UNTUK INDONESIA
Benda Sejarah Mataram Kuno Tercecer di Magelang
Benda sejarah peninggalan Mataram Kuno tercecer di wilayah Magelang. Benda tersebut kini dikumpulkan di Desa Banyuwangi, Bandongan.
Pemerintah Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dan BPCB Jawa Tengah memindahkan benda bersejarah peninggalan Mataram Kuno, Kamis, 23 Januari 2020. (Foto: Tagar/Ambar)

Magelang – Benda-benda peninggalan zaman Mataram Kuno banyak ditemukan atau tercecer di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satunya di wilayah Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan. Benda-benda dengan nilai sejarah tinggi tersebut kini dikumpulkan di kawasan balai desa setempat. 

Setidaknya sudah ada 13 benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Desa Banyuwangi. Yakni 7 buah yoni dan 6 artefak berupa batu landasan berbentuk kotak serta bundar.

Kepala Desa Banyuwangi Asnawi mengatakan, benda-benda cagar budaya tersebut ditemukan sejak tahun 1985 di beberapa dusun. Tahun 2007, dipindahkan ke halaman balai desa. Pada Kamis, 23 Januari 2020, benda-benda tersebut dipindah lagi ke tempat yang lebih layak, masih di sekitar halaman balai desa. 

Jika di suatu desa ditemukan benda bersejarah, dulunya kemungkinan desa yang makmur.

Pemindahan ini lantaran tempat lama di balai desa akan dibangun gedung olahraga. Pemerintah desa berinisiatif menyediakan tempat tersendiri semacam miniatur museum, masih di kawasan balai desa sebagai lokasi baru.

"Jika di suatu desa ditemukan benda bersejarah, dulunya kemungkinan desa yang makmur. Ini menjadi tantangan saya ke depan, agar masyarakat Banyuwangi lebih makmur dan sejahtera, karena banyak temuan yoni khususnya di Dusun Sangubanyu," ungkap Asnawi. 

Asnawi menduga, masih banyak batuan cagar budaya yang berserakan dan belum ditemukan di Desa Banyuwangi. “Khususnya di sebelah timur Dusun Sangubanyu. Karena penemuan saat itu juga hanya di satu area saja,” ujar dia. 

Koordinator juru pelihara Magelang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Iswanto menjelaskan, benda-benda cagar budaya yang ditemukan tersebut merupakan peninggalan Mataram Kuno. Pihaknya diminta ikut membantu proses pemindahan karena memerlukan teknik tersendiri.

"Tidak boleh asal, harus ada teknik tersendiri dalam memindahkan batu-batu cagar budaya itu. Jadi kami kirim tim tenaga ahli untuk memindahkan supaya tidak rusak," terangnya.

Menurut Iswanto, yoni yang ditemukan di Desa Banyuwangi, dimungkinkan merupakan tapal batas sebuah kerajaan. Dalam tradisi kerajaan, untuk menandai batas suatu wilayah biasanya ditandai dengan yoni. 

Namun demikian, Iswanto menduga bahwa di wilayah tersebut juga ada candi. Terlebih, di seputar Bandongan juga ada bernama Desa Candi. "Kemungkinan untuk tapal batas antara kerajaan sini dan sana. Dugaan kami dulu ada candi disini, karena ada yoni dan ada desa namanya Desa Candi," paparnya.

Selain itu, dia juga menduga masih ada lingga serta beberapa peninggalan Mataram Kuno lainnya yang masih terpendam. "Masih ada yoni berukuran cukup besar namun tidak bisa dipindahkan mengingat lokasinya yang curam dan berada didekat pinggir sungai Progo," kata dia.

Pihaknya menyambut baik gagasan pemerintah desa dan warga yang menginginkan benda cagar budaya diletakkan dalam satu tempat. Dengan tujuan agar aman dan mudah dalam pemeliharaanya.

Ke depan, untuk perawatan benda cagar budaya tersebut akan ditanggung bersama antara pemerintah desa dan Pemkab Magelang. BPCB sendiri akan mengusulkan biaya pemeliharaan mengingat saat ini peninggalan tersebut belum terdaftar di BPCB.

"Pelan-pelan nanti akan kami daftarkan namun demikian kami tetap bertanggung jawab untuk merawat meski tidak ada perintah dari atasan," imbuh Iswanto. []

(Solikhah Ambar)

Baca juga: 

Lihat video: 

Berita terkait
Warga Dieng Banjarnegara Temukan Batuan Serupa Candi
Warga pegunungan Dieng Banjarnegara menemukan tumpukan batu menyerupai struktur bangunan candi.
Situs Candi Hindu Siwaistis Ditemukan di Kota Batu
Tim BPCB Jatim melakukan ekskavasi dengan ditemukannya yang diperkirakan sebagai candi Hindu Siwaistis di Kota Batu.
Sebelas Bangunan di Yogyakarta Jadi Cagar Budaya
Seluruh bangunan dan struktur bangunan yang diajukan tersebut merupakan hasil kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) terhadap bangunan kunodi kawasan cagar budaya
0
Calon Jemaah Umrah Sulsel Gagal Pergi karena Corona
Dampak corona, sebanyak 1.200 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) harus mengalami penundaan keberangkatan.