UNTUK INDONESIA
Covid-19 Amerika Serikat Kematian Tembus 100.000
Amerika Serikat catat rekor kematian terkait pandemi Covid-19 tembus angka 100.000, sedangkan dari jumlah kasus AS tetap di puncak pandemi dunia
Headline The New York Times yang memuat 1.000 nama warga AS yang meninggal karena Covid-19. (Foto: theguardian.com).

Jakarta – Ketika pandemi atau wabah virus corona baru (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) menyebabkan banyak kematian di Wuhan, China, di awal pandemi, 31 Desember 2019, banyak negara yang abai sehingga tidak menyiapkan diri untuk mengatasi virus. Seperti Amerika Serikat (AS). Presiden AS, Donald Trump, sesumbar virus (Covid-19) tidak akan bisa masuk ke negaranya (11 Maret 2020). Fakta yang dilaporkan situs independen worldometer berbicara lain. Sampai tanggal 26 Mei 2020 pukul 22.07 GMT atau 27 Mei 2020 pukul 05.07 WIB jumlah kematian di AS terkait dengan Covid-19 mencapai 100.492.

Sedangkan jumlah kumulatif positif Covid-19 dilaporkan 1.723.257 dengan 477.231 sembuh. Angka ini membuat Negeri Paman Sam itu bercokol di puncak pandemi Covid-19 dunia. Sedangkan laporan Johns Hopkins University (JHU), ‎Baltimore, Maryland‎, AS, kematian di AS capai 978.787, WHO melaporkan kematian di AS per 26 Mei 2020 sebanyak 96.909.

Harian New York Times, AS, edisi tanggal 24 Mei 2020, memuat 1.000 nama warga AS yang meninggal terkait dengan Covid-19 sebagai headline dengan judul berita “U.S. DEATH NEAR 100,000, AN INCALCULABLE LOSS.” Dengan judul tambahan “The Are Not Simply Name on a List. They Were Us.”

Dengan kondisi seperti itu Presiden Trump masih saja menyerang China dan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO). Warga AS pun banyak yang tak percaya Covid-19 dengan mengatakan coronan sebagai sebuah kebohongan.

ilus2 covid as matiKira Beattie, tengah, bergabung dengan kerumunan orang yang berkumpul di sudut Main Street dan Walnut Avenue di Huntington Beach, California, AS, untuk memprotes penutupan karena Covid-19 pada hari Jumat, 17 April 2020. (Foto: ocregister.com/Jeff Gritchen, Orange County Register/SCNG)

Padahal, kalangan pakar menilai langkah AS menghadapi pandemi corona sangat terlambat. Misalnya, baru menghentikan penerbangan ke China akhir Januari 2020 setelah ribuan warga Wuhan melancong ke New York merayakan Tahun Baru Imlek. Selain itu biar pun ada larangan WN China masuk AS, tapi WN Amerika dan pemegang kartu permanen yang pulang dari China boleh masuk AS.

Laporan media luar negeri menyebutkan ribuan warga Wuhan, China, terbang untuk melancong ke New York, AS, merayakan Tahun Baru Imlek. Kalangan ahli memperkirakan 95% pelancong Wuhan tertular Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala. Dengan kondisi ini 1 pengidap Covid-19 biarpun tanpa gejala bisa menularkan virus ke 2-3 orang lain.

Hal lain yang membuat pandemi cepat menyebar di AS adalah tes spesimen swab yang lambat dijalankan di AS. Trump sendiri memilih orasi politik menyalahkan China dan WHO daripada membuat langkah-langkah konkret untuk menanggulangi pandemi di negaranya.

Di sisi lain warga AS, terutama kalangan milenial, tidak mengindahkan protokol kesehatan WHO. Mereka ramai-ramai ke pantai dan pusat-pusat kegiatan lain. Bahkan, banyak warga AS yang mengatakan Covid-19 adalah sebuah kebohongan. Warga AS desak Trump buka lockdown.

Ada enam negara dengan angka kematian di atas 20.000 yaitu:

1. AS 100.492 kematian dengan 1.723.257 kasus positif dan 477.231 sembuh

2. Inggris 37.048 kematian dengan 265.227 kasus positif dan N/A sembuh

3. Italia 32.955 kematian dengan 230.555 kasus positif dan 144.658 sembuh

4. Prancis 28,530 kematian dengan 182.722 kasus positif dan 65.879 sembuh

5. Spanyol 27.117 kematian dengan 283.339 kasus positif 196,958 dan sembuh

6. Brasil 23.622 kematian dengan 377.780 kasus positif dan 153.833 sembuh

Yang tidak masuk akal ketika kematian mendekati angka 100.000 Presiden Trump hanya lakukan orasi politik dengan menyerang China dan WHO. Presiden Trump katakan tes Covid-19 di AS paling banyak di dunia yakni 15.495.251. Itu benar, tapi pakar sebut itu tidak relevan karena proporsi tes per 1 juta populasi kecil yaitu 46.840. []

Berita terkait
Covid-19 Dunia Rekor Baru Pandemi Tembus 5,5 Juta
Hanya dalam hitungan lima hari jumlah kasus positif Covid-19 dunia bertambah 500.577 sehingga hari ini, 25 Mei 2020, kasus global jadi 5.500.577
Covid-19 di Amerika Serikat Tembus Angka 1 Juta
Episentrum Covid-19 hanya sebentar di sumber awal yaitu China karena pandemi menyeberang ke Eropa dan Amerika Serikat yang sekarang jadi episentrum
Covid-19 Amerika Serikat Tembus Angka 1,5 Juta
Kasus Covid-19 di Amerika Serikat terus bergejolak sementara warganya menolak protokol kesehatan WHO, kini kasus di negeri itu mencapai 1.504.881
0
Dapat Stimulus Pemerintah, Garuda Akan Turunkan Harga Tiket
Garuda Indonesia akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring kebijakan stimulus subsidi penerbangan tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara.