UNTUK INDONESIA
Gerindra: Kapal Pelni Bisa Jadi RS Darurat Covid-19
Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo menyebut pemerintah bisa memanfaatkan transportasi seperti Kapal Pelni sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19.
Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar saat menyemprotkan cairan disinfektan di atas Kapal Pelni KM Lambelu di Pelabuhan Makassar. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Jakarta - Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo menyarankan kepada pemerintah agar dapat memanfaatkan transportasi seperti Kapal Pelni sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Menurut Bambang, bila pemerintah menggunakan Kapal sebagai RS Darurat, maka akan lebih efisien.

"Kenapa pemerintah tidak memanfaatkan kapal-kapal Pelni untuk RS Darurat karena hampir sebagian kapal Pelni saat ini tidak beroperasi dan tetap mendapatkan subsidi setiap tahun. Daya tampung per kapal sekitar 1.300-3.000 penumpang, sehingga jika 2 kapal saja sudah bisa menampung diatas 5.000 pasien Covid-19," kata Bambang kepada Tagar, Jumat, 10 April 2020.

Menurutnya, RS Darurat di Pulau Galang hanya berkapasitas 360 tempat tidur dan jauh dari pusat episentrum Covid-19 terutama di Jawa, khususnya di Jakarta. Sehingga, kata dia, akan berdampak membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk mobilisasi.

Ia menyebut penggunaan Kapal akan lebih hemat biaya. Selain itu, anggota DPR periode 2014-2019 ini menyebut pemerintah seharusnya memanfaatkan sanatorium penderita TBC yang jumlahnya sangat banyak untuk penderita Covid - 19 di seluruh Indonesia.

"Sanatorium ini dinilai cocok untuk rumah sakit sementara Covid-19 karena umumnya berada di dataran tinggi dan dekat pegunungan yang udaranya bersih dan sejuk," ucap Bambang.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, banyak PDP (pasien dalam pengawasan) dan ODP (orang dalam pengawasan) yang tinggal di daerah dengan ketinggian 500-600 meter di atas permukaan laut (mdpl) seperti Malang, Magetan dan Bandung, banyak yang dinyatakan sembuh.

"Kemungkinan ada hubungan antara kondisi udara sejuk dan bersih dengan percepatan penyembuhan penyakit Covid-19 yang menyerang paru-paru seperti TBC," ujar dia.

Bambang juga mengusulkan pemerintah agar memanfaatkan kompleks perkampungan atlet Hambalang yang terbengkalai untuk dijadikan rumah sakit darurat Covid-19.

Baca juga: Cahaya dalam Kegelapan, Lagu SBY Tentang Covid-19

Selain lokasinya berada di ketinggian 500-600 mdpl dan jauh dari pemukiman penduduk, kompleks Hambalang juga mudah diakses dari wilayah Jabodetabek yang menjadi episentrum wabah Covid-19.

"Mobilisasi pasien, tenaga medis, serta keperluan lain akan lebih mudah dan murah," tuturnya. []


Berita terkait
Peraturan Pelarangan Mudik Perlu Pertimbangan Matang
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang keputusan peraturan mudik bagi masyarakat jelang Lebaran.
Jokowi: Ada Dua Kelompok Tak Bisa Dilarang Mudik
Presiden Jokowi mengatakan pemerintah menemukan ada dua kelompok masyarakat yang tidak bisa dilarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi.
Cuti Bersama Lebaran 2020 Digeser ke Akhir Tahun
Pemerintah resmi menggeser waktu cuti bersama Lebaran 2020 ke akhir tahun, yakni menjadi tanggal 28-31 Desember 2020.
0
Pandemi Covid-19 Penjualan Mainan Seks Laris Manis
Pandemi Covid-19 merontokkan perekonomian global membuat toko tutup, tapi sektor mainan seks justru sebaliknya karena penjualannya justru naik