Indonesia
Hidayat Nur Wahid, Politisi PKS Lolos ke Senayan?
Hidayat Nur Wahid disebut-sebut bakal melenggang lagi ke Senayan lewat bendera PKS.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (Foto: Nuranisa Hamdan Ningsih)

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, disebut-sebut bakal melenggang lagi ke Senayan. Dia diprediksi meraup suara cukup dapil DKI Jakarta II untuk mengantarkannya kembali duduk di DPR.

Hal itu diungkap Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa Amalia saat dikonfirmasi Tagar terkait siapa saja politisi PKS yang diprediksi lolos pada kancah Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Insha Allah dr. Hidayat Nur Wahid terpilih lagi," kata Ledia melalui keterangan tertulis pada Kamis 25 April 2019.

Ledia kemudian berbicara tentang kemungkinan sejumlah nama caleg dari dapil Jabar lolos ke Senayan. Di tengah keyakinannya, Ledia enggan menyebutkan nama siapa yang kira-kira bakal melenggang ke DPR.

"Kalau itu, kita nggak akan mendahului KPU lah. Insha Allah semua dapil terisi, plus beberapa nama lainnya," ujar Ledia.

"Nggak enak kalau kita tulis prediksi tapi masih harus ngawal di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) nya. Masih banyak kecamatan yang belum selesai," tambah Ledia.

Tagar kemudian mencoba menghubungi Hidayat Nur Wahid yang sedang berada di Surabaya, Jawa Timur terkait peluangnya kembali ke DPR. Namun, hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan belum memberikan respons.

Hidayat Nur Wahid diketahui merupakan salah satu deklarator Partai Keadilan (PK), embrio awal Partai Keadilan Sejatera (PKS). Waktu itu, dia juga sempat duduk sebagai Presiden Partai Keadilan periode tahun 2000-2004.

Sempat digadang-gadang bakal diusung sebagai calon presiden Indonesia, pria yang akrab dipanggil HNW itu justru mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR pada pileg 2004. Kala itu, ia menang mutlak dengan perolehan tertinggi di dapilnya sebanyak 262.019 suara.

Lolos ke parlemen, HNW kemudian diajukan sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), lewat Koalisi Kerakyatan yang diusung fraksi PKS, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Meski kembali terpilih ke DPR pada Pileg 2009 mewakili dapil Jawa Tengah V, HNW tidak lagi menjabat sebagai Ketua MPR. Posisi tersebut dijabat oleh Taufik Kiemas dari partai PDIP.

HNW kemudian diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada tahun 2012, setelah sempat menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR sepanjang 22 Oktober 2009 hingga 22 Mei 2012.

HNW yang berpasangan dengan kader PAN Didiek J Rachbini harus tumbang di pilkada putaran pertama. Sementara di penghujung kompetisi, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok memenangi kontestasi Pilkada DKI Jakarta waktu itu.

Baca juga:

Berita terkait
0
Wiranto Ungkap Hubungan Khofifah dengan Gubernur Papua
Wiranto menjelaskan isi percakapan Khofifah dengan Gubernur Papua Lucas Enembe terkait penggerudukan yang berujung kericuhan di Manokwari.