DPR Sebut Bansos Masih Diliputi Banyak Masalah

Pada implementasinya di lapangan, bansos masih diliputi banyak masalah, mulai dari pendataan penerima bantuan, pengadaan, hingga distribusinya.
Ilustrasi bansos. (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Dewan Perwakilan rakyat (DPR) mendesak semua pihak untuk segera merampungkan berbaai persoalan distribusi bantuan sosial (bansos) yang masih terjadi dan ditemukan belakangan ini.

Pada implementasinya di lapangan, bansos masih diliputi banyak masalah, mulai dari pendataan penerima bantuan, pengadaan, hingga distribusinya.

"Harus secepatnya diselesaikan berbagai pihak terkait dengan pelaksanaan bansos, Komisi VIII telah beberapa kali mengingatkan soal ini," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily seperti dilansir Antara, Senin, 30 Agustus 2021.

Selain merujuk temuan lapangan saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini ke Kabupaten Bandung, pada hari Jumat (27/8), Ace turut menyoroti temuan Mensos Risma mengenai dugaan monopoli beras bansos di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 28 Agustus 2021.


Segera selesaikan sistemnya. Kan masalahnya sudah jelas, sudah terlalu berlarut-larut soal bansos ini tidak diselesaikan.


"Terutama soal data ternyata masih ditemukan orang yang meninggal pun terdata sebagai penerima bantuan sosial, seperti yang kami temukan langsung di Bandung," kata Ace.

Selain itu, tambah dia, pengadaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang nilai komoditasnya di atas rata-rata dan kualitasnya tidak sesuai harapan juga masih kerap ditemukan.

Dia meminta Kementerian Sosial (Kemensos) segera menyelesaikan permasalahan bansos yang terus berlarut-larut dengan membenahi sistem yang selama ini ditemukan bermasalah.

"Segera selesaikan sistemnya. Kan masalahnya sudah jelas, sudah terlalu berlarut-larut soal bansos ini tidak diselesaikan," tegas Ace.

Sementara itu, Ace mengatakan Komisi VIII DPR RI juga akan mengundang Himbara (Himpunan Bank-Bank Negara) yang ditugaskan untuk menyalurkan dana bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Ace telah menyoroti masalah distribusi bansos saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial ke Kabupaten Bandung, Jumat, 27 Agustus 2021.

Dalam kesempatan itu, Ace menyebutkan beberapa permasalahan seperti masih tertahannya penyaluran bansos dari kartu Program Keluarga Harapan (PKH) hingga distribusi ribuan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang belum terdistribusikan kepada penerimanya karena berbagai sebab.

"Temuan ini harus segera diselesaikan karena bansos ini akan terus diberikan oleh pemerintah dan Komisi VIII DPR RI beserta anggota ingin memastikan jalan keluarnya, termasuk memastikan agar bansos yang melalui perbankan itu betul-betul terdistribusikan ke masyarakat," kata Ace.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Wapres Harris Sambut Kedatangan Bantuan Vaksin Covid-19 untuk Vietnam
Wapres AS, Kamala Harris, menyambut kedatangan sumbangan vaksin Covid-19 dari negaranya saat mengunjungi Hanoi, Vietnam
Menguak Kejanggalan Data Penerima Bansos Covid Kota Semarang
Tagar menelusuri data penerima bansos Covid-19 Kota Semarang. Dari data Bappeda, ditemukan sejumlah kejanggalan.
Data UMKM Penerima Bansos Rp 2,4 Juta di Yogyakarta
Jumlah UMKM di Provinsi DIY tercatat 220.771 unit. Namun dari jumlah itu, tidak semua dapat bansos Rp 2,4 juta.
0
DPR Sebut Bansos Masih Diliputi Banyak Masalah
Pada implementasinya di lapangan, bansos masih diliputi banyak masalah, mulai dari pendataan penerima bantuan, pengadaan, hingga distribusinya.