UNTUK INDONESIA
VMARS, Jawaban Indonesia dalam Eksplorasi Planet Mars
Proyek VMARS menjadi jawaban Indonesia kepada dunia untuk turut serta dalam eksplorasi Planet Mars. Berikut penjelasannya.
Proyek simulasi wahana misi pelatihan hidup di Planet Mars. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Hampir semua negara besar sangat aktif memberikan ekslorasi ruang angkasa serta perkembangan industri antariksa. Space Agency dan beberapa negara yang sudah menjadikan Mars sebagai proyek utama mereka yaitu Amerika (NASA), Uni Emirat Arab (UAESA), Rusia (ROSCOSMOS), India (ISRO), Uni Eropa ESA), Jepang JAXA), Cina (CNSA), dan akan menyusul yang lainnya.

Lantas bagaimana Indonesia? Indonesia Space Science Society (ISSS) akan membuat wahana misi pelatihan hidup di Planet Mars, yang biasa disebut Analog Mars, bernama VMARS - v.u.f.o.c Mars Analog Research Station.

Direktur ISSS Venzha Christ sebagai VMARS direncanakan memulai pembangunannya pada akhir 2020 dan akan memulai proyek simulasi pertamanya pada pertengahan 2021. Tempat yang dipilih di Yogyakarta. Saat ini sedang melakukan peluncuran VMARS dalam sebuah perhelatan pameran internasional bernama Bangkok Art Biennale - BAB2020 29 Oktober 2020 - 31 January 2021.

Sekaligus sudah memikirkan penerapan sebuah teknologi dan kekayaan materi atau sumber daya (SDA maupun SDM) di Indonesia.

Penggagas ide awal pusat pelatihan hidup di Planet Mars ini mengatakan, tujuan utama proyek Simulasi Mars ini, ISSS sudah mempunyai beberapa poin penting untuk dikomunikasikan dengan publik secara luas. "Sekaligus sudah memikirkan penerapan sebuah teknologi dan kekayaan materi atau sumber daya (SDA maupun SDM) di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Oktober 2020.

VMARSProyek simulasi wahana misi pelatihan hidup di Planet Mars. (Foto: Istimewa)

Venzha Christ menjelaskan VMARS menjadi Analog Mars yang unik dan berbeda dengan Analog Mars yang ada di beberapa tempat di dunia. Alasannya VMRS menggali lebih jauh tentang potensi Indonesia untuk menjadikan keanekaragaman hayati yang ada. Keunikan program VMARS setidaknya ada tiga poin.

Pertama, Fokus pada penelitian "Terraforming" dengan nama V-TF. Istilah “terraforming Mars” mengacu Mars dapat diubah sedemikian rupa sehingga dapat menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. VMARS akan mempelajari cara dan alternatif hipotesa yang sampai saat ini masih merupakan polemik bagaimana cara manusia Bumi untuk men-terraforming Mars.

Kedua, Pengenalan tentang "Space Farming" dengan nama V-SFM. Space Farming adalah usaha manusia beserta teknologinya untuk membuat aktivitas pertanian dan menanam untuk memenuhi kebutuhan makanan di ruang angkasa. VMARS akan bekerja sama dengan peneliti dan pakar dalam menciptakan inovasi bidang Space Farming ini.

Baca Juga:

Ketiga, Menciptakan kreasi alternatif "Space Food" dengan nama V-SF. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan luar angkasa telah digunakan oleh berbagai negara yang terlibat dalam program luar angkasa sebagai cara untuk berbagi dan memamerkan identitas budaya mereka dan memfasilitasi komunikasi antar budaya. VMARS akan mengumpulkan banyak ide dari berbagai penelitian komunitas, praktisi, maupun universitas tentang Space Food ini dalam tataran riset dalam negeri.

Venzha Christ mengatakan, selain fokus pada tiga poin di atas, selama mengikuti program VMARS, ada banyak kegiatan dan pembelajaran berupa pengalaman baru yang sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari di bumi.

Dalam riset dari tim VMARS menyebutkan bahwa Indonesia dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) mempunyai peluang yang cukup besar dan unik dalam menyumbang partisipasinya pada ranah eksplorasi ruang angkasa. Indonesia bisa mensejajarkan diri dan berkolaborasi dengan negara lain dan space agency dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

"VMARS kemungkinan akan menjadi cikal bakal sebuah jembatan unik berkolaborasi dalam pencapaian bidang teknologi antariksa dan pengembangan pengetahuan luar angkasa di Tanah Air," ungkapnya. []

Berita terkait
VMARS, Pelatihan Hidup ala Planet Mars di Yogyakarta
Pelatihan hidup ala Planet Mars segera hadir di Yogyakarta. Proyek ini dipelopori oleh Indonesia Space Science Society.
Mars Akan Berada Dekat dengan Bumi pada 6 Oktober 2020
Kedekatan Mars dengan Bumi ini akan menjadi momen terdekat dengan Bumi selama 15 tahun kedepan.
Wisata Antariksa Mulai 2020, Tarif Rp 3,52 Miliar
Para wisatawan dunia pada 2020 akan ditantang dengan hadirnya wisata anti mainstream yakni berwisata ke luar angkasa.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.