TAGAR.id, Jakarta - Pemerintah Jepang dan UNICEF memberikan secara gratis untuk Pemerintah Indonesia sebanyak 300 unit mesin pendingin vaksin Covid-19, 50 ruang pendingin vaksin dan perangkat pemantauan suhu jarak jauh untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di seluruh Indonesia.
Bantuan ini diterima secara simbolis oleh Budi Gunadi selaku Menteri Kesehatan RI, di Jakarta International Container Terminal (JICT) pada Minggu, 26 Juni 2022.
Budi menjelaskan ketersediaan logistik berupa fasilitas penyimpanan vaksin bersuhu dingin telah berkontribusi sebesar 15 persen untuk persiapan negara dalam memenangkan peperangan menghadapi pandemi Covid-19.
Ia juga menjelaskan bahwa tempat penyimpanan vaksin yang dimiliki Indonesia, di antaranya sebanyak 44 unit jenis ultra cold storage merupakan transaksi pembelian dari UNICEF melalui Fasilitas COVAX.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji mengatakan bantuan mesin pendingin akan dikirimkan ke Indonesia secara bertahap. Tahap pertama telah tiba di Jakarta dua hari lalu.
Selanjutnya, mesin pendingin tersebut akan didistribusikan ke 34 pusat penyimpanan vaksin yang tersebar di 7 provinsi dan 27 kota/kabupaten untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.
- Baca Juga: Australia Mengawali Tahun 2022 dengan Catatkan Rekor Kasus Covid-19
- Baca Juga: Indonesia Targetkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap 2022
Ia juga mengatakan, peralatan rantai dingin berkualitas tinggi akan membantu masyarakat rentan mendapatkan vaksinasi dan berkontribusi terhadap penguatan sistem kesehatan Indonesia.
"Pemerintah Jepang juga telah berkomitmen mendukung Indonesia dengan serangkaian peralatan rantai dingin, termasuk 50 cold room untuk penyimpanan vaksin secara aman dan alat pemantauan suhu secara jarak jauh untuk memastikan vaksin senantiasa tersimpan pada suhu yang tepat," ujarnya.
Menkes Indonesia, Budi Gunadi yang mengatakan bahwa ketersediaan cold chain equipment di Indonesia dihadapkan pada penggunaan serta perawatan mesin yang kurang baik dan benar.
Hal ini mengakibatkan banyaknya mesin yang cepat rusak dengan masa penggunaan sangat singkat, berkisar 3 sampai 4 tahun sejak tanggal pengadaan.
- Baca Juga: Dirjen WHO Tolak Asumsi Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2022
- Baca Juga: Dana Desa 2022 untuk Penanganan Kemiskinan Akibat Covid-19
Lantaran hal tersebut, Menkes ingin adanya bantuan ini dapat dibarengi dengan pendampingan dan pelatihan dari Pemerintah Jepang, sehingga bantuan peralatan yang diberikan kepada Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik.
Sementara itu, Perwakilan sementara UNICEF Robert Gass mengatakan, Jepang juga akan mendukung pelatihan untuk pegawai pemerintah dan tenaga kesehatan yang akan bertugas mengoperasikan dan memelihara peralatan rantai dingin.
(Aldila Daradinanti)