UNTUK INDONESIA
Edy Rahmayadi Anak Tirikan Korban Banjir di Labura
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi disebut menganaktirikan warga Desa Hatapang, Kecamatan NA IX - X, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Kunjangan Gubsu Edy Rahmayadi ke Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labura, Rabu 8 Januari 2020. (Foto: Tagar/Habibi)

Labuhanbatu Utara - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi disebut menganaktirikan warga Desa Hatapang, Kecamatan NA IX - X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), saat melakukan kunjungan ke lokasi banjir bandang dan longsor, Rabu 8 Januari 2020 kemarin.

Edy saat datang dikawal Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) I Bukit Barisan, Brigjen TNI Untung Budiharto dan Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz hanya mendatangi Dusun Siria-ria, Desa Pematang saja.

Sementara, desa yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Sabtu 28 Desember 2019 malam itu, yakni Desa Hatapang tidak didatangi. Hal tersebut membuat hati masyarakat sedih.

Mewakili sejumlah masyarakat Desa Hatapang, Damean Sipahutar menyebut Edy Rahmayadi telah menganaktirikan masyarakat Hatapang.

"Kami Hatapang kecewa, dapat kabar kami Bapak Gubernur Edy Rahmayadi mau datang, kami sudah menyiapkan tempat untuk berkumpul saat Bapak Gubernur datang. Tau-tau dapat info lagi Bapak Gubernur hanya datang ke Desa Pematang saja, tidak datang kemari. Kami kecewa, gubernur anak tirikan masyarakat Hatapang," sebut pria usia 42 tahun itu, Kamis 9 Januari 2020.

Mamak-mamak (ibu-ibu) di sini sedih, Bapak Gubernur tidak jadi datang kemari

Damean merupakan aktivis lingkungan yang sempat mendekam di jeruji besi selama sepuluh hari di Mapolres Labuhanbatu, karena dituduh melakukan pengancaman dan Pasal 335 Ayat (1) butir 1 KUHP, yang dilaporkan oleh Drs Taufik Rahim Lubis, pengusaha yang melakukan kegiatan perambahan hutan di Kabupaten Labura.

Damean menyebut, warga Desa Hatapang ingin menyampaikan langsung keluhan yang mereka rasakan kepada gubernur. 

"Mamak-mamak (ibu-ibu) di sini sedih, Bapak Gubernur tidak jadi datang kemari, padahal Desa Pematang dan Desa Hatapang berdampingan bukan beda kabupaten atau beda provinsi," kata Damean.

Meski begitu, dia mengucapkan terima kasih atas bantuan sejumlah elemen pemerintah dan masyarakat yang dinilai peduli atas musibah yang menimpa desanya itu.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuannya, meski belum sempat datang, kepada Bapak Bupati beserta jajarannya. Bantuan bahan pokok dan kesehatan di sini sampai hari ini masih memadai," ucapnya.

Sebelumnya, Rabu 8 Januari 2020 Gubernur Edy Rahmayadi mendatangi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pematang. Di sana, Edy dan Waka Polda Sumatera Utara Mardiaz terlihat membagi-bagikan snack kepada ratusan anak SD 112327 Dusun Siria-ria.

Mantan Pangkostrad itu juga berjanji akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 40 miliar guna merelokasi rumah masyarakat yang terkena dampak bencana alam. 

Saat itu Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan, banjir bandang bukan karena illegal logging. Hanya saja dia mengakui ada kegiatan penebangan kayu hutan di kawasan itu. []

Berita terkait
PT Labuhanbatu Indah, Illegal Logging di Labura
PT Labuhanbatu Indah dituding melakukan penebangan di luar koridor Izin Pemanfaatan Kayu yang telah diterbitkan Pemkab Labuhanbatu Utara.
Warga Labura: Sumbangan Belum Merata Pak Gubernur
Warga Kabupaten Labuhanbatu Utara yang terdampak banjir bandang mengeluhkan tak meratanya sumbangan di hadapan Gubernur Edy Rahmayadi.
Datang ke Labura, Edy Rahmayadi Bagi-Bagi Snack
Edy Rahmayadi mendatangi lokasi banjir bandang di Kabupaten Labuhanbatu Utara, membagi-bagi snack kepada anak-anak.
0
Kanjeng yang Diduga Ratu Narkoba di Tobasa Ditangkap
Kanjeng alias RS, terduga bandar narkoba di Kabupaten Toba Samosir ditangkap terlibat penculikan.