UNTUK INDONESIA
Dalam Debat, Akhyar - Salman Kambing Hitamkan Omnibus Law
Akhyar Nasution-Salman Alfarisi kambing hitamkan Omnibus Law perihal kesejahteraan masyarakat yang belum terlihat di kawasan Medan Utara.
Dua paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan dalam debat perdana di Grand Mercure Hotel, Sabtu 7 November 2020. (Tagar/Andi Nasution)

Medan - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menyalahkan pemerintah pusat terkait kesejahteraan masyarakat yang belum terlihat di kawasan Medan Utara.

Hal itu diungkapkan dalam debat paslon Pilkada Medan 2020 di Grand Mercure Hotel, Sabtu 7 November 2020, saat menjawab pertanyaan dari calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Aulia Rachman terkait kesejahteraan masyarakat, khususnya di Medan Utara.

Kita ketahui kalau UU Omnibus Law ini jelas akan sangat merugikan masyarakat, khususnya kaum buruh dan akan sulit meningkatkan kesejahteraan masyarakat

"Saat ini kita ketahui kalau di Medan Utara, kesejahteraan belum terlihat. Ini disinyalir karena kurangnya perhatian Pemerintah Kota Medan," ujar Aulia yang notabene penduduk Medan Utara.

Aulia Rachman sendiri menegaskan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang di kawasan Medan Utara. Tujuannya untuk mengetahui detail potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. 

"Kita akan lakukan pendataan ulang dan mengembangkan UMKM di kawasan tersebut. Medan Utara itu gerbang perekonomian, tapi masyarakatnya secara umum tidak sejahtera," beber mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan.

Menyikapi hal ini, Akhyar Nasution sempat menjawab kalau penurunan tingkat kesejahteraan juga terjadi di tingkat nasional. Selain itu, Akhyar menegaskan akan memaksimalkan sistem penangkapan ikan dan akan membuat rumah ikan.

Sementara, Salman Alfarisi, menekankan kalau Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Kita ketahui kalau UU Omnibus Law ini jelas akan sangat merugikan masyarakat, khususnya kaum buruh dan akan sulit meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Diberi kesempatan menyanggah, Bobby Nasution mengatakan, fakta bahwa industri-industri di Medan Utara yang belum menggunakan warga setempat sebagai pekerja, harus segera diubah. 

Masyarakat Medan Utara, menurutnya, harus mendapatkan manfaat dari keberadaan industri-industri skala lokal maupun nasional yang ada di daerahnya.

"Caranya, kita harus kembangkan pelatihan-pelatihan kerja dengan standar Badan Sertifikasi Profesi. Sehingga, masyarakat Medan Utara punya kualifikasi untuk diterima sebagai pekerja," timpal Aulia Rachman.

Lebih jauh, sambung politisi dari Partai Gerindra ini, dia bersama Bobby Nasution akan mengembangkan SDM warga Medan Utara agar tumbuh mandiri membesarkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pelatihan-pelatihan kewirausahaan juga akan menjadi fokus Pasangan Bobby-Aulia.

"Syukur-syukur ke depan, mereka akan menjadi pengusaha besar dan sukses," pungkasnya. [] PEN

Berita terkait
Ancaman Akhyar Nasution Laporkan Balik Panwascam Medan Deli
Bebas dari jerat hukum pidana pemilu, Akhyar Nasution berencana melaporkan Ketua Panwascam Medan Deli.
Antar Bobby - Aulia, Sandiaga Yakin Mantu Jokowi Bawa Perubahan
Sandiaga Salahuddin Uno turun gunung mengantarkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia.
Debat Pilkada, Bobby Tak Ingin Medan Jadi Metropolitan Semu
Bobby Nasution tak ingin Medan kelak menjadi kota metropolitan semu. Hal ini disampaikannya di debat perdana Pilkada 2020.
0
Dalam Debat, Akhyar - Salman Kambing Hitamkan Omnibus Law
Akhyar Nasution-Salman Alfarisi kambing hitamkan Omnibus Law perihal kesejahteraan masyarakat yang belum terlihat di kawasan Medan Utara.