UNTUK INDONESIA
Covid-19 di Amerika Serikat Tembus Angka 1 Juta
Episentrum Covid-19 hanya sebentar di sumber awal yaitu China karena pandemi menyeberang ke Eropa dan Amerika Serikat yang sekarang jadi episentrum
Peringatan tentang virus corona (Covid-19) yang ditampilkan di pintu masuk Jembatan Manhattan di wilayah Brooklyn, New York City, AS, 20 Maret 2020. (Foto: rfi.fr/© REUTERS/ANDREW KELLY).

Jakarta – Semula Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump anggap remeh ketika pandemi atau wabah virus corona baru (Covid-19) menerjang Italia di Eropa dan Iran di Asia. Ketika itu, 2 Maret 2020, empat negara ada di puncak kasus kumulatif positif Covid-19 yaitu China 80.136, Korea Selatan (Korsel) 4.335, Italia 2.036, dan Iran 1.501.

Selain mengatakan corona sebagai ‘virus China’, tanggal 11 Maret 2020 Presiden Trump juga sesumbar: “Virus (Covid-19-red.) tidak akan memiliki peluang melawan kita.” Padahal, ketika itu kasus sudah menyebar di AS dan kalangan ahli menilai tes sudah sangat terlambat.

Laporan situasi Covid-19 global WHO menyebutkan kasus di AS sebanyak 696. Kasus ini merupakan local transmission. Setelah itu pada tanggal 26 Maret 2020 kasus Covid-19 di AS melampaui kasus di China dan Italia sehingga bertengger di puncak pandemi dengan kasus 83.836. Disusul Italia 86.498 dan China 81.897.

Sejak tanggal 26 Maret 2020 AS terus bertengger di puncak pandemi corona global. Sedangkan hari ini, Selasa, 28 April 2020. pukul 00.31 GMT atau 07.31 WIB seperti dilaporkan situs independen worldometers AS memecahkan angka 1.000.000 dengan kasus 1.009.259 dan 56.686 kematian serta 138.989 sembuh. Dengan angka in AS tetap bertahan dengan bertengger di puncak pandemi Covid-19 dunia.

Ketika Covid-19 sudah merebak di AS kalangan milenial tetap saja bermain di pantai dan kegiatan sosial lain. Kalangan ahli mengkritik perilaku milenial AS tsb. karena berisiko terjadi penyebaran Covid-19.

AS sendiri dikabarkan lambat menjalankan tes terhadap penduduk sementara presiden lebih memilih melontarkan berbagai kritik. AS menghentikan penerbangan ke China tapi membiarkan penerbangan ke beberapa negara Eropa ketika Covid-19 sudah jadi epidemi di beberapa negara Eropa.

Dengan jumlah kasus 1.000.000-an di AS berarti Negeri Paman Sam itu menyumbang 33% kasus Covid-19 dunia yang mencapai 3.060.695.

Yang jadi pertanyaan kasus di episentrum Covid-19 pertama di China kasus bertambah sangat lambat karena penemuan kasus baru yang sedikit, dan kematian yang kecil dengan kesembuhan yang tinggi. Hal yang sama terjadi di Korea Selatan yang berbatasan langsung dengan China tapi kasusnya hanya 10.000-an dengan temuan kasus baru yang kecil serta kematian yang rendah tapi tingkat kesembuhan yang tinggi. []

Berita terkait
Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus Angka 3 Juta
Wabah Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda reda, bahkan jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 secara global justru menembus angka 3.000.000
Peringkat Kematian Covid-19 di Dunia, Italia Nomor 1
Di dunia hingga Kamis 2 April 2020 terkonfirmasi 932.605 kasus positif corona Covid-19, di antaranya 46.809 meninggal. Berikut peringkat kematian.
Indonesia Potensial Jadi Episentrum Covid-19 ASEAN
Covid-19 di Indonesia terus bertambah seiring dengan tes Covid-19, pertambahan kasus yang pesat Indonesia bisa jadi episentrum Covid-19 di ASEAN
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.