UNTUK INDONESIA
Berkah Pemuda Tampan Penjual Gorengan di Bulukumba
Gagal kuliah bukan berarti harus berputus asa. Banyak cara untuk meraih kesuksesan. Seperti kisah pemuda penjual gorengan di Bulukumba, Sulsel.
Eril Cikas berpose di warung gorengan miliknya di Bulukumba. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bulukumba - Jalan nasib seseorang tidak bisa ditebak, karena takdir sudah digariskan. Kadang dia terlahir dari keluarga berada, hancur hingga jatuh miskin karena lengah dan ceroboh. Banyak juga pengusaha sukses lahir berkat perjuangan pahit dan bahkan tidak sejalur dengan harapan dan cita-citanya sendiri.

Seperti kisah Eril, seorang pemuda yang kini menjadi penjual gorengan laris di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Siapa nyana, kesuksesan datang ketika dia gagal kuliah di salah satu universitas yang diimpikannya di Kota Makassar.

Dia sendiri berasal dari kampung terpencil di Borongloe, Desa Benteng Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Dia memutuskan hijrah ke pusat kota Bulukumba di penghujung 2017, selepas tamat SMA dan gagal kuliah di Makassar.

Cikas itu singkatan nama dari orang tua saya, Citta dan Kasmiati. Kalau sambal goci ya singkatan gorengan cikas.

Modal nekat, dibarengi niat tulus merubah nasib, Eril meninggalkan kampung halaman dan orang tua yang dicintainya. "Berangkat meninggalkan kampung karena saya pikir kalau terus-terusan seperti ini, kasihan orang tua. Bisa habis kalau saya tidak bisa mandiri," kata anak dari pasangan H Citta dan Hj Kasmiati itu, kepada Tagar, Senin, 17 Februari 2020 malam.

Di Bulukumba, anak putra kedua dari empat bersaudara itu mengontrak rumah di Jalan Muhammad Hatta, Kelurahan Tanah Kongkong. Semula, Eril merintis bisnis dengan berjualan handphone bekas. Namun setelah setahun berjalan, dia pun terniat untuk membuka warung kopi di 2018.

"Warung kopi sederhana. Ada juga menu jus, teh. Cukup untuk hidup sehari-hari saja," katanya.

Setahun warung kopinya berjalan, tidak ada pergerakan signifikan dari bisnis yang kini menjamur di berbagai kota di Indonesia itu. Pengunjungnya masih seperti biasa dan didominasi oleh rekan-rekannya yang itu ke itu saja.

Awal Januari 2019, pemuda kelahiran 8 Oktober 1996 ini kembali mencoba merintis bisnis baru yang akan dikawinkan dengan warung kopi. Dia lantas memulai usaha berjualan goreng.

Baginya, tidak ada kata gengsi dalam berusaha. Semua harus dicoba. Bahkan, dia kerap menyiarkan langsung aktivitasnya mengiris kol, memotong ubi gorengannya di aku media sosial Facebook pribadinya.

Hari pertama, gorengan Eril laris manis. Bahkan dalam waktu yang tak sampai dua jam, seluruh porsi goreng sukun, bakwan, tahu, dan pisang ludes diserbu pembeli.

"Saya cukup terkesima waktu itu. Ternyata gorengan saya disambut baik oleh pembeli. Buktinya cepat habis di hari pertama," katanya.

Kedai gorengan Eril terletak persis bersebelahan dengan warung kopinya di rumah kontrakan itu. Kedai gorenganya diberi nama "Gorengan Cikas" dengan khas sambal goci yang tersohor.

Sambal Goci adalah sambal buatan Eril yang terbuat dari lombok biji dan digiling kemudian diramu dengan bumbu tertentu.

Sambal gocjiSambal goci khas gorengan Cikas Eril di Bulukumba yang tersohor. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

"Cikas itu singkatan nama dari orang tua saya, Citta dan Kasmiati. Kalau sambal goci ya singkatan gorengan cikas," tutur Eril sembari melempar tertawa.

Semakin hari, pembeli gorengan Eril kian bertambah. Bahkan, pengunjung rela mengantri sejak azar dan dilayani setelah adzan magrib. Omzetnya melejit, mulai dari pendapatan Rp 500 ribu per hari, kini menjadi Rp 4-5 juta. Sungguh capaian yang tidak pernah dibayangkan Eril ketika awal merintis usaha gorengan itu.

Gorengan ErilKaryawan gorengan Cikas Eril di Bulukumba saat sibuk mempersiapkan bahan jualan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Tidak hanya itu, Eril pun kini bisa memperkerjakan sebanyak 7 orang karyawan membantunya mengelelola gorengan dan warung kopi. Setiap karyawan digaji Rp 1,5 juta per bulannya. "Tempat tinggal mereka juga langsung di sini. Mereka semua laki-laki," katanya.

Awal berjualan, kedai gorengan Eril baru mulai dibukua sekitar pukul 3 sore. Namun hari ini, kedainya buka pukul 10 pagi dan tutupnya setelah gorengan habis. Dalam sehari, Eril menghabiskan 100 sisir pisang, 2 sampai 3 karung terigu, sekarung ubi jalar, 1 sampai 3 karung sayur kol, dan 40 liter minyak goreng.

"Pisang saya beli dari Bone. Biasanya dipasok setiap hari Minggu. Sayuran dan bahan lainnya di pasar tradisional dekat sini aja," katanya.

Viral di Media Sosial

Belum lama ini, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video kocak yang viral di media sosial (medsos). Dalam video live streaming berdurasi 4 menit itu, tampak seorang pemuda sedang asik menikmati semangkok coto, makanan khas Sulawesi Selatan.

Saking asiknya makan sambil berbicara, tanpa sadar, pemuda itu menancapkan sendok di ketupat yang ia genggam di tangan kiri. Setelah beberapa saat sambil terus berbicara menyapa penonton, pemuda berambut hitam itu tampak kebingungan seperti mencari sesuatu. Ternyata, yang ia cari adalah sendok yang tertancap di ketupat tadi.

Saya pikir umur masih muda, belum punya mobil dan rumah pribadi. Soal nikah nantilah. Bahagiakan orang tua dulu.

Sungguh sebuah kelalaian yang benar-benar lucu. Pemuda dalam video yang sudah ditonton jutaan kali itu, ternyata adalah Eril, pemuda penjual gorengan Cikas yang terkenal dengan sambal gocinya di Bulukumba. Video Eril tersebut menarik banyak perhatian netizen yang menertawakan aksi lucunya. Ia pun dikenal dengan nama "si pencari sendok".

"Saya tidak nyangka sekali, bahkan di Malaysia, di twitter itu penonton sudah dua juta lebih," katanya.

Video yang dibuat pada 11 Februari 2020 itu, kian membawa berkah bagi Eril si pencari sendok. Hanya dalam waktu seminggu, pengikut aku Facebook Eril Cikas melesat tajam. Pengikut yang dulunya dua ratusan kini menjadi belasan ribu. Di laman Instagram pun demikian. Bahkan salah satu akun penyebar konten viral indozone.id dengan 3,7 juta pengikut, turut mengupload video Eril si pencari sendok.

Satu persatu tawaran endorse pun kini berdatangan. Eril mengaku dihubungi beberapa pemilik usaha. Ia bahkan sudah memasang tarif untuk sekali live promosi Rp 100 ribu untuk 10 menit jam tayang.

"Sudah ada beberapa yang deal, ada dari kabupaten Bulukumba, Makassar, Gorontalo dan Jakarta," katanya.

Meski kini mendapat berkah banyak rezeki, Eril mengaku belum membuat target apapun selain ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Dia berencana memberangkatkan ayah dan ibunya umrah ke tanah suci Mekkah.

"Saya pikir umur masih muda, belum punya mobil dan rumah pribadi. Soal nikah nantilah. Bahagiakan orang tua dulu," katanya. []

Berita terkait
Kreasi Survivor Menoreh Magelang Siaga Tanah Longsor
Tinggal di kawasan rentan tanah longsor membuat warga Menoreh, Magelang berkreasi membuat EWS sederhana. Seperti apa alat itu?
Amel, Gadis Kecil Penjual Jasa Ojek Payung di Bandung, Bercita-cita Jadi Dokter
Amel, gadis bermata bening itu ingin jadi dokter. Pulang sekolah ia harus menempuh jarak belasan kilometer ke Bandung untuk menjajakan ojek payung.
The Cops Kulon Progo Penumpas Klitih dan Kejahatan
Polres Kulon Progo memiliki pasukan khusus penumpas kejahatan seperti klitih, namanya The Cops. Pasukan ini bekerja 24 jam siang dan malam.
0
Program Sejuta Rumah di Sidempuan Sarat Kejanggalan
Yayasan Kompak melaporkan dugaan penyimpangan program sejuta rumah di Kota Padangsidempuan.