UNTUK INDONESIA
Erick Prihatin Bahan Baku Obat dan Alkes Masih Impor
Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku sedih dan prihatin mengingat mayoritas bahan baku obat untuk industi farmasi dan alat kesehatan masih impor.
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Soetta memeriksa suhu tubuh Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal/foc)



Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku sedih dan prihatin mengingat mayoritas bahan baku obat untuk industri farmasi nasional dan alat-alat kesehatan (alkes) di Indonesia diimpor dari luar negeri.

"Mohon maaf bapak-bapak kalau saya bicara ini sangat menyedihkan jika negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan bakunya dari luar negeri untuk industri obat," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis, 16 April 2020, seperti dikutip dari Antara. Menurut dia, hal tersebut juga terjadi pada alat-alat kesehatan di Indonesia yang mayoritas masih diimpor dari luar negeri.

Ketersediaan ventilator, menjadi peranti penting selama penanganan corona di rumah sakit dan jumlahnya pun terbatas.

Baca Juga: Tips Delivery Aman Cegah Corona Versi Erick Thohir 

Erick pun menyebutkan, sudah seharusnya Indonesia sebagai negara besar memiliki blueprint atau cetak biru strategi untuk ketahanan kesehatan. "Kita di Kementerian BUMN sejak September waktu itu kita sudah merapatkan dan mencoba membuat blueprint bahwa negara sebesar Indonesia ini sudah seyogyanya memiliki strategi yang namanya energy security, food security, dan tentu yang hari ini bisa kita lihat health security," ucapnya.

Alkes Corona40 ton bantuan alat kesehatan (Alkes) penanganan wabah virus corona, dikirimkan Cina ke Indonesia. (Foto: Dok. Kemenko Marves)

Langkah-langkah yang diambil untuk mewujudkan health security ini dengan menggabungkan rumah sakit yang ada di BUMN berjumlah 70 rumah sakit. "Dan tidak di situ saja, dari BUMN-BUMN farmasi kita juga gabungkan dan yang sedang kita review sekali lagi bagaimana ini bisa menjadi supply chain juga rumah sakit ke depannya," kata tutur Erick.

Sebelumnya Menteri BUMN mengatakan pihaknya siap membeli alat bantu pernapasan atau ventilator hingga alat pelindung diri (APD) produksi lokal untuk kebutuhan rumah sakit BUMN yang menangani Covid-19.

"Ketersediaan ventilator, menjadi peranti penting selama penanganan corona di rumah sakit dan jumlahnya pun terbatas, ucap Erick.

Baca JugaCovid-19, Erick Thohir Tak Setop Proyek Kereta Cepat

Saat rapat dengan Presiden Joko Widodo, menurut Erick, Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Doni Monardo mengatakan terdapat alternatif pembuatan ventilator lokal dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). []

Berita terkait
RS Corona Dikebut, Erick 'Intip' Wisma Kemayoran
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan perencanaan rumah sakit darurat khusus virus corona di Wisma Atlet Kemayoran dikebut.
Butuh Moda Udara Covid-19, Erick Siapkan Garuda Nih
Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan telah menyiapkan moda tranportasi udara, yakni pesawat Garuda Indonesia selama pandemi corona.
Alasan Erick Thohir Beli Test Kit Corona dari Swiss
Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan telah memesan alat tes kesehatan virus corona atau Covid-19 dari Swiss guna mencukupi kebutuhan nasional.
0
Membekali Warga Menyongsong Kaldera Toba Pariwisata Dunia
BPODT menggelar pelatihan kuliner bagi warga Desa Pardamean Sibisa, Motung dan Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.