BMKG Ingatkan Warga Aceh Hadapi Cuaca Ekstrem

BMKG mengingatkan warga Aceh agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Tanah Rencong.
Salah seorang warga menggunakan sepeda saat melewati genangan air, Banda Aceh, Aceh, Jumat, 9 Mei 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Banda Aceh - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan warga Aceh agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Tanah Rencong.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Zakaria mengatakan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin puting beliung berpotensi terjadi di seluruh Aceh beberapa hari ke depan.

“Ini berpotensi hampir terjadi di seluruh Aceh. Itu lah sebabnya karena penyatuan massa udara atau konvergensi bahasa meteorologinya,” kata Zakaria saat dikonfirmasi, Rabu, 29 Juli 2020.

Juga perlu waspada terhadap gelombang tinggi. Tingginya gelombang ini disebabkan angin sedang kencang.

Zakaria menjelaskan, cuaca ekstrem itu terjadi karena dipengaruhi oleh konvergensi atau penyatuan massa udara yang menimbulkan awan komolunimbus.

Karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap waspada jika berpergian ke luar rumah. Selain hujan, petir dan puting beliung, masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan juga perlu waspada gelombang tinggi di perairan Aceh.

Kata Zakaria, pada pagi hari tadi, gelombang laut di peraian Aceh bahkan diprediksi mencapai 4 sampai 9 meter. Namun, pada siang ini ketinggiannya tidak mencapai 9 meter lagi. Meski demikian, para nelayan diminta tetap waspada.

“Juga perlu waspada terhadap gelombang tinggi. Tingginya gelombang ini disebabkan angin sedang kencang. Siang tadi sudah mulai turun tinggi gelombangnya, tidak lagi mencapai 9 meter," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zakaria juga meminta masyarakat tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi banjir, disebabkan hujan lebat di sejumlah daerah di Aceh.

“Di wilayah barat-selatan Aceh masih berpotensi terus dilanda hujan lebat dalam beberapa hari ke depan. Makanya warga harus waspada terhadap cuaca ekstrem ini,” kata Zakaria.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Aceh sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kabupaten/kota dilanda banjir, seperti Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan sejumlah daerah lainnya. []

Berita terkait
Banjir di Aceh Barat Meluas, Ratusan Warga Mengungsi
Banjir di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Aceh semakin meluas, ketinggian air mencapai 1,5 meter.
BNN Temukan Ladang Ganja Aceh di Lahan Negara
Ladang ganja seluas 5 hektare yang diduga ditanam di lahan negara, tepatnya di kawasan Desa Pulo, Kecamatan Seulimeuem, Kabupaten Aceh Besar.
Meugang Pertama, Daging Sapi di Aceh Rp 150 Ribu/Kg
Tradisi meugang sudah ada sejak masa kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke 16 Masehi. Sampai saat ini, tradisi ini masih dipertahankan.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.