UNTUK INDONESIA
Cemburu dan Sakit Hati Pemicu Pembunuhan Brutal di Tamiang
Kasus pembunuhan yang terjadi di Aceh Tamiang, Aceh dipicu rasa cemburu dan sakit hati karena istri pelaku dengan korban memiliki hubungan dekat.
Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, AKP Agus Riwayanto Diputra saat memberikan keterangan pers pembunuhan, Azwar yang dilakukan Nurhadi, Kamis, 29 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Zulfitra)

Aceh Tamiang - Nurhadi, 30 tahun, warga Desa Sungai Kuruk Dua Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh mengaku, tega menghabisi nyawa Azwar, 29 tahun, dikarenakan rasa cemburu dirinya terhadap kedekatan istrinya dengan korban saat masih tinggal bertetanggaan beberapa waktu lalu.

"Dulu, keduanya pernah tinggal bertetanggaan," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, AKP Agus Riwayanto Diputra, saat konferensi pers di Mapolres Aceh Tamiang, Kamis, 29 Oktober 2020.

Dan di saat mereka masih bertetanggaan, kata Agus, hubungan istri Nurhadi dengan Azwar sangat dekat. Akibatnya, kedekatan keduanya menimbulkan rasa cemburu Nurhadi kepada Azwar.

"Sehingga timbul rasa sakit hati Nurhadi, dan dendam terhadap Azwar. Dan terbesit niat untuk menghabisi nyawa korban. Puncaknya terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2020 kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB," katanya.

Saat itu, kata Agus, Azwar, yang merupakan warga Dusun Tanjung Keramat Desa Paya Udang Kecamatan Seruway, sedang melintas di jalan umum Dusun Kenangkung, Desa Sungai Kuruk Kecamatan Seruway dengan mengendarai sepeda motor miliknya.

Sehingga timbul rasa sakit hati Nurhadi, dan dendam terhadap Azwar.

Ketika di jalan itu, Azwar berselisihan dengan Nurhadi yang juga sedang mengendarai sepeda motornya berboncengan dengan istri dan anaknya.

Melihat Azwar, Pelaku memutar balik sepeda motornya dan langsung mengejar Azwar sembari memanggilnya. Mendengar panggilan itu, kata Agus, Azwar pun menghentikan kendaraannya.

Setelah berhenti, Azwar pun di suruh turun dari sepeda motornya oleh Nurhadi, sambil membentaknya. "Ada salah apa aku sama kau?," ucap Agus mengulang perkataan Nurhadi.

Akan tetapi, sambung Agus, Azwar tidak menggubris ucapan yang dilontarkan oleh Nurhadi, dan hanya diam, sehingga mengakibatkan Nurhadi menjadi khalaf dan mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya, sambil berkata. "Kau tau ini apa," katanya.

Melihat Nurhadi mengeluarkan senjata tajam, sontak membuat Azwar terkejut dan mencoba berlari untuk menyelamatkan diri. Namun, dikarenakan jarak antara keduanya begitu dekat, akhirnya upaya Azwar untuk menyelamatkan diri kandas.

Kemudian, Nurhadi yang sudah seperti orang yang sedang kesurupan langsung menusuk tubuh, dada, dan muka Azwar secara membabi buta dengan menggunakan pisau, hingga Azwar pun roboh dan tidak sadarkan diri. "Kurang lebih ada sekitar 22 tikaman yang diterima korban," katanya.

Dan ketika Nurhadi melakukan penikaman terhadap Azwar, Agus menyebutkan, istrinya Nurhadi berinisial, S, 24 tahun, langsung berteriak histeris sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar, sehingga warga yang mendengar teriakan itu pun segera berdatangan ke lokasi kejadian.

"Warga sempat ingin mencoba untuk menolong Azwar, namun dikarenakan Nurhadi masih memegang pisau, akhirnya warga hanya bisa melihat," katanya.

Usai puas menikam Azwar, Nurhadi pun langsung pergi meninggalkan korban begitu saja dengan menggunakan sepeda motor miliknya sambil berteriak memanggil istrinya. "Ayoo. Sini kau. Ikut aku," ujarnya.

Namun, sang istri tidak mau ikut ajakan sang suami, dan berlari menghindari Nurhadi karena takut. Dan akhirnya Nurhadi pun melarikan diri pergi ke arah seruway dengan mengendarai sepeda motornya tanpa membawa istri dan anaknya.

Setelah itu, warga pun langsung memberikan pertolongan terhadap Azwar, yang sudah terkapar dan tidak sadarkan diri lagi bersimbah darah di tanah. Sementara warga lainnya, melaporkan peristiwa itu ke maposek Seruway.

Baca juga: Kronologi Kasus Pembunuhan 22 Tusukan di Aceh Tamiang

Polisi pun langsung bergerak cepat melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku. Setelah melakukan pengejaran selama kurang lebih 19 jam, polisi akhirnya berhasil menangkap Nurhadi, di rumanya saat dirinya hendak mengambil pakaian.

"Pada malam Rabu, 28 Oktober 2020, sekira pukul 22.20 WIB, kami berhasil meringkus Nurhadi tanpa ada perlawanan," katanya.

Selain pelaku, kata Agus, pihaknya juga turut mengamankan sepeda motor jenis Honda Supra X 125 yang di gunakan Nurhadi, yang di sembunyikan dia didalam perkebunan kelapa sawit. Berjarak kurang lebih 300 meter dari rumahnya.

"Namun, pisau yang digunakan pelaku, belum berhasil kami temukan," katanya.

Agus Riwayanto mengungkapkan, pelaku sebelumnya sudah merencanakan untuk melakukan perbuatan pembunuhan itu, seiring dengan pengakuan yang diberikan Nurhadi kepada polisi.

"Sebab, pisau yang digunakan Nurhadi, dibelinya dari pasar, dan sengaja di persiapkan untuk membunuh Azwar, meskipun petugas belum berhasil menemukan barang bukti pisau itu," katanya.

Kendati begitu, kata Agus, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus itu. Begitu juga halnya ketika disinggung terkait dengan hubungan pelaku dan korban, apakah keduanya berteman sejak kecil, Agus mengaku masih akan terus mendalami lagi.

"Informasi sementara yang di peroleh, iya. Tapi kami belum dapat menyimpulkan, dan akan masih dilakukan pendalaman lagi," katanya.

Agus menambahkan, pihaknya menyangkakan Nurhadi, dengan pasal 338 dan 340 KUHPidana, tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana. "Dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun," ujarnya. [] 


Berita terkait
Polisi Ungkap Penyebab Pembunuhan Sadis di Aceh Tamiang
Kasus pembunuhan di Aceh Tamiang ternyata akibat adanya rasa dendam dan cemburu pelaku terhadap korban.
Pelaku Pembunuhan 22 Tusukan di Aceh Tamiang Ditangkap
Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Desa Sei Kuruk, Aceh Tamiang, Aceh.
Warga Temukan Sesosok Mayat Penuh Luka di Aceh Tamiang
Seorang pria tak bernyawa dengan kondisi bekas luka di bagian tubuh ditemukan di Desa Sei Kuruk, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.
0
Cemburu dan Sakit Hati Pemicu Pembunuhan Brutal di Tamiang
Kasus pembunuhan yang terjadi di Aceh Tamiang, Aceh dipicu rasa cemburu dan sakit hati karena istri pelaku dengan korban memiliki hubungan dekat.