UNTUK INDONESIA
Hari Pahlawan, Putra Bung Tomo Ajak Gali Nilai Juang
Bambang Sulistomo, putra pahlawan nasional Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo memberi pesan kepada generasi penerus jelang hari pahlawan.
Bung Tomo. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Bambang Sulistomo, putra pahlawan nasional Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo yang terkenal membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 memberi pesan kepada generasi penerus atau pemuda-pemudi Indonesia untuk menghadapi masa depan.

“Jika ingin berbicara atau melihat masa depan, setiap individu harus paham terlebih dahulu bagaimana cara mencapai tujuan dengan nilai-nilai dasar yang ada dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” kata Bambang di Jakarta, Sabtu, 9 November 2019 seperti dilansir dari Antara.

Kenapa mereka harus memahami UUD 1945, karena menurutnya tujuan nasional bangsa Indonesia penuh dengan nilai-nilai luhur kebangsaan. Keseluruhan nilai-nilai itu ada dalam pembukaan UUD 1945, mulai dari nilai kemanusiaan, kebhinekaan, pemberdayaan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan sebagainya.

Bambang SulistomoBambang Sulistomo putra pahlawan nasional Sutomo atau lebih dikenal Bung Tomo saat diwawancarai awak media massa terkait Hari Pahlawan. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Jika ingin berbicara atau melihat masa depan, setiap individu harus paham terlebih dahulu bagaimana cara mencapai tujuan dengan nilai-nilai dasar yang ada dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Untuk menghadapi masa depan, kata dia pemuda-pemudi Indonesia tentu harus menggali kembali nilai-nilai keluhuran bangsa. "Nilai-nilai keluhuran itu termasuk berjuang tanpa pamrih dan semangat pantang menyerah," tuturnya.

Berjuang dan meneruskan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan kini, menurutnya berbeda dengan dulu. "Kemerdekaan itu keadilan dan kemerdekaan itu memperjuangkan keadilan," tuturnya.

Sementara itu, dia mengatakan untuk paham-paham radikal yang mengingkari nilai-nilai kebersamaan, mengingkari kebhinekaan dan mengingkari nilai keadilan, hal itu harus dilawan.

Tapi radikal yang menegakkan keadilan, yang menegakkan kesejahteraan, kemakmuran, hukum dan semacamnya, itu harus diteladani. “Kalau bertentangan, baru dilawan," kata dia. []

Berita terkait
Ruhana Kuddus Jadi Pahlawan Nasional
Ruhana Kuddus ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi. Ruhana dikenal sebagai wartawati pertama di Indonesia.
Enam Tokoh Diberi Gelar Pahlawan oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional pada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa bagi Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Nurtanio, Pahlawan Sekelas BJ Habibie Pencipta Pesawat
Nama BJ Habibie bersinar di dunia dirgantara nasional. Reputasi pencipta pesawat serupa juga ditorehkan sosok bernama Nurtanio Pringgoadisuryo.
0
Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras
Polda Metro Jaya telah menyebar sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman cairan kimia terhadap dua pelajar SMPN 229 Jakarta.