UNTUK INDONESIA
Ibunya Dicopot dari Kadis, Pria Labuhanbatu Mengamuk
Diduga tidak terima jabatan ibunya dicopot, anak kandung eks kadis di Labuhanbatu, mengamuk.
Dua kaca jendela kantor DP3A Kabupaten pecah akibat ulah anak mantan kadis yang tidak terima ibunya dicopot.(Foto: Tagar/Habibi)

Labuhanbatu - Diduga karena tidak terima jabatan ibunya dicopot, anak kandung eks Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mengamuk, Kamis 30 Januari 2020.

Pelaku bernama Musaddat Habibi, 30 tahun, melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas, seperti memecahkan kaca jendela kantor yang beralamat di Jalan Adam Malik.

Datang bersama ibunya, Hernida Rambe sebagai mantan kadis, Musaddat Habibi meluapkan amarahnya di sana.

"Datang dia (Musaddat Habibi) sama ibunya, Hernida Rambe mantan Kadis DP3A ngamuk-ngamuk. Tak terima dia jabatan mamaknya dicopot, dipecahkannya kaca jendela kantor," kata Syaipul, ajudan Kepala DP3A, Tinur Bulan kepada sejumlah awak media.

Iya memang, ya anakku emosi aku dicopot

Menurut Syaipul, Musaddat melontarkan bahasa kasar, saat mengamuk. Sementara, Hernida sempat bertengkar dengan kadis yang baru. Beruntung personel Satpol PP datang dan ibu anak itu pun pergi dengan menaiki mobil.

Hernida dikonfirmasi terkait kejadian brutal yang dilakukan anaknya, membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya memang, ya anakku emosi aku dicopot. Bayangkanlah akunya kadis kenapa si Bulan di ruanganku di situ," katanya.

Dia mengakui baru-baru ini ada pelantikan pejabat eselon dua, namun dirinya tidak diundang. 

"Tahu-tahu si Bulan pulak yang menggantikan posisi saya. Mungkin lebih banyak uangnya," cerocosnya. []

Berita terkait
Lajang Tua Tewas Gantung Diri di Labuhanbatu
Seorang pria lajang tua di Kabupaten Labuhanbatu tewas gantung diri.
Penganiaya Dua Anak di Labuhanbatu Berniat Membunuh
Korban penganiayaan menuturkan pengalamannya ketika dihajar oleh keluarga pengusaha minyak di Kabupaten Labuhanbatu.
2 Anak Korban Persekusi di Labuhanbatu, 1 Anak Yatim
Salah satu anak korban persekusi pengusaha di Kabupaten Labuhanbatuternyata seorang anak yatim.
0
Verifikasi MBR, Alasan Risma Belum Salurkan Bansos
Saat ini sudah 65.925 KK yang sudah diverifikasi oleh Pemkot Surabaya untuk nantinya mendapatkan Bansos dari Kemensos.