UNTUK INDONESIA
Dua Remaja Diduga Mau Klitih di Yogyakarta
Polisi menangkap dua remaja yang diduga akan melakukan klitih atau penganiayaan di Yogyakarta. Sejumlah senjata tajam seperti celurit disita.
Petugas kepolisian saat mendatangi gerombolan remaja yang membawa senjata tajam. (Foto: Grup Facebook/Tagar/Evi Nur Afiah).

Yogyakarta - Dua remaja diduga terlibat kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kepolisian Sektor (Polsek) Umbulharjo langsung turun tangan menangkap kedua pelaku.

Kapolsek Umbulharjo, Komisaris Polisi Alaal Prasetyo mengungkapkan pelaku ditangkap pada Minggu, 23 Februari 2020 sekitar pukul 00.00 WIB. Penangkapan pelaku bermula adanya laporan warga terhadap peristiwa dugaan penganiayaan itu.

"Laporan warga itu menginformasikan bahwa ada dugaan klitih," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Senin, 24 Februari 2020.

Tak ingin buruannya lepas, petugas langsung mengecek lokasi dan berhasil menemukan dua remaja. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan.

"Ada dua remaja yang sudah diamankan. R dan RC usianya 16 tahun. Karena geliatnya mencurigakan kami dekati dan satu orang malah kabur," kata Alaal.

Atas tangkapannya yang pertama dari dua orang remaja tersebut, petugas lantas melakukan pengembangan laporan hingga menemukan segerombolan pemuda di sebuah angkringan tepatnya di Jalan Batikan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Laporan warga itu menginformasikan bahwa ada dugaan klitih.

Dari tangan segerombolan itu, petugas menemukan sejumlah senjata tajam seperti celurit, gergaji serta sabuk yang sudah dimodifikasi sedikian rupa. "Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah senjata tajam ada clurit ada gergaji dan sabuk," jelasnya.

Celurit dan gergaji itu ditemukan di tempat sekitar mereka berkumpul. Kepada petugas, tidak ada satu pun dari mereka yang mengakui kepemilikan senjata itu. Padahal benda itu didapatkan di area mereka berkumpul.

Kepala Unit Reserse Kriminal Nuri Aryanto menambahkan petugas menjumpai 13 remaja saat melakukan penggeledahan. Namun, kepolisan hanya memeriksa dua remaja yang sebelumnya ditangkap di kawasan Giwangan.

"Dua orang ini tetap kami lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terlibat dengan aksi pemukulan di Giwangan. Termasuk senjata yang ditemukan kami sita terlebih dahulu untuk mengembangkan laporan warga," ucap Nuri.

Hingga saat ini, belum ada tersangka dalam laporan tersebut. Pihaknya masih mengejar pelaku dengan pemeriksaan dua saksi yang ada. []

Baca Juga:


Berita terkait
Penganiayaan Gegara Diteriaki Klitih di Sleman
Pelajar di Sleman tak terima diteriaki klitih. Dia lalu mengajak 5 rekannya menganiaya orang itu. Mereka semakin brutal saat direkam ponsel.
Cilik Tapi Sangar, Klitih Versi ABG Semarang
Aksi pembacokan tanpa alasan jelas dilakukan remaja tanggung di Semarang. Aksi ini mirip dengan aksi klitih bocah-bocah Yogyakarta.
The Cops Kulon Progo Penumpas Klitih dan Kejahatan
Polres Kulon Progo memiliki pasukan khusus penumpas kejahatan seperti klitih, namanya The Cops. Pasukan ini bekerja 24 jam siang dan malam.
0
Pasien Meninggal, RSUD Dairi Diminta Akui Kesalahan
Meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada Rabu, 29 April 2020 ada kelalaian.