UNTUK INDONESIA
Belasan Warga Tangsel Pulang dari Rumah Lawan Covid-19
Belasan warga Tangsel diperbolehkan pulang dari Rumah Lawan Covid-19 setelah menjalani karantina selama beberapa hari.
Belasan Warga Tangsel Pulang dari Rumah Lawan Covid-19. (Foto: Tagar/Alfi)

Tangerang Selatan - Sebanyak 13 orang warga Tangerang Selatan (Tangsel) diperbolehkan pulang ke rumahnya setelah menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19 yang berlokasi di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Tandon Ciater, Serpong.

Saya merasa cukup senang bisa kembali ke panti dan berkumpul bersama lagi dengan yang lain.

Rumah Lawan Covid-19 dibentuk oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk menangani Orang dalam Pantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) tanpa gejala yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah.

Diketahui, sebanyak 11 pasien yang terdiri anak dan pengasuh panti asuhan di Kota Tangsel. Kemudian, dua orang lagi berasal dari Kecamatan Pondok Aren. 

Yati, pasien Rumah Lawan Covid-19 yang juga pengasuh panti asuhan mengatakan bersama 10 anak panti menjadi ODP setelah dua pegawai panti asuhan dinyatakan positif Covid-19 dan PDP.

"Saya merasa cukup senang bisa kembali ke panti dan berkumpul bersama lagi dengan yang lain," ujar Yati kepada Tagar, Senin, 5 Mei 2020.

Warga TangselBelasan Warga Tangsel Pulang dari Rumah Lawan Covid-19. (Foto: Tagar/Alfi)

Selama karantina di Rumah Lawan Covid-19 Yati menceritakan pengalaman dan kehidupan yang dijalani selama karantina. Ia mengatakan selama di dalam sangat menyenangkan dan bisa beraktivitas seperti biasa.

"Sangat menyenangkan karena kami ramai-ramai melakukan aktivitas biasa dari pagi bangun, doa bersama, olahraga, san kerja seperti urus baju sendiri yang biasa kita lakukan di rumah. Hal ini bisa kita lakukan disini dengan senang hati," ujarnya.

Yati mengatakan 10 anak dari panti asuhan selama dikarantina tidak bosan dan jenuh karena banyak kegiatan, aktivitas, dan fasilitas yang cukup.

"Sekalipun kita kondisi tidak boleh keluar dari lingkungan, tapi di belakang gedung itu cukup luas bagi kami untuk bermain dan juga ada tanaman yang bisa menyegarkan mata," tuturnya.

Anak-anak yang masih berstatus pelajar ini juga diberikan sekolah online dengan segala perlengkapan mulai dari komputer serta jaringan internet juga disediakan.

"Kalau pada hari sekolah disini ada juga sekolah online setiap Senin-Jumat ada kegiatan jam 08.00 pagi sampai jam 10.30. Kemudian istirahat dan baru kami mulai lagi sampai jam 2 siang. Kami disini tetap belajar dan sistem online disediakan dari sini dan juga dari sekolah anak-anak," ucapnya.

Setelah kembali pulang nanti, Yati berjanji akan memberikan edukasi mengenai Covid-19 dan pengalaman selama karantina di Rumah Lawan Covid-19.

"Setelah kita pengalaman di sini, kita jadi lebih tahu kalau kita harus tetap jaga kebersihan hidup sehat, sesering mungkin cuci tangan, harus pakai masker setiap saat," ucapnya. []

Berita terkait
PSBB Tangsel Hari 17 Tak Ada Pemeriksaan dan Sanksi
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ke 17 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak terlihat pemeriksaan di beberapa check point.
Tawuran Tangsel, Dua Orang Meninggal Dunia
Dua orang menjadi korban tawuran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama masa PSBB dan bulan puasa.
Benyamin Davnie Sebut PSBB Tangsel Belum Maksimal
Benyamin Davnie mengatakan hasil pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum maksimal, masih banyak masyarakat yang membandel.
0
Bebatuan dari Bulan Ini Dibanderol Rp 36 Miliar
Meteorit Bulan bernama NWA 12691 dilelang dalam dengan harga 42,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp 36 miliar.