UNTUK INDONESIA
Cegah Covid, TNI AL Lhokseumawe Sekat Selat Malaka
Pangkalan TNI AL Lhokseumawe giatkan patroli di Selat Malaka. Selain mencegah Covid-19, kegiatan itu juga untuk antisipasi pelanggaran di laut.
Danlanal Letkol Laut (P) Dimmy pimpin patroli keamanan laut di Perairan Selat Malaka. Patroli tersebut juga dalam rangka penyekatan dan pencegahan Covid-19. (Foto: Istimewa)

Lhokseumawe - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, Aceh, melakukan operasi penyekatan laut di perairan Selat Malaka. Penyekatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus pelanggaran kelautan di wilayah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga itu.

Operasi ini juga untuk mengantisipasi penyeludupan senjata, narkoba, illegal immigrant, serta perompakan di laut.

Komandan Lanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Dimmy Oumry mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sebagai salah satu langkah untuk memperketat patroli keamanan laut. Kegiatan tersebut sudah digelar pihaknya sejak Kamis, 9 Juli 2020, dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

“Pelaksanaan operasi ini juga menindaklanjuti perintah Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksda TNI Ahmadi Heri P mengenai pemutusan mata rantai pandemi Covid-19,” ujar Dimmy, Minggu, 12 Juli 2020.

Dimmy menjelaskan wilayah pengawasan Lanal Lhokseumawe mencakup hingga teritori perbatasan perbatasan negara tetangga. Sehingga dengan adanya operasi penyekatan laut tersebut, sekaligus untuk mencegah kegiatan keluar dan masuk, baik migrasi warga negara asing atau warga negara Indonesia (WNI).

Kegiatan operasi itu menyisir garis pantai sepanjang wilayah di perairan Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa sampai Seruway, Aceh Tamiang.

“Operasi ini juga untuk mengantisipasi penyeludupan senjata, narkoba, illegal immigrant, serta perompakan di laut. Selat Malaka merupakan jalur yang sangat strategis, di samping menjadi jalur perdagangan internasional yang memiliki lalu lintas terpadat,” tutur dia.

Lanal Lhokseumawe mengimbau masyarakat agar menghindari kegiatan migrasi ke negara tetangga atau membantu pelintasan WNA. Sebab aktivitas ilegal tersebut bisa memperluas penyebaran Covid-19.

Dimmy juga berharap kemitraan dan sinergitas dari semua komponen masyarakat serta instansi terkait lainnya dengan guna mencegah berbagai potensi pelanggaran melalui jalur laut.

“Seperti kejadian beberapa waktu lalu atas kasus KM Nelayan 2017.811 yang angkut 99 imigran Rohingya di perairan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Kami berharap itu dapat dijadikan pelajaran berharga bagi warga Lhokseumawe maupun sekitarnya,” ucapnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
Perairan Selat Malaka Rawan Masuk TKI Ilegal ke Aceh
TNI Angkatan Laut AL (Lanal) Lhokseumawe, Aceh melakukan patroli jalur ilegal di Perairan Selat Malaka. Mengantisipasi penyebaran virus corona.
Kejahatan di Selat Malaka Aceh Mulai Berkurang
Kejahatan di selat Malaka mulai berkurang, hal tersebut akibat intensnya patroli yang dilakukan TNI.
Satu Kapal Ikan dan 4 ABK Diamankan di Perairan Selat Malaka
Selain itu, kata Basri, di kapal tersebut juga ditangkap 4 orang anak buah kapal (ABK) yang berasal dari Myanmar.
0
Cegah Covid, TNI AL Lhokseumawe Sekat Selat Malaka
Pangkalan TNI AL Lhokseumawe giatkan patroli di Selat Malaka. Selain mencegah Covid-19, kegiatan itu juga untuk antisipasi pelanggaran di laut.