UNTUK INDONESIA
Erick Bicara Mafia Alkes, Adian Napitupulu Sebut BNPB
Politikus PDIP Adian Napitulu menyebut BNPB ketika menanggapi Menteri BUMN Erick Thohir soal mafia alat kesehatan (alkes).
Adian Napitupulu saat diskusi Indonesia dalam secangkir kopi. (Foto: Instagram @adiann70fans).

Jakarta - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ketika menanggapi pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir soal mafia alat kesehatan (alkes). Hal itu disampaikan Adian lantaran Erick tak mengungkap identitas mafia tapi membocorkan tandanya.

"Siapa yang dimaksud Erick Thohir? Ada kalimat yang bisa jadi clue menunjukkan siapa mafia dimaksud yaitu 'Mereka yang mendominasi'," kata Adian Napitulu dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tagar, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Bisa jadi hanya dua lembaga yang memenuhi syarat dominasi, yaitu BNPB dan BUMN.

Menurut anggota DPR itu, pernyataan Erick terbilang serius. Selama mantan bos klub sepak bola Inter Milan itu enggan mengungkap identitas mafia, ucapannya dapat menyasar siapapun.

"Kalau ukuran mafianya adalah dominasi impor alkes dan obat, bisa jadi hanya dua lembaga yang memenuhi syarat dominasi, yaitu BNPB dan BUMN. Apakah pernyataan Erick ini menyasar ke BNPB? Mungkin saja, karena ada 19 jenis alkes yang rekomendasi impornya dikeluarkan BNPB," ujarnya.

Erick ThohirTanpa menggunakan masker, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan peninjauan di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Tagar/Selly)

Adian menyebutkan di antara 19 jenis alkes itu ialah: surgical apparel, disinfektan, sarung tangan steril, sarung tangan pemeriksaan, thermometer, ventilator infusion pump, dan alat rapid test Covid-19. Adian tidak mempermasalahkan impor alkes karena negara sedang menghadapi darurat bencana pandemi covid-19 sehingga membutuhkan peralatan itu sesegara mungkin.

Selain BNPB, kata Adian, pernyataan Erick dapat membidik lembaganya sendiri. Menteri BUMN mungkin sengaja membuka borok dalam lembaganya sebagai bentuk teguran pada bahwannya. "Bisa juga Erick sedang menegur oknum atau BUMN di bawah kementriannya," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut mafia memanfaatkan kebergantungan Indonesia pada impor alkes. Apalagi Indonesia ikut terpukul oleh wabah Covid-19 sementara 90 persen obat-obatan dan alkes, terutama bahan bakunya, didapatkan dengan cara impor.

“Di sinilah Pak Erick Thohir menyatakan bahwa kita terlalu sibuk selama ini dengan trading, tidak berusaha membangun industri dalam negeri untuk mengadakan alat kesehatan,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Jumat, 17 April 2020.

Adian meminta Erick membuka kasus ini dengan jalur hukum. Jika Menteri BUMN hanya mengumbar kasus ini tanpa bukti yang disertai tindak lanjut hukum, Adian khwatir pernyataan Erick justru menimbulkan masalah baru.

"Ah sudahlah. Begini Pak Menteri, kalo memang ada mafia dan buktinya cukup maka segera lapor Presiden, lapor Polisi atau KPK, lengkapi bukti bukti trus tangkap, jangan cuma bicara ke media saja dan membuat rakyat dan pelaku usaha saling curiga," katanya.

Menurut Adian, situasi pandemi corona membuat semua pihak tertekan. Sementara kebutuhan alkes yang sebagian besar didapatkan dengan jalan impor masih dibutuhkan Indonesia hingga saat ini.

"Jangan ditambah dengan tuduhan kanan kiri lagi. Jangan juga membuat importir dan trader yang mau impor jadi tidak berani karena takut di tuduh mafia sementara kebutuhan alkes dan obat untuk 260 juta jiwa itu tidak sedikit dan belum tentu negara mampu memenuhi semuanya sendiri," tutur Adian. []

Berita terkait
Erick Thohir Putuskan Tak Ada THR Bagi Petinggi BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memutuskan tidak akan memberikan THR Lebaran di jajaran fireksi kementerian BUMN.
Erick Thohir Copot Refly Harun dari Komut Pelindo I
Menteri BUMN Erick Thohir mencopot jabatan Refly Harun dari posisi Komisaris Utama (Komut) Pelindo I. Hal itu diungkap di Twitter akun @ReflyHz.
Erick Prihatin Bahan Baku Obat dan Alkes Masih Impor
Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku sedih dan prihatin mengingat mayoritas bahan baku obat untuk industi farmasi dan alat kesehatan masih impor.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.