Banjir Solok Selatan, BPBD: Akibat Penyempitan Aliran Sungai

Hujan deras yang melanda Kabupaten Solok Selatan membuat 114 rumah dan 850 orang terdampak banjir. BPBD sudah siap melakukan evakuasi.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu, 8 November 2020 malam. (Foto: Tagar/BPBD Solok Selatan/Muh Aidil)

Solok Selatan - Hujan deras terjadi di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan menyebut peristiwa tersebut karena penyempitan aliran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Richi Amran mengatakan dari hasil analisa dan penelusuran timnya di lapangan, banjir terjadi di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan dipicu sungai tidak bisa menampung debit air lantaran adanya penyempitan di beberapa ruas sungai, seperti Batang Pangian dan Batang Garinggiang.

Akibatnya air meluap, sehingga setidaknya 114 rumah warga ikut terdampak.

"Kami sudah terbangkan drone, di sana kami lihat ada penyempitan di beberapa titik dan sungai yang berbelok-belok. Inilah yang memicu terjadinya banjir," ujarnya kepada Tagar, Senin, 9 November 2020.

Richi menjelaskan pada beberapa titik penyempitan jalur sungai juga terdapat tumpukan sampah berupa kayu, ranting dan dedaunan sehingga terjadinya aliran sungai menjadi tersumbat.

Baca juga:

"Akibatnya air meluap, sehingga setidaknya 114 rumah warga ikut terdampak. Nanti akan kami normalisasi lagi setelah air sungai itu tidak keruh lagi," tutur Richi.

Seperti diketahui, banjir terjadi di dua jorong di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan, yaitu Jorong Pasa Sungai Sungkai dan Jorong Taratak Sungai Sungkai setelah hujan sejak Minggu, 8 November 2020.

Banjir terjadi dengan ketinggian bervariasi, mulai daru ketinggian 30 hingga 170 sentimeter atau setinggi orang dewasa.

Sebanyak 114 rumah dilaporkan terendam banjir di kedua Jorong tersebut. Rincinya, sebanyak 34 rumah di Jorong Pasa dan 80 rumah di Jorong Taratak. Sementara itu, sebanyak 850 jiwa menjadi korban terdampak tergabung dalam 136 kepala keluarga (KK).

Tidak hanya menggenangi pemukiman warga, banjir juga menggenangi jalan nagari, pasar, perkebunan hingga peternakan warga. []

Berita terkait
Seorang Komisioner KPU Solok Selatan Meninggal Dunia
Seorang Komisioner KPU Solok Selatan meninggal dunia di RSUD Solok Selatan.
Warga Solok Selatan Diserang Beruang Madu
Seorang warga Solok Selatan diserang beruang madu.
Solok Selatan Gagas Program Semesta Melawan Corona
Kabupaten Solok Selatan menggagas gerakan semesta melawan corona.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.