UNTUK INDONESIA
Demokrat Bergabung, Untungkah Jokowi?
Partai Demokrat disebut-sebut akan merapatkan barisan ke kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika akhirnya bergabung akankah menguntungkan?
Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Bito Setpres)

Jakarta - Partai Demokrat disebut-sebut akan merapatkan barisan ke kabinet Presiden Joko Widodo di periode mendatang. Namun, jika benar akhirnya Partai Demokrat bergabung ke pemerintahan, Pengamat Politik Abi Rekso menilai hal itu tak akan menguntungkan Jokowi.

"Bagi Jokowi tidak ada untungnya dari sisi kekuatan politik," kata Abi Rekso saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Menurut Abi partai politik yang mendukung Jokowi kekuatannya telah mencapai 62 persen, ditambah, komunikasi Jokowi dengan partai oposisi kini mulai baik. Artinya kekuatan Partai Demokrat yang hanya tujuh persen lebih, setelah mengalami degradasi moral tidak terlalu penting bagi Jokowi kecuali ada alasan lain.

"Saya tidak tahu apakah ada kekuatan politik lain, misalnya pengaruh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di level tokoh tertentu," tuturnya.

Bagi Jokowi tidak ada untungnya dari sisi kekuatan politik.

Sejatinya, dalam politik semua kemungkinan masih bisa terjadi. Namun, jika melihat pernyataan Jokowi yakni mengakomodasi 45 persen kursi menteri akan diberikan kepada partai pendukungnya di koalisi, di Istana Merdeka, Rabu, 14 Agustus 2019, ia yakin komposisi koalisi pendukungnya tidak akan bertambah.

"Jokowi dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media sudah firm menyampaikan koalisi tidak akan bertambah," ucapnya.

Kendati peluang Partai Demokrat kecil tapi Abi memberikan pengecualian, bahwa Jokowi akan mempertimbangkan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat SBY, Agus Harimurti Yudhoyono menjadi menteri dalam kabinet.

Keputusan tersebut menjadi wujud redistribusi kekuatan politik nasional yang didasari kedekatan atau chemistry personal Jokowi dengan AHY. []

Berita terkait
Hubungan Megawati dan SBY Penentu Demokrat Gabung Jokowi
Pengamat Politik sekaligus Pangi Syarwi Chaniago ragu Partai Demokrat masuk dalam koalisi Pemerintahan Jokowi.
Gerindra Tanggapi Merapatnya Demokrat ke Jokowi
Fadli menilai setiap partai politik memiliki arah dan strategi politik masing-masing sehingga harus dihormati.
Dua Partai Tanggapi Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi
Ferdinand mengaku partainya sudah memutuskan mendukung pemerintahan. Dua partai Koalisi Jokowi-Ma'ruf beri tanggapan.
0
PSIM Vs Persis Rusuh, Mobil Polisi Ikut Terbakar
Pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo berujung keributan. Mobil polisi dibakar dan dirusak usai laga yang dimenankan Persis 3-2.