UNTUK INDONESIA
DPRD Minta Pemkot Tangerang Ajukan Hutang ke Kemenkeu
DPRD Kota Tangerang meminta Pemkot untuk melakukan pinjaman kepada Kemenkeu menunjang operasional pemerintahan Kota Tangerang tahun 2021.
Rapat Paripurna pembahasan RAPBD 2021 di gedung DPRD Kota Tangerang. (Foto: Tagar/Mauladi)

Tangerang - Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menanggapi merosotnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang pada tahun 2021 mendatang. Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mengajukan hutang ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar Roda perekonimian tetap stabil.

Kaitan meminjam ke Kementerian Keuangan, memang bisa seperti beberapa daerah lainnya.

"Kami mendorong wali kota untuk melakukan peminjaman ke Kementerian Keuangan supaya defisit bisa tertutupi dengan jangka panjang," ujar Turidi usai Rapat Paripurna pembahasan RAPBD 2021 di gedung DPRD Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

Turidi mengatakan, pinjaman tersebut nantinya bisa digunakan untuk memberikan suntikan dana bagi Tenaga Harian Lepas (THL) yang selama ini gajinya dipotong. Selain itu, dapat membayar tunjangan tenaga medis, dan biaya operasional di masa pandemi.

Selanjutnya, kata dia, memberikan subsidi pendidikan gratis bagi sekolah-sekolah swasta, serta untuk membiayai sektor pengembangan ekonomi di Kota Tangerang.

"Kota Tangerang kan berbatasan dengan DKI dan masuk zona merah dengan Penerapan PSBB, jadi saya kira pemerintah kota dapat melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN ) Kemenkeu, karena banyak keluhan yang menyangkut hal itu. Kaitan meminjam ke Kementerian Keuangan, memang bisa seperti beberapa daerah lainnya," ucap.

Politisi Gerindra itu juga menjelaskan dasar Rancangan APBD 2020 tahun lalu, pendapatan daerah Pemkot Tangerang yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp 4.580.374.100.610 dengan rincian pendapatan asli daerah senilai Rp 2.377.890.325.336.

Ditambah lagi dengan pemasukan dari dana perimbangan sebesar Rp 1.363.851.764.000 serta mendapat tambahan lain dari pendapatan daerah sebesar Rp 838.632.011.274.

Untuk RAPBD tahun 2021 mendatang, kata Turidi, Wali Kota Tangerang menganggarkan Rp 3,55 trilyun untuk pendapatan daerah.

"Kalau dibandingkan tahun anggaran RAPBD 2020 4,58 T dan RAPBD 2021 hanya Rp 3,55 T maka perbedaan kurang lebih Rp 1.03 T. Saya kira untuk bisa menyamakan anggaran saya berharap pemerintah kota Tangerang dapat mengajukan pinjaman ke Dirjen Perimbangan Keuangan Kementrian keuangan," kata Turidi.

Wali Kota Tangerang menganggarkan RAPBD 2021 berdasarkan dengan indikator pendapatan asli daerah dan pendapatan APBN.

"Kami anggarkan untuk pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp 3.55 triliun, dengan indikator berasal dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 2 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp 1.55 triliun rupiah," kata Arief Wismansyah.

Wakil ketua DPRD Kota Tangerang mengusulkan Pemerintah Kota Tangerang untuk meminjam dana kepada Kementerian Keuangan untuk menutupi sejumlah defisit anggaran.[]

Berita terkait
Aksi Balap Lari Liar Mulai Masuki Kota Tangerang
Bukan balapan liar dengan sepeda motor, tetapi di Tangerang anak muda berkerumun kemudian berlari.
Strategi Pemkab Tangerang Jaga Stok Pangan Masyarakat
Menjaga stok pangan di masa Pandemi Covid-19, Pemkab Tangerang memiliki strategi dengan menggandeng pihak swasta yang bergerak di bidang pangan.
Beda PSBB Kota Tangerang Selatan dengan DKI Jakarta
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total DKI Jakarta berbeda dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Apa bedanya?
0
Jadwal Liga Europa, Ujian AS Roma dan AC Milan
Tim-tim Serie A Italia menghadapi ujian di laga pertama Liga Europa. AS Roma menghadapi Young Boys, sedangkan AC Milan bertemu Celtic.