Bayi 15 Hari Magelang Ikut Mengungsi Hindari Erupsi Merapi

Demi menghindari potensi bahaya erupsi Merapi, bayi 15 hari ikut diungsikan orang tuanya di tempat pengungsian di Desa Deyangan, Mertoyudan.
Ibu dan bayinya mengungsi di tempat pengungsian di Kabupaten Magelang demi mengindari potensi bahaya erupsi. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kondisi pengungsi Jumat, 6 November 2020. (Foto: Tagar/Humas Pemprov Jateng)

Magelang - Senyaman apapun, tentu tidak ada warga lereng Gunung Merapi yang ingin hidup di pengungsian. Namun demi keselamatan, menghindari ancaman erupsi, mereka rela tinggal sementara di posko pengungsian. Termasuk bayi asal Dusun Trono, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

Selalu ada kisah menarik bikin haru jika melihat dari dekat kehidupan warga yang berikhtiar menghindari sergapan bencana alam dengan tinggal di pengungsian. Seperti cerita saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke posko pengungsian warga lereng Merapi di Kabupaten Magelang, Jumat, 6 November 2020. 

Sosok seorang ibu muda di posko pengungsian Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, menarik perhatian Ganjar Pranowo. Bukan karena fisik maupun penampilannya, tapi lebih karena ibu muda itu terlihat menggendong bayi imut nan kecil yang kulitnya merona kemerahan.

Belakangan diketahui, ibu muda itu bernama Warti, 33 tahun. Ganjar langsung mendatangi perempuan tersebut. "Ini anaknya bu, wah manis sekali. Jenenge sinten bu (namanya siapa bu)," sapa Ganjar pada Warti.

Menunjukkan wajah kaget karena tak menyangka disapa oleh Ganjar, Warti merespons dengan menjawab anaknya bernama Mizan Alva Nurrohman. Usianya baru 15 hari, karena lahir pada 24 Oktober lalu.

"Wah apik yo jenenge (bagus ya namanya). Biasane wong Magelang ki jenenge Tugiyo (biasanya orang Magelang itu namanya Tugiyo), ini Mizan Alva Nurrohman. Keren Bu," seloroh Ganjar yang disambut senyum Warti.

Senang sekali, tadi dikasih uang sama Pak Ganjar. Katanya kondangan.

Usai ngobrol dengan Warti, Ganjar pun langsung memanggil ajudannya. Ia meminta sejumlah uang untuk diberikan pada Warti.

"Kerono ana bayi, aku Mbayen (karena ada bayi, saya ikut bahagia dengan kelahiran bayi). Iki yo Bu, nggo bayine (ini ya bu, buat bayinya). Sehat-sehat terus," ucap Ganjar sambil menyerahkan sejumlah uang.

Warti yang tak menyangka akan mendapat kejutan itu, langsung tersenyum bahagia. Berkali-kali, ia mengucapkan terima kasih kepada Ganjar sambil menimang bayinya.

"Senang sekali, tadi dikasih uang sama Pak Ganjar. Katanya kondangan," kata dia tertawa.

Warti terpaksa mengungsi, karena kampung tempat tinggalnya, yakni Dusun Trono, Desa Krinjing, sangat dekat dengan puncak Merapi. Dengan status Merapi yang naik level dari waspada ke siaga, ia terpaksa mengungsi bersama warga lainnya.

"Ini anak yang kedua, belum lama lahir, sudah suruh ngungsi. Ya tidak apa-apa, demi keselamatan," ucapnya. 

Tak hanya anak Warti, di pengungsian Deyangan dan di Desa Banyurojo, juga banyak anak-anak lain. Di dua tempat itu, ratusan warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi memang sudah mengungsi sejak BPPTKG menaikkan level ke Siaga pada Kamis, 5 November kemarin.

Baca juga: 

Selain menyapa para pengungsi dan memastikan semuanya aman, Ganjar juga menghibur para pengungsi. Saat menemukan banyak anak-anak kecil, ia langsung mengajak mereka bernyanyi bersama.

Kepada anak-anak yang berani bernyanyi, Ganjar memberikan hadiah berupa mainan boneka dan kerajinan tangan lainnya. Kepada semua pengungsi, Ganjar berpesan agar semua menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. 

"Sehat semua njih bapak ibu. Ikuti saja apa yang disampaikan Pak Kades dan Pak Bupati. Semoga Merapi enggak jadi meletus, agar semuanya bisa aman," tukas Ganjar. []

Berita terkait
Daftar Desa di Sekitar Merapi yang Rawan Terdampak Erupsi
Ada 12 desa di empat kabupaten di DIY dan Jawa Tengah yang rawan terdampak erupsi Gunung Merapi.
Erupsi Merapi Makin Dekat, BPPTKG Yogyakarta: Level Siaga
Tanda-tanda erupsi Merapi makin dekat. BPPTKG meningkatkan status kewaspadaan dari level II atau waspada menjadi level III atau siaga.
Ganjar Sebut Tempat Pengungsian Merapi di Magelang Terbaik
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut tempat pengungsian di Magelang sebagai yang terbaik di sekitaran Gunung Merapi.
0
Muhammadiyah: Jauhi Politisasi Pancasila untuk Kepentingan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta agar seluruh masyarakat menjauhi politisasi terhadap Pancasila untuk kepentingan apapun.