UNTUK INDONESIA
Dukung Gibran, Megawati Kalah Kuat dengan Jokowi di PDIP
Sosok Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap melemah menyusul majunya putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Kota Solo.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato usai pengumuman nama-nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung dalam Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai majunya Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Surakarta 2020 menjadi bukti melemahnya kekuatan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta menguatnya sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tubuh partai berlambang banteng moncong putih.

Musababnya, PDIP sejauh ini ia pandang merupakan partai yang tidak memedulikan popularitas calon yang akan diusung. Menurut dia, PDIP selalu mengutamakan kader-kadernya terbaiknya yang telah berkontribusi dan berbuat banyak terhadap partai tersebut. 

Artinya, secara tidak langsung pengaruh DNA kekuatan dari Presiden Jokowi itu bisa menaklukkan tradisi di PDIP yang memprioritaskan kader.

"Tapi akhirnya kekuatan pengaruh Bu Mega di PDIP melemah. DNA-nya justru lebih menonjol kekuatan Pak Jokowi," ujar Pangi saat dihubungi Tagar, Minggu, 19 Juli 2020.

Baca juga: Bahas Gibran di Istana, Pangi: Jokowi Bau Amis 

Buktinya, kata Pangi, bukan Wali Kota Solo Ahmad Purnomo yang sebelumnya digadang-gadang akan diusung PDIP dalam Pilkada Kota Surakarta, melainkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang mendapat rekomendasi untuk mengikuti pesta demokrasi di tengah pandemi ini.

Infografis: Gibran Menuju Kursi Wali Kota SoloTimeline perjalanan Gibran Rakabuming Raka di dunia politik. (Infografis: Tagar/Regita Setiawan P)

"Artinya, secara tidak langsung pengaruh DNA kekuatan dari Presiden Jokowi itu bisa menaklukkan tradisi di PDIP yang memprioritaskan kader, yang antre dulu," ucapnya.

Baca juga: Bukti Jokowi Feodal: Gibran, Bobby, dan Siti Nur Azizah

"Bukan orang yang ujug-ujug anak bawang baru kemarin siang menjadi calon walikota yang diusung PDIP tanpa berbuat banyak, hanya mengharapkan popularitas anak presiden dan seterusnya," kata Pangi.

Sebelumnya, PDIP resmi mengusung putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota di Pilkada Solo. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani bersamaan dengan pengumuman 45 pasangan calon yang akan diusung dan didukung PDIP pada Pilkada Serentak 2020.

"Surakarta Gibran Rakabuming Raka dengan Teguh Prakosa," tutur Puan saat membacakan daftar nama calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDIP dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Jumat, 17 Juli 2020.

Pada kesempatan itu, Gibran tampak ikut serta bersama pengurus PDIP saat diumumkan di kantor DPP. "Saya bersyukur dan haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri atas rekomendasi yang diamanahkan kepada saya, untuk menjadi calon Wali Kota Surakarta yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Kota Surakarta 2020,” kata Gibran.

Diketahui, Ahmad Purnomo lebih dulu dicalonkan sebagai Wali Kota Solo di Pilkada 2020 oleh DPC PDIP Solo. Di tengah jalan, Gibran melakukan lobi ke DPD PDIP Jawa Tengah hingga pada akhirnya mendapat rekomendasi untuk bertarung di pilkada Desember mendatang. []

Berita terkait
FX Rudy dan Gibran Yakin Menang 61% di Pilkada Solo
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa menang di Pilkada 2020 dengan 61% suara.
Dukungan Risma untuk Gibran di Pilwali Solo
Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini berharap Gibran Rakabuming Raka bisa mewujudkan cita-citanya untuk memajukan UMKM di Kota Solo.
Infografis: Gibran Menuju Kursi Wali Kota Solo
PDIP resmi mendukung Gibran Rakabuming sebagai calon wali kota Solo untuk Pilkada 2020. Berikut jejak Gibran dalam bisnis dan politik.
0
Manajemen Bioskop di Yogyakarta Berhitung Untung Rugi
Managemen bioskop di Yogyakarta belum bisa memastikan kapan mulai beroperasi lagi. Saat ini masih berhitung untung dan rugi jika beroperasi.