Gus Menteri: Program ASN Mengabdi Desa, Ukur Problematika Desa

Gus Menteri mengatakan, kegiatan ASN mengabdi desa agar ASN ikut turun ke desa menggali informasi, mendampingi dan ikut merasakan hidup di desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Foto:Tagar/Kemendes PDTT)

Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan memulai program kegiatan yang bertema “ASN Mengabdi Desa” di Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Minggu, 28 Maret 2021.

Terkait hal itu, sejumlah persiapan dilakukan oleh Kemendes PDTT, salah satunya memberikan pembekalan kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pusat Latihan Pegawai ASN, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendes PDTT.

SDGs Desa jika dinarasikan oleh problematika adalah satu konsep pembangunan yang bisa dijadikan untuk menggali, mengukur, mencari berbagai permasalahan yang kadang kalanya kepala desa tidak sadar bahwa di desanya memiliki masalah.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat meninjau lokasi pembekalan menyampaikan kepada para pegawai ASN, bahwa pelaksanaan program kegiatan ASN Mengabdi Desa bertumpu pada optimalisasi implementasi SDG desa.

"Pada tahun ini kita fokus implementasi SDGs Desa supaya arah pembangunan desa-desa kita di Indonesia itu betul-betul fokus pada berbagai permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh seluruh desa,“ tutur pria yang akrab disapa Gus Menteri itu berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Rabu, 24 Maret 2021.

“Tetapi kadangkala tidak dirasakan. SDGs Desa jika dinarasikan oleh problematika adalah satu konsep pembangunan yang bisa dijadikan untuk menggali, mengukur, mencari berbagai permasalahan yang kadang kalanya kepala desa tidak sadar bahwa di desanya memiliki masalah," sambungnya.

Gus Menteri menegaskan, kegiatan ini juga untuk menyatukan Kemendes PDTT dengan desa supaya tidak hanya berteori kemudian mendapat informasi. Tapi, juga harus turun ke desa kemudian menggali informasi, mendampingi proses sekaligus ikut merasakan kehidupan di desa.

Gus Menteri berharap kegiatan dengan tema ASN mengabdi desa yang dilakukan oleh ASN dalam waktu yang sudah ditetapkan untuk melakukan pendampingan bisa menyelesaikan dan mengkomunikasikan permasalahan yang ada di desa.

"Tidak banyak dan tidak rumit. Kalau satu personil mendampingi 11 desa dalam waktu 10 hari. Lalu dalam sehari bisa menyelesaikan 2 desa. Maka, cukup 5 atau 6 hari, 11 desa bisa terkomunikasikan. ASN sangat dibutuhkan oleh Desa. Jadi, damping mereka, mulailah untuk membaca dan menganalisis apa yang ada di desa, ini dilakukan agar terjadi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa," jelasnya.

Usai program kegiatan ASN Mengabdi Desa di Kabupaten Blitar, rencananya program ini akan dilanjutkan program kegiatan yang sama di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. []

Berita terkait
Gus Menteri: Program Desa Bersih Narkoba Sesuai SDGs Desa
Gus Menteri mengatakan, program Desa bersih narkoba yang digagas BNN sesuai dengan SDGs Desa goals ketiga, yaitu Desa Sehat dan Sejahtera.
Gus Menteri Pastikan Pendamping Desa Lebih Profesional
Gus Menteri menegaskan, Kementeriannya belum mengadakan rekrutmen Pendamping Desa lantaran ingin meningkatkan kualitasnya terlebih dahulu.
Langkah Gus Menteri Percepat Pembangunan Ekonomi Perbatasan
Gus Menteri mengatakan, tugasnya sekaitan dengan Pembangunan Kawasan Perbatasan yang berada di Kabupaten Sambas Kalbar dan Kabupaten Belu NTT.
0
Indonesia Kembangkan Industri Hijau Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sedang mengembangkan industri hijau terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan Utara sesuai visi RI.