UNTUK INDONESIA
Berburu Kurma Ajwa dan Kurma Sukari di Tanah Abang
'Kurma Ajwa Mekkah Rp 300.000 per kilogram. Kurma Sukari Madinah Rp 110.000 per kilogram.' - Yulia pedagang kurma di Tanah Abang
Pembeli memilih kurma di Pasar Tanah Abang Blok C2, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019). Menurut sejumlah pedagang, penjualan kurma menjelang bulan suci Ramadan tahun ini naik 20-30 persen dibanding bulan sebelumnya. (Foto: Antara/Arindra Meodia)

Jakarta - Kurma Nabi Ajwa didatangkan langsung dari Mekkah Rp 300.000 per kilogram. Kurma Sukari dari Madinah dijual Rp 110.000 per kilogram. 

Hal itu disampaikan Yulia seorang pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Yulia mengatakan memasuki bulan Ramadan, penjualan kurma mengalami peningkatan hingga 100 persen menyusul tingginya permintaan konsumen.

"Peningkatannya pesat sekali, dibanding Ramadan tahun lalu," kata Yulia , Jumat 10 Mei 2019 dilansir Antara.

Ia mengenang Ramadan tahun lalu usahanya tersebut dalam sehari mampu menghasilkan keuntungan Rp 5 juta. Sementara lima hari jelang masuknya bulan Ramadan tahun ini, dalam satu hari ia mampu meraup keuntungan Rp 10 juta.

Meskipun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, ia mengaku tidak memberlakukan kenaikan harga.

"Harga kurma masih sama seperti sebelum Ramadan, tidak ada kenaikan, kualitasnya pun sama masih bagus," kata Yulia.

Ia menjelaskan beberapa jenis kurma yang ia jual seperti kurma jenis Khalas per kilogramnya Rp 35.000, kurma jenis Mesir Rp 45.000, jenis Madinah Madu Rp 50.000, Tunisia curah tanpa tangkai Rp 65 ribu, Tunisia curah pakai tangkai Rp 80.000.

Kemudian Kurma Sukari dari Madina dijual Rp 110.000 per kilogram, Medjool Rp 225.000 per kilogram dan Kurma Nabi Ajwa yang didatangkan langsung dari Makkah Rp 300.000 per kilogram.

Harga kurma masih sama seperti sebelum Ramadan, tidak ada kenaikan, kualitasnya pun sama masih bagus.

Naiknya penjualan kurma selama bulan Ramadan juga dirasakan pedagang kurma dan oleh-oleh haji di Blok C Pasar Tanah Abang, Gofur.

"Satu pekan sebelum Ramadan omzet puluhan juta rupiah, dua kali lipat dari hari biasanya, pokoknya kalau Ramadan dan Lebaran Haji, mantap betul," kata Gofur.

Terkait harga kurma, Gofur menjelaskan tiap tempat dan pedagang punya patokan harga berbeda. Satu kilogram aneka jenis kurma dibanderol mulai Rp 40.000 hingga Rp 350.000.

"Paling murah Kurma Khalas harganya Rp 40.000 per kilogram, kalau yang paling mahal Kurma Nabi Rp 350.000 per kilogram," kata Gofur.

Gofur menjelaskan Kurma Nabi dibanderol mahal karena kurma itu asli dari Makkah, "Kurma asli dari Makkah, warnanya hitam pekat, buahnya lebih besar dan kering. Biasanya ini buat obat diabetes, jantung, stroke, dan darah tinggi. Banyak yang mencari buat pengobatan," kata Gofur.

Pedagang kurma Pasar Tanah Abang ini mendapat pasokan kurma dari para agen maupun importir kurma langsung. Namun, ada pula beberapa wiraniaga yang rutin menawarkan kurma dalam kemasan kardus.

"Kurma kiloan ini biasanya dapat dari daerah Jakarta Kota. Biasanya orang Arab langsung nawarin ke kami. Kalau yang kurma kemasan kardus isi setengah kilo ini biasanya penjual yang menawarkan," kata Gofur. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Dua Calon Wakil Bupati Kulon Progo Masih Misteri
Dua nama Cawabup Kulon Progo sampai saat ini masih misteri. DPP PDI Perjuangan belum mengeluarkan dua nama itu untuk dipilih melalui DPRD setempat.