HONF Mengamplifikasi Frekwensi Jupiter dan Saturnus

Fenomena alam dan antariksa selama 2020 yang spektakuler adalah konjungsi Jupiter dan Saturnus dalam satu baris lurus dari Bumi.
Para musisi eksperimental ini secara bergantian tampil di panggung yang disetting menjadi sebuah antena. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Berbagai fenomena alam dan antariksa menghiasi selama tahun 2020 ini. Puncak fenomena antariksa yang spektakuler adalah yang terjadi pada 21 Desember 2020, di mana konjungsi Planet Jupiter dan Planet Saturnus dalam satu garis lurus dari Planet Bumi.

Venzha Christ, inisiator dan co-founder House of Natural Fiber (HONF) Foundation mengatakan, Desember 2020 tepatnya tanggal 21 adalah peringatan dan anniversary HONF Foundation ke-21 tahun. "Ini momentum special karena tepat pada tanggal tersebut terjadi fenomena antariksa yang hanya terjadi 400 tahun sekali, yaitu sebuah konjungsi Planet Jupiter dan Planet Saturnus dalam satu garis lurus dari Planet Bumi," katanya dalam keterangan pers, Kamis, 31 Desember 2020.

Baca Juga:

Menurut dia, peristiwa yang disebut The Great Conjunction atau Konjungsi Agung Jupiter-Saturnus ini adalah perisitiwa sejajarnya planet Jupiter dan Saturnus dalam satu garis bujur ekliptika yang sama, sehingga seakan-akan berkumpul di lokasi yang sama jika di lihat dari Bumi.

Peringatan ini sekaligus menandai akhir tahun 2020 dalam situasi protokol ketat masa pandemi dengan sebuah perhelatan musik experimental berbagai genre yang juga di unggah secara online. HONF Foundation menempatkan beberapa antena penangkap signal tersembunyi dalam konstruksi panggung yang seluruhnya dibuat dari konstrusi rigging besi.

Perpaduan ini kemudian ditampilkan dalan bunyi-bunyian dengan deretan performer dan musisi elektronik secara bergantian. Acara ini diberi nama Jupiter Saturn Great Conjuction - 21 Year HONF Foundation. Para musisi elektronik dan eksperimental yang diundang untuk ikut dalam kolaborasi ini adalah: WVLV, Kenya, Soba Studio, Mahamboro, Pesona Paranxtritis, Wachid, Heruwa, Metzdub, 8Digit, ELECTROCORE, Adi JPP, TamaT, Ayash, t1mpuk, Galih K, Dansfutura, Indra Menus, dan HONF Family.

Gelombang ini kemudian disimulasikan secara acak dan memakai peralatan sederhana yang diamplifikasi sedemikian rupa menjadi suara eksperimental.

Para musisi eksperimental ini secara bergantian tampil di panggung yang disetting menjadi sebuah antena dalam durasi masing-masing 25 menit secara acak dari berbagai genre. 

Frekwensi dari Planet Jupiter dan Saturnus yang ditangkap secara tersembunyi oleh beberapa antena nyaris tidak terdengar karena bekerja dalam range VLF (very low frequency). "Gelombang ini kemudian disimulasikan secara acak dan memakai peralatan sederhana yang diamplifikasi sedemikian rupa menjadi suara eksperimental," kata Venzha.

Baca Juga:

Pria yang juga direktur dari ISSS - Indonesia Space Science Society ini menambahkan bahwa kegiatan ini juga secara tidak langsung meningkatkan minat dan atensi masyarakat terhadap dunia seni dan sains antariksa. Dalam proyek kolaborasi tersebut Venzha Christ membangun panggung khusus yang dibangun 4m x 3m dan tinggi 3m yang juga sekaligus dijadikan semacam tetris cahaya yang juga bisa difungsikan sebagai sebuah antena eksperimen.

Dia mengatakan, dari berbagai fenomena alam dan antariksa tersebut, HONF Foundation mencoba bereksperimen dengan suara dan frekwensi yang dihasilkan ketika Planet Jupiter dan Saturnus tersebut berkonjungsi dalam satu garis yang hampir lurus, yang dalam ilmu astronomi dikenal dengan nama The Great Conjunction. []

Berita terkait
VMARS, Jawaban Indonesia dalam Eksplorasi Planet Mars
Proyek VMARS menjadi jawaban Indonesia kepada dunia untuk turut serta dalam eksplorasi Planet Mars. Berikut penjelasannya.
Mars Akan Berada Dekat dengan Bumi pada 6 Oktober 2020
Kedekatan Mars dengan Bumi ini akan menjadi momen terdekat dengan Bumi selama 15 tahun kedepan.
Fakta-fakta Menawan Planet Jupiter
Planet Jupiter pada orbit berada pada urutan kelima dalam susunan tata surya. Jupiter merupakan planet raksasa.
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan