UNTUK INDONESIA
Strategi Pemkab Tangerang Jaga Stok Pangan Masyarakat
Menjaga stok pangan di masa Pandemi Covid-19, Pemkab Tangerang memiliki strategi dengan menggandeng pihak swasta yang bergerak di bidang pangan.
Peresmian PT. Mega Pangan Mandiri di Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang. (Foto: Tagar/Mauladi Fachrian)

Tangerang - Menjaga stok ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Mitra Kerja Raharja (MKR) melakukan upaya dengan menggandeng pihak swasta yang bergerak di bidang pangan yakni PT. Mega Pangan Mandiri (MPM).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan kerja sama antara kedua badan tersebut guna memastikan bahwa ketersediaan pangan di wilayah Tangerang Utara terjamin. Untuk stok awal, ada sekitar 1000 ton beras. Dengan stok beras tersebut, tentunya dia berharap harga beras jangan sampai mengalami lonjakan yang tak terkendali.

"Harusnya disini harga beras tetap terjaga yah, karena bisa disimpan. Dengan begitu harga beras tidak terjadi fluktuatif yang tajam," ujar Zaki saat peresmian gudang beras milik PT. MPM di Kecamatan Kp Melayu, Kabupaten Tangerang, Jumat, 11 September 2020.

Ini juga contoh untuk menata kelola pangan dengan baik, dan juga terobosan yang baik bagi para petani.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Azis Gunawan menyampaikan kerja sama antara BUMD dengan pihak swasta tersebut untuk mengatasi stok pangan yang dinilai hanya cukup sampai bulan Oktober saja. 

"Ini merupakan terobosan untuk menata kelola pangan di Kabupaten Tangerang. Ini juga contoh untuk menata kelola pangan dengan baik, dan juga terobosan yang baik bagi para petani," ujar Azis.

Kerja sama kedua badan tersebut diapresiasi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail. Dia menuturkan terobosan gotong-royong seperti inilah yang diperlukan dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan itu juga berharap agar masyarakat bisa menyambut dengan keberadaan gudang beras yang kedepannya akan menjadi andalan dalam menjaga stabilitas stok beras. Sebab, saat ini sudah tidak semua bisa diproduksi dari hasil lahan pertanian karena sudah banyak pergeseran fungsi lahan.

"Maka terobosan saya ini tepat untuk menjamin keberlangsungan kebutuhan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tangerang," tutur Kholid. []

Berita terkait
Beda PSBB Kota Tangerang Selatan dengan DKI Jakarta
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total DKI Jakarta berbeda dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Apa bedanya?
Kuota Internet Kemendikbud, im3 Promosi di Tangerang
Im3 Ooreedoo mendukung program subsidi kuota internet gratis dari Kemendikbud yang berlangsung selama empat bulan.
Mengusir Buta Aksara di Pesisir Utara Tangerang
Seorang pemuda Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, di sebelah utara Kabupaten Tangerang mendirikan taman baca di pinggir laut di kampungnya.
0
Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta Dapat 5 Medali
Mewakili Yogyakarta, Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa sukses membawa pulang lima medali di ajang Kompetisi Sains Nasional tahun 2020.