55 ribu hektare lahan yang tidak terserap," imbuhnya.

Budiono meminta pemerintah untuk fokus pada penanganan pandemi Covid-19 hingga ekonomi benar-benar bisa pulih. "Ini sebagai upaya penyelamatan ekonomi para pekerja selama pandemi," tuturnya. []

Berita terkait
Menunggu Pagi di Kebun Tembakau Posong Temanggung
Kawasan perkebunan tembakau di Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, memiliki pemandangan yang eksotis, khususnya saat matahari terbit.
Petani Tembakau di Rembang Kekurangan Pupuk Subsidi
Petani tembakau di Rembang mengeluhkan kuota pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Industri Tembakau Sukses, Petani Jateng Gigit Jari
Kesejahteraan petani tembakau di Jateng berbanding terbalik yang didapat industri. Mereka akhirnya banyak beralih ke petani multikultur.
0
Industri Rokok dan Tembakau di Indonesia Kian Berat
Industri rokok dan tembakau di Indonesia semakin berat. Sebelum pandemi saja, sudah 544 pabrik rokok tutup. Berikut usulan ke pemerintah.