UNTUK INDONESIA
Banjir di Limapuluh Kota Rendam Ratusan Rumah
Puluhan rumah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diterjang banjir.
Genangan air memasuki pemukiman warga dan sarana umum di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Rabu 12 Februari 2020 pagi. (Foto: Tagar/Aking Romi Yunanda)

Limapuluh Kota - Banjir kembali menerjang kawasan Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Rabu 12 Februari 2020. Kondisi tersebut disebabkan meluapnya aliran tiga sungai yang melintas kawasan itu.

Data kerusakan memang masih didata. Perkiraan sementara melihat kondisi lapangan, ratusan rumah terdampak banjir.

Kasi Trantib Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Sudirman Uncu, mengatakan banjir mulai naik ke pemukiman penduduk sekitar pukul 04.30 WIB dini hari. Sungai tersebut antara lain, Batang Maek, Batang Kasok dan Batang Samo.

"Pagi ini air menggenangi pemukiman penduduk, sekitar puluhan rumah terendam, datanya masih dihimpun. Satu unit Sekolah yakni SDN 03 Pangkalan serta Masjid Raya Pangkalan yang terletak di Jorong Banjaranah ikut terendam," katanya kepada Tagar, Rabu 12 Februari 2020 siang.

Meluapnya aliran tiga sungai yang melintasi Nagari Pangkalan itu, diduga dipicu tingginya intensitas hujan di bagian hulu sungai sejak dua hari belakangan. Nagari Pangkalan, tercatat merupakan kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Tahun 2016 dan 2017 silam, Pangkalan Koto Baru pernah dilanda bencana serupa hingga berstatus bencana nasional. Longsor jalan di jalur Sumbar-Riau bahkan sempat memakan korban jiwa ketika dilanda hujan deras.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Joni Amir, mengatakan saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi data jumlah kerusakan serta melakukan penanganan korban terdampak banjir. Petugas BPBD dibantu aparat kepolisian, TNI dan instansi pemerintah terkait sudah turun ke lokasi.

Menurut data yang diterima BPBD, debit ketinggian air mencapai hingga pinggang orang dewasa. Hujan deras di kawasan hulu menyebabkan luapan tiga sungai mengakibatkan rumah penduduk terendam.

"Data kerusakan memang masih didata. Perkiraan sementara melihat kondisi lapangan, ratusan rumah terdampak banjir. Selain personil, kita juga menurunkan sebuah perahu karet ke lokasi bencana. Siang ini debit air dilaporkan mulai turun," tuturnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, memastikan sejauh ini dari pemantauan di lapangan tidak ditemukan adanya korban jiwa. Terdapat enam Jorong yang terdampak banjir, diantaranya Jorong Pauh Anok, Jorong Banjaranah, Jorong Tigo Balai, Jorong Pasar Usang, Jorong Lakuak Godang, Jorong Subarang Koto Panjang.

"Sejumlah warga terutama yang tinggal di tepi aliran Batang Maek, untuk sementara dievakuasi ke kawasan yang lebih tinggi. Penyisiran dilakukan ke sejumlah titik, menggunakan perahu karet, guna mengantisipasi dampak korban jiwa," katanya. []

Berita terkait
Banjir dan Longsor Kepung Limapuluh Kota
Sembilan kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diterjang banjir dan longsor.
Tanah Retak Hantui Warga Koto Alam Limapuluh Kota
Retakan tanah di sejumlah titik di Nagari Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, dikhawatirkan memicu longsor.
Dua Penumpang Luka Ditimpa Longsor Limapuluh Kota
Tiga mobil terseret longsor di jalan Sumbar-Riau, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Dua penumpang luka-luka.
0
KKP Sebut 59 Warga Papua Terpantau Corona
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura, Harold Pical menyebutkan sebanyak 59 warga Papua berstatus terpantau virus corona