UNTUK INDONESIA
Dua Penumpang Luka Ditimpa Longsor Limapuluh Kota
Tiga mobil terseret longsor di jalan Sumbar-Riau, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Dua penumpang luka-luka.
Pembersihan dan evakuasi mobil yang terseret longsor di jalan Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: Tagar/Aking Romi Yunanda)

Limapuluh Kota - Tiga unit mobil tertimpa longsor ketika melintasi jalur Sumatera Barat-Riau, tepatnya di Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa 10 Desember 2019.

Atas kejadian itu, dua penumpang travel mengalami luka-luka. Mereka pun dilarikan ke Puskesmas Tanjung Pati untuk mendapatkan perawatan medis.

Dua mobil rebah kuda, satu terbalik. Jalur penghubung Sumbar-Riau, sempat terputus.

Salah seorang korban, Ardi, 56 tahun, mengatakan musibah longsor yang menimpanya terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Selasa 10 Desember 2019.

"Dini hari tadi, kami terjebak macet tepat di Jorong Simpang Tiga, Koto Alam. Saat macet itu lah, tebing di pinggir tiba-tiba longsor dan menimpa mobil kami," katanya saat ditemui Tagar di Puskesmas Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota.

Akibat kejadian tersebut, Ardi mengalami luka-luka pada beberapa bagian tubuhnya. Dia sendiri saat kejadian sedang menumpang travel dari Kota Duri, Riau, dan hendak menuju ke kampungnya di Matur, Kabupaten Agam.

Mobil jenis APV yang ditumpangi bersama empat orang penumpang lainnya, terguling saat ditimpa longsoran tanah tebing jalan. Beruntung material hanya menyeret mobil ke tepi jalan.

Dari 5 penumpang dan sopir, tiga penumpang berhasil selamat karena lebih dulu melompat ke luar mobil.

Selain Ardi, salah satu penumpang lain yang mengalami luka-luka, diketahui bernama Maulid Nasution, 24 tahun. Dia mengaku trauma dan mengalami luka lecet hingga lebam dibagian kaki dan wajahnya.

"Di lokasi, sebelum terkena longsor, kami terjebak macet hampir dua jam," tuturnya.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo, mengatakan longsor di jalan Sumbar-Riau Selasa dini hari, terjadi ketika kawasan yang terbilang rawan itu dilanda hujan deras. Tiga unit kendaraan terseret longsor, yakni jenis minibus, colt diesel, serta satu truk bertonase besar jenis Fuso.

"Material longsor menimpa hingga menyeret tiga mobil, yang kebetulan tengah melintas di kawasan itu. Dua mobil rebah kuda, satu terbalik. Jalur penghubung Sumbar-Riau, sempat terputus sehingga mengalami macet panjang," katanya.

Dia memastikan, kepolisian bersama BPBD langsung mengamankan arus lalu lintas begitu menerima laporan. Para korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, proses evakuasi terhadap tiga unit mobil baru bisa dilakukan pada pukul 08.00 WIB pagi.

"Longsor tanah ada sepanjang 50 meter dengan tinggi 1,5 meter. Lalu lintas baru lancar setelah enam jam, atau sekira pukul 10.00 WIB siang," tutur Kapolres.

Kabid Kedaruratan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan untuk membersihkan material longsor di Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Alam, pihaknya mengerahkan dua unit alat berat.

Arus lalu-lintas ketika proses evakuasi pembersihan material terpaksa diberlakukan proses buka-tutup untuk menghindari kamecetan panjang.

Dia memastikan, tiga mobil tertimpa material longsor, yaitu mobil truk Nissan, mobil truk Colt Diesel dan mobil minibus APV sudah berhasil dievakuasi.

Rahmadinol menyebutkan, sejak Senin 9 Desember 2019, sedikitnya terdapat empat titik longsor di jalur Sumbar-Riau tepatnya di sepanjang Nagari Kotoalam dan Manggilang. Longsor pertama terjadi pukul 19.00 WIB, selanjutnya pukul 21.30 WIB, 23.00 WIB, dan terakhir pukul 4.30 WIB.

"Jarak masing-masing titik longsor itu sekitar satu kilometer. Kami mengimbau, pengendara yang hendak melewati kawasan rawan ini, agar selalu berhati-hati. Apalagi saat hujan deras, kalau bisa berhenti dulu, supaya tidak menimbulkan korban," tuturnya. []

Berita terkait
Enam Kecamatan Limapuluh Kota Diterjang Banjir
Enam Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dilanda banjir.
Tujuh Kecamatan di Limapuluh Kota Waspada Banjir
Tujuh Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, waspada banjir yang dipicu akibat meluapnya sejumlah aliran sungai.
Mayat Warga Sumbar Mengapung di Perairan Jambi
Mayat pria asal Solok Selatan, Sumatera Barat, yang hanyut di aliran sungai ditemukan di Jambi.
0
Warga Kota Tangsel Miliki Zat Radioaktif Ilegal
Temuan zat radioaktif di rumah pegawai diserahkan pihak BATAN ke polisi, proses clean up berlangsung terus sampai sekarang hari ke-13