FPI Dicap Geng Teroris, Amien Rais Pesimis Penembak Laskar Diungkap

Amien Rais mengaku pesimis Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak dapat mengungkap tewasnya enam laskar FPI karena dicap teroris.
Amien Rais mengaku pesimis Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak dapat mengungkap tewasnya enam laskar FPI karena dicap teroris. (foto: Tagar/YouTube Amien Rais Official).

Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku pesimis Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak dapat mengungkap kasus enam laskar pengawal Muhammad Rizieq Shihab, yang tewas didor polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, pada 7 Desember 2020 lalu.

Musababnya, saat ini pemerintah sudah melakukan larangan aktivitas FPI yang disepakati melalui surat keputusan bersama (SKB) antarenam pejabat tinggi negara. Pada salah satu poinnya disebutkan, pengurus dan atau anggota FPI maupun yang pernah bergabung dengan FPI pernah menjalani pidana terorisme.

Jadi tidak perlu ada pengadilan, karena mereka sudah kesimpulannya bahwa FPI teroris. Ya sudah selesai.

"Berdasarkan data sebanyak 35 orang terlibat tindak pidana terorisme dan 29 orang di antaranya telah dijatuhi pidana, disamping itu sejumlah 206 orang terlibat berbagai tindakan pidana umum lainnya dan 100 orang di antaranya telah dijatuhi pidana," ucap Amien Rais saat membacakan SKB tersebut di kanal YouTube Amien Rais Official, dilihat Tagar, Jumat, 1 Januari 2021.

Baca juga: PDIP Tagih Janji Amien Rais Jalan Kaki dari Yogyakarta ke Jakarta

Menurut Amien, SKB yang disetujui serta diumumkan 30 Desember 2020 lalu itu hukumnya tidak bisa lagi dibantah oleh siapapun. Dia pun menyimpulkan FPI sudah dicap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah. Maka dengan sendirinya, kasus tewasnya enam laskar bakal sulit menemui titik terang.

"Jadi mereka dengan menimbang ini, mereka langsung menyimpulkan tanpa babibu jangan dibantah. Kita enggak boleh dibantah bahwa 6 laskar FPI yang menurut kita para syuhada itu oleh mereka itu juga termasuk geng teroris," ucap pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Oleh karena itu ia meminta publik tidak usah terlalu jauh berandai-andai akan adanya pengadilan HAM terkait penembakan enam laskar. Dia menengarai, pemerintah Presiden Joko Widodo tidak akan menyeriusi kasus pelanggaran HAM tersebut.

"Saya kira sederhana sekali, sehingga jangan pernah diharapkan bahwa pemerintahan Jokowi ini akan mengadakan pengadilan. Tidak perlu. Jadi tidak perlu ada pengadilan, karena mereka sudah kesimpulannya bahwa FPI teroris. Ya sudah selesai," ujarnya.

Baca juga: Ruhut Sitompul Ingatkan Amien Rais Sudah Bau Tanah

"Jadi segera Jokowi, saya tahu bahwa tidak mungkin ada lagi pengadilan HAM berat itu, karena 6 laskar FPI itu sudah sejak semula di-frame sebagai teroris. Oleh karena itu Anda gagal melampaui ujian berat yang pertama, karena kita telah menunggu-nunggu kayak apa ya pengadilan pelanggaran HAM berat itu," ucapnya menambahkan.

Di sisi lain ia melihat pihak Komnas HAM memberikan harapan palsu kepada masyarakat. Amien pun mempersilakan Presiden Jokowi beserta para pembantunya gas pol saja melanjutkan kebijakan yang merugikan rakyat. Sebab, suatu saat nanti, menurutnya semua hal akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

"Pak Jokowi dan teman-teman juga Mahfud yang kemarin pengumuman itu ya hati-hati ya Mahfud, urusannya langsung kepada Allah. Tolong 3 tahun setelah ini kalau Anda masih berkuasa hingga 2024, nanti Anda menoleh ke belakang, ya Allah kok dulu bisa begitu ya saya. Tapi sudah terlambat. Ini wanti-wanti ikhlas saya. Mau diterima monggo, mau dibuang diremehkan saya juga tidak ada masalah. Tugas saya adalah mengingatkan," kata Amien Rais. []

Berita terkait
Amien Rais Ingatkan Jokowi: Jangan Seperti Firaun
Amien Rais mengingatkan Presiden Joko Widodo soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI), jangan seperti penguasa Mesir yang kejam, Firaun.
Amien Rais Jagokan Listyo Sigit Prabowo Suksesi Kapolri Idham Azis
Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku menjagokan Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo jadi suksesi Kapolri Jenderal Idham Azis yang pensiun Januari 2021.
Momentum PAN Yogyakarta Melepas Hegemoni Amien Rais
Muswil PAN DIY ke-5 sebagai momentum untuk melepas hegemoni Amien Rais. Tanpa Amien Rais, PAN tetap punya masa depan cerah.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.